
Setengah jam penerbangan seorang pramugari datang menghampiri kursi deretan Kevin dan Nabila duduk. Pramugari itu membawakan camilan dan minuman yang terdapat di troli makanan berhenti di lorong kabin pesawat pas di barisan kursi Nabila dan Kevin duduk.
''Permisi." Nabila yang sedari tidak tidur mendoangakkan kepala menatap ke arah Pramugari yang sudah berdiri di lorong kabin. Pramugari itu tersenyum manis kepada Nabila.
''Permis. Nona, silakan pilih minumannya. Apakah anda mau teh, kopi, atau susu?'' tawar Pramugari itu sopan dengan kedua tangan menunjuk menu yang tersusun dengan rapi di troli.
''Saya, mau teh saja.''
"Baiklah." Pramugari itu mengambil secangkir teh dari troli lalu memberikan kepada Nabila. Nabila tersenyum seraya menerima secangkir teh hangat dari Pramugari itu, "Terima kasih." ucap Nabila sopan.
"Sama-sama. balas Pramugari itu.
Kemudian Pramugari itu melirik ke arah Kevin, Mafia itu sejak tadi tidak merespon sama sekali.
"Nona, apakah kekasih Nona tidak mau sesuatu? Misalnya Teh atau kopi?" Pramugari itu bertanya kepada Nabila.
Nabila mengernyit, teh yang belum masuk ke perut nya hampir saja keluar lagi dari mulut Nabila karena ia menahan ketawa. Nabila meletakan cangkir teh dibagian baki meja ia duduk lalu mengambil tisu mengelap hidung dan mulutnya.
"Maaf. Saya tidak mengenal tuan ini. Tapi, sepertinya tuan ini tidurnya sangat pulas." sahut Nabila. Matanya melirik sekilas ke arah Kevin lalu kembali menatap Pramugari itu.
Mendengar ucapan Nabila. Ingin rasanya Kevin membuka mata lalu mengatakan kepada semua orang di dalam pesawat itu bahwa Wanita yang tidak mengenal dirinya itu adalah calon istrinya.
''Tuan, apakah anda tidur.'' tanya pramugari itu sopan. Dia belum menyerah karena dia harus melayani semua pengunjung pesawat dengan baik.Karena mereka tidak ingin maskapai mereka dinilai buruk karena kurangnya pelayanan kepada para penumpang pesawat. Maklum persaingan bisnis dimana-mana selalu kejam salah sedikit semua viral dan itu akan berimbas pada pihak maskapai.
Namun, Kevin berpura-pura terus tidur. Hingga akhirnya Nabila menggerakkan lengan Kevin dengan tangannya.
__ADS_1
''Tuan, apakah anda tidur?'' tanya Nabila sopan.
Kevin pura-pura kaget, wajahnya masih ditutup dengan topi dan masker.Mafia itu tidak menjawab dia hanya mengangkat tanganya seraya menggerakkan ke kiri-kanan sebagai isyarat dia tidak ingin di ganggu.
''Maaf." Akhirnya Pramugari dan Nabila menyerah. Setelah mengucapkan maaf pramugari itu berjalan terus ke belakang menawarkan minuman kepada penumpang lainnya.
Melihat pramugari itu pergi Kevin membuka matanya sedikit melirik ke arah Nabila yang sedang menikmati teh hangatnya, ia tersenyum.
''Kau tidak mengenalku? Awas aja jika aku sudah meluluhkan hatimu akan ku hukum kau dengan caraku." Dia tersenyum lalu melirik ke arah perut Nabila.
"Sayang jangan menyusahkan mamamu. Papa Mohon jangan muntah ya di dalam pesawat ini kasihan mama, Nak." Kevin tidak tega jika Nabil harus muntah di pesawat.
♥️♥️♥️♥️
"Thanks God. Akhirnya tiba dengan selamat. Paris, im coming. and Goodbye Spain. I will definitely miss the atmosphere there." gumam Nabila. Ia masih bersender di kursi penumpang menunggu para penumpang lainnya turun. Tidak lupa dia menyalakan Ponselnya mengambil beberapa gambar dirinya berada di pesawat sebagai kenangan dirinya memutuskan hidup bersama anaknya di Paris. Setelah mengambil gambar Nabila memeriksa hasil fotonya.
