Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
sikap dingin Raisya


__ADS_3

"Maaf sanit aku menggunakan mu untuk mengusir wanita brensek itu" ucapnya sambil melepaskan gandengan tangannya.


"ya nggak apa-apa" jawabku canggung. Kemudiankamu sama-sama terdiam.


"ibu" panggil Raisya,aku dan pak Andi sama mengalihkan pandangan kearah putriku.


"ibu ternyata disini sama om Andi!" ujar Raisya.


"anak cantik, kamu sudah menikmati hidangan disini? Ayo om temani kita cicipi hidangan di sini, mana yang kamu suka!"pak Andi meraih tangan Raisya.


Raisya mengiya ajakan pak Andi, kemudian pak andi membawa Raisya kedalam gendongan nya.


"Tunggu, tunggu! Maksudnya apa ya? Ini anak perempuan kecil ini anak calon istrimu?" Tanya perempuan tadi ternyata dia belum pergi jauh dari kami. Atau mungkin dia mengurung niatnya untuk pergi.


Sepertinya perempuan iti tidak percaya kalau Raisya ini adalah anakku, dan mungkin dia menganggap aku ini masih gadis.


"Ya, calon anak sambungku!, mengapa ada yang salah?" jawab pak Andi.


Pak andi menoleh kepadaku, yang kini sedang berdiri di sebelahnya. Dia lalu mengedipkan mata. Memberi kode mungki supaya aku mngikuti sandiwaranya.


"sejak kapan selera mu berubak? Dan memilih perempuan seperti ini? Kelihatan kempungan!"cecar wanita yang di panggil sherin oleh pak Andi. Sepertinya dia berusaha menjatuhkan harga diriku.


Tiba-tiba hatiku memanas mendengar ucapan sherin. Wanita muda itu sangat bermulut sampah, mencerca diriku. Karena hati ini kesal iku ikuti saja sandiwara pak Andi biar tau rasa dia .

__ADS_1


"Iya, sayang" jawabku sambil tersenyum ke arah pak andi, membuatwanita itu kebakar jenggot. Dan sherin melongo mendenganr aku memanggil pak Andi denga sebutan sayang.


Aku justru membantu, apa yang dilakukan pak Andi yang sedang berusaha memanasi mantan istrinya. Karena dia meremehkan aku denga mengatakan aku wanita kampungan.


"Ndi, Andi" panggil sherin karna pak andi Raisya dan juga aku sudah berlalu meninggalkan dia.


"awas kau perempuan sialan! Akan aku pastikan kalau kamu tidak akan meniakah dengan Andi,dia cuma milik aku kalian todak selevel", masih terdengar dia mengutukku, tapi tidak aku hirauhan.


" sekali lagi maaf, telah membawamu kedalam masalh ku, aku tidak punya maksud lain aku tau kalau kamu masih status istir satria sekali lagi maaf"ucap pak Andi seprti tidak enak hati


"ya nggak papa aku juga kesel sama wanita itu sombong belagu" jawabku yang masih kesal sama Sherin. Aku terpaksa membanti pak andi karena sherin yang duluan menghina aku kalu tidak! Aku tidak akan ikut campur urusan mereka.


Pak Andi mengajak Raisya memilih makanan yang sesuai kemauan Raisya. Karena terlalu asyiknya mereka memilib makanan sehingga aku mereka abaikan. Aku pun melanjutka menuju ke toilet yang tertinda akibat drama kecil-kecilan tadi. Begitukeluar dari toilet aku mencari keberadaan Raisya namun aku tidak menemukan keberadaan putriku, aku memutuskan untuk kembali ketempat dimana ibu dan bapak berada. namun. Aku di kagetkan denga kedatangan bu sindi yang di ikuti oleh sherin di belakangnya.


"santi, Andi sama Raisya dimana?" tanya ibu sindi. Tadi sebelum saya ke tolet mereka lagi milih makanan, tapiwaktu kaku kembali mereka sudah ngilang" jawabku sekenanya.


Sherin terpaksa tersenyum menanggapi. Sepertinya dia mengahapus air mata yang tiba-tiba mengalir.


