
Usai makan malam semua kembali ke dalam mansion begitupun dengan Nabila dan Reno. Nabila sangat bahagia karena Reno mengajak dia bertemu ini kesempatan dia menunjukkan hasil USG dari dokter tadi kepada Reno.
Nabila masuk ke kamar dia mengambil hasil USG yang tadi ia masukkan di amplop coklat di dalam tasnya lalu menyelipkan dibalik mantelnya. Nabila tidak ingin Leticia dan Stefani menanyakan amplop itu tau saja cerewetnya kedua sahabatnya itu mereka pasti akan mendesak Nabila sampai berkata jujur. Nabila belum siap, dia akan jujur kepada mereka jika sudah waktunya.
"Mau kemana, Nab?" tanya Leticia saat melihat sahabatnya itu berjalan ke depan pintu.
"Aku ama Reno masih pergi sebentar," ujarnya seraya menarik gagang pintu depan.
Leticia mengangguk mengerti dia tidak bisa menanyakan lebih detail lagi. Karena, Semua tau hubungan Nabila dan Reno. Mereka sepasang kekasih.
"Aku keluar bentar ya."
"yupz, hati-hati." pesan Leticia.
"Oke. Thanks."
__ADS_1
Setelah berpamitan Nabila bergegas keluar. Di depan teras mansion dia mencari keberadaan Reno,namun tidak menemukan pria itu. Nabila pikir Reno berbohong dia tidak benar-benar ingin bertemu dengan Nabila. Wanita itu menunduk sedih, dia membalikkan badannya ingin kembali ke dalam mansion.
Ting...Ting...
Tiba-tiba ada suara klakson mobil didepan mansion, tempat parkir mobil.
Nabila menoleh kebelakang ternyata Reno sudah di dalam mobil. Pria tampan itu melambaikan tangan memanggil Nabila masuk ke dalam mobil, wajahnya yang tadi sedih seketika sumringah. Ia berjalan ke arah mobil, hati Nabila senang mungkin kekasih nya itu mau mengajak dia jalan-jalan pikir Nabila. Mengingat malam ini malam minggu, dia pun berjalan menuju mobil Reno. Pria itu membuka pintu untuk Nabila.
"Loh bukannya tadi kau mengatakan bertemunya di depan mansion? Mengapa sekarang kamu menyalahkan mesin mobil?" Nabila mengernyit. Dia bingung bukan apa-apa akhir-akhir Reno berusaha menjauh dari dia aneh saja tiba-tiba Reno mengajak dia jalan-jalan . Tapi, kwatiran itu berubah setelah Reno meraih tangan Nabila lalu mengecupnya dengan begitu mesra.
Mobil berwarna hitam itu mulai menggulirkan rodanya meninggalkan mansion mewah itu. Nabila yang merasa seakan terbang ke awan dengan kupu-kupu bersayap indah terus mengukir senyum manis di bibir tipisnya.
Benar saja tidak menunggu lama mobil hitam itu masuk ke dalam apartemen mewah, Sesampainya di basement Reno memarkirkan mobilnya. Kemudian, dia membuka pintu untuk Nabila.
"Tau kalau mau ke apartemen mu, tas ku yang dimansion aku bawa aja," protes Nabila.
__ADS_1
"Hanya sebentar nanti kita kembali ke mansion," Reno mengecup ujung kepala Nabila.
Lagi-lagi Nabila dia buat terbang, dia bergelayut di lengan Reno seraya menempelkan kepala di dada Reno. Nabila terharu mungkin Reno sudah mulai menerima anak mereka. Rasanya dia ingin segera menunjuk hasil USG yang terselip di dalam mantelnya. Hanya saja Nabila tidak mau merusak mood Reno. Nabila tau benar mood pria itu susah ditebak dia gampang berubah seperti wanita datang bulan.
😍😍😍😍😍
Mendengar Nabila mengatakan akan pergi bersama Reno sebnatar, Tentu Kevin tidak mau berdiam diri di mansion itu. Pria itu berdiri dari sofa dia berjalan ke belakang taman mansion .Kevin tidak ingin teman-temannya mengetahui dia akan mengikuti Nabila. Kevin bergegas masuk ke dalam lift menuju parkiran, jalan pintas itu hanya ke lima mafia itu yang mengetahui karena masuk ke lift menuju parkiran mobil itu harus menggunakan password yang tidak diketahui semua orang termasuk istri dari Boss mafia sekalipun.
Kevin, masuk ke dalam mobilnya kebetulan mobil Kevin parkir dibelakang mobil Reno. Mafia itu menunggu mobil Reno berjalan. Namun, ada pemandangan yang tiba-tiba merusak pandangan Mafia itu, ia mengeraskan rahangnya ketika melihat keromantisan Nabila dan Reno di dalam mobil.
Mekihat mobil Reno berjalan, Ia bergegas mengikuti mobil Reno dari belakang. Kevin, ingin mengetahui kemana Reno dan Nabila pergi.
Setelah hampir tiga puluh menit mobil Reno masuk ke apartemen milik Reno. Kevin memukul stir mobilnya, marah kecewa kenapa Nabila masih saja mengikuti kemauan Reno, harusnya Nabila menolak ajakan Reno datang di apartemen Reno. Kevin, kwatir Reno berlaku kasar lagi terhadap Nabila mengingat kemarin di taman saja Reno tidak segan-segan memarahi Nabila apalagi ini di apartemen Reno, Nabila pasti tidak bisa berbuat apa-apa, syukur jika keduanya hanya berdebat tapi bagaimana jika Reno melakukan hal yang diluar dugaan Kevin? Kekerasan fisik.
"Argh... Brengsek! Apa cinta sebodoh itu? Kenapa Nabila tidak takut jika Reno bisa saja melakukan kekerasan terhadap dirinya?" Kevin memukul stir mobil sangat kasar, seraya meletakan kepalanya diatas stir mobil. Mafia itu memikirkan cara bagaimana dia bisa masuk ke dalam sana. Kevin memarkirkan mobilnya didepan lobby apartemen karena dia tau Reno memiliki niat tidak baik untuk Nabila.
__ADS_1
Setelah mobil di parkirkan, Kevin masuk ke dalam lobby dia menunggu Nabila keluar dari aparteme Reno. Gelisah, cemas dan takut semua bercampur aduk menjadi satu entah mengapa Kevin seakan mengetahui niat Reno.