''Sayang kita akan mengawali kehidupan baru di sini, Nak. Jangan kwatir mama tidak akan membiarkanmu kesusahan di sini.'' batin Nabila. Tangannya menyentuh lembut perut datarnya.
Hingga membuat Kevin ingin memeluk dia. Tapi, ia harus menahan diri.
"Tahan Kevin.Luluhkan hatinya terlebih dahulu barulah kau peluk dia sepuas hatimu." batin Kevin menghibur diri.
Para penumpang mulai turun. Kevin dan Nabila masih tetap diam di dalam pesawat karena tidak ingin berdesak-desakan turun. Setelah semua penumpang turun Kevin bergegas turun meninggalkan Nabila orang terakhir yang turun dari pesawat.
*****
__ADS_1
Sesampainya di lobby bandara Kevin menghubungi anak buahnya yang berada di Paris ya karena salah satu markas Red Devil ada di Paris dan di sini juga mereka memiliki anak buah yang di takuti lawan dan masyarakat yang sudah mengenal siapa itu mafia Red Devil.
"Baik, bawa dua mobil karena saya akan menyetir sendiri." perintah Kevin kepada anak buahnya melalui sambungan telepon.
Setelah anak buahnya menjawab. Kevin segera mengakhiri panggilan karena dia harus memastikan Nabila menunggu jemputan di mana. Dia tidak mau kehilangan jejak Nabila lagi sudah cukup main kejar-kejaran di Spanyol.
Kevin ingin tahu ke mana Nabila pergi dan jemput oleh siapa? Karena dugaan dia jangan-jangan Nabila dijemput Reno mengingat tadi Reno tidak ada di mansion bisa sajakan mereka janjian bertemu di Paris apalgi Nabila sudah di butakan cinta. Dia pasti akan melakukan apapun asal bersama, Reno.
"Aaa.. Syukurlah dia di sini." Kevin akhirnya menemukan Nabila yang berdiri dengan troli berada di depan Nabila di dalam troli ada dua koper tersusun rapi dengan satuntas tenteng di letakan diatas koper besar itu. Kevin tahu mungkin itu barang bawaan Nabila.
"Kenapa dia membawa banyak sekali barang? Jangan bilang dia dan Reno akan menikah di Paris? Argh...aku bisa gila." Kevin menyugar rambutnya frustasi, lalu ia berjalan menuju tempat Nabila berdiri menunggu jemputan. Kevin berdiri di belakang Nabila tentu sedikit menjaga jarak kira-kira setengah meter dari jarak Nabila berdiri. Dia akan terus mengawasi Nabila, dia juga ingin tahu Nabila kan ke mana dan bersama siapa itu yang terpenting bagi Kevin saat ini.
Sementara ia mengawasi Nabila tiba-tiba ponsel Kevin berdering. Ada pesan masuk.
[Tuan kami sudah berada di parkiran mobil.]
"Tetap tunggu di parkiran nanti saya akan kasih arahan lagi."
Setelah membalas pesan dari anak buahnya Kevin kembali fokus ke Nabila.
Tampak wanita itu sibuk memainkan ponselnya. Tidak lama Nabila mendorong troli berjalan mendekati area pemberhentian mobil untuk mendrop penumpang dan take away penumpang.
Kevin mengikuti Nabila dari belakang. Saat Nabila masih mengambil koper dari troli untuk di masukkan ke dalam bagasi mobil dengan di bantu oleh sopir taxi. Kevin bergegas masuk ke dalam mobilnya karena anak buahnya sudah memarkirkan mobil tepat di belakang taxi yang Nabila tumpangi.
Kevin memberikan bayaran untuk kedua anak buahnya dan membuat perjanjian kedatangan dia di Paris jangan sampai di dengar sahabat-sahabatnya yang di Spanyol.
__ADS_1