Sherin berpamitan dengan aku dan bu sindi kemudian segera berlalu dari tempat kami dan berjalan menjauh dan sekali-kali dia separti menghapus air mata. Aku menjadi merasa bersalah.


***


Menjalani aktifitas pagi seperti biasanya, sampai hari ini mas sayria seperti masih betah berdiam di rumahku padahal sudah berulang kali aku mengusirnya, emang dasar manusia tidak tau malu.

__ADS_1


Sepeti ada yang beda dengan mas Satria pagi ini, begitu bangun dari tidur, dia membersih seluruh sudut rumah dan halaman. Namun, tetapaku abaikan saja aku tetap denga kegiatanku membuat sarapan pagi.


Kebaikan yang dia lakukan sekarang sama sekali tidak sebanding dengan yang dia torehkan padaku.


Bila aku lagi tidak sibuk aku sendiro yang terjun untuk mesak dirumah, bukan mbak wati.


Sarpan yang aku sediakan pagi ini dia antaranya ada nasi, urap, ada juga ayam goreng kesukaan Raisya danjuga sambal. Setelah semua tersedia di meja makan, Begitu pun dengan teh manis.


Raisya yang sedang asyik dengan tayangan karun kesayangannya, aku panggil untuk mandi dan,dan seleai mandi,kemudia Raisya aku dandani untuk bersiap berangkat kesekolah. Setelah dia rapi baru aku ajak dia menuju ke. meja makan untuk mwngisi perut sebelum memulai aktifitas hari ini. Dan selama ayahnya di rumah, Rausya sama sekali tidak tertaik untk ngobrol dan bercanda bersama ayahnya seperti biasanya.


Mas Satria masuk dari pintu dapur, selesai mencuci tangan dan lansung bergabung bersama aku dan Raisya.


"raisya" panggil mas Satria pasa gadis kecilnya. Yang di panggi hanya menoleh sebentar. Dan kwmudian melanjutkan sarapan.


"apa Raisya begitu bencinya sama ayah?" tanyanya mungki meras tersinghung dengan sikap gadis kecil kami. Dengan sikapnya yang acuh dan dingi terhadap ayahnya , namum Raisya bersikap hangat kalau bersamaku.


"Maafkan ayah yang selama initidak memeperhatika Raisya, dan juga selalu mengabaikan raisya"ucap suamiku, dengan raut wajah sedih.


" kenapa malam itu ayah pergi ninggallin Raisya? Apa ayah tau apa yang Raisya rasakan? Raisya seperti merasa tidak punya ayah,tdak seperti teman-teman Raisya lain nya yang di ajak jalan-jalan sama ayah nya keliling komlek,tapi raisya tidak bisa ajak ayah jalan-jalan karna ayah selalu jalan-jalan sama nenek dan bulik,raisya hanya bisa ajak ibu saja ,memang ayah tidak pernah sayang sama Raisya.kenapa yah? Apa karna nenek? Semua ayah lakukan untuk nenek, uang ayah juga ayah berikan sama nenak iya kan yah?, pada hal malam itu ayaj sudah janji akan tidur bersama Raisya tapi kenapa ayah malah ninggalin Raisya?" gadis kecilku menampakkan sorot mata yang terluka tentang kejadian malam itu.


Ayahnya tidak menjawab. Hanya tarik nafas berat yang keluar dari mulutnya.


"ayah tau tidak, Raisyaselalu iri, melihat teman-teman Raisya yang setiap sore di ajak jalan-jalan motor+motoran keliling-keliling sama ayah mereka, pulangnya beli ice cream. Raisya juga pengan setiap hari bersama ayah di rumah bemain"tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"ibu sibuk cari uang sebelum pabrik toti ibu buka, Raisyatidak pernah protes sama ibu,karna kalau ibu nggak kerja Raisya tidak bisa makan"


Sesederhana itu keinginana gadis kecilku. Aku rasa akan lebih berat pemintaan keluarga nya kalau di bansingkan denga permintaan keluarganya. Namun, masSatria lebih sanggup memenuhi keinginan keluarganya di bandingkan keinginan gadia kecilnya


__ADS_2