
Setelah penerbangan pesawat dua jam Spanyol-Paris. Kevin pun tiba di Airport Paris. Mafia itu bergegas masuk ke mobil karena anak buahnya sudah menunggu di Airport.
"Tuan," sapa anak buah itu seraya membuka pintu mobil di bagian penumpang kursi depan.
''Biarkan aku yang mengemudi.'' ujar Kevin. Anak buahnya menurut dia segera berlari ke pintu kemudi lalu membukakan pintu mobil. Dengan sopan anak buah itu mempersilakan Kevin yang mengambil alih mengemudi.
''Silakan,''
Kevin tidak menjawab. Dia langsung masuk dan duduk di kursi kemudi tangannya menarik sealbealt lalu dipasang ditubuhnya dengan benar.
Dalam perjalanan menuju apartemen tidak ada percakapan di antara Kevin dan anak buahnya. Karena, mafia itu masih sangat marah dengan perkataan Reno yang menghina Nabila. Semua perkataan Reno masih teriang di telinga Kevin hingga membuat pria itu meremas stir mobil. Untung saja ada anak buahnya kalau tidak bisa-bisa Kevin memukul stir mobil untuk melampiaskan amarahnya.
"Nabila," geram Kevin dalam hati. Bayangan senyum Nabila terus mengganggu pikirannya. Dia tidak bisa membayangkan Nabilanya seliar itu di ranjang.
"Pembohong!"
ciuut...
Karena geram tiba-tiba Kevin menghentikan mobilnya ditengah jalan. Hingga menyebabkan macet bahkan hampir saja kecelakaan beruntun.
''Tuan? Anda baik-baik saja?'' tanya anak buah itu. kaget. Karena dia tau Kevin tidak semarah ini apalagi sampai berhenti di tengah jalan yang hampir menyebabkan kecelakaan beruntun.
__ADS_1
''Argh...tidak apa-apa.'' Kevin meletakkan kepalanya diatas stir mobil, matanya memerah wajahnya dingin. Sungguh membuat anak buah ciut nyali untuk bertanya lagi.
Sementara di belakang mobil bunyi klakson mobil bersahutan karena mobil Kevin yang mendadak berhenti. Kevin mengeluarkan kepalanya dari jendela pintu mobil dia menunjukkan jari tengah kepada pengemudi lain. Anak buah itu hanya bisa menghela napas dia tau Kevin orangnya seperti apa.
Akhirnya Kevin kembali melanjutkan mobil setelah puas memaki pengemudi lain yang sudah membunyikan klakson tadi.
Suasana kembali hening.Kevin melanjutkan mobilnya. Roda mobil bergilir menuju apartemen. Satu jam dalam perjalanan dari Airport akhirnya mobil berhenti di depan lobby apartemen.
''Kau pulang dulu nanti aku akan menghubungi kau lagi. Ada pekerjaan yang harus kau kerjakan tapi kemungkinan melibatkan pihak kepolisian,'' ucap Kevin seraya tangannya membuka pintu mobil lalu ia pun keluar dari mobil dan kembali menutup pintu mobil tanpa mendengar jawaban dari anak buahnya.' Ya atau Tidak'.
''Kenapa harus melibatkan pihak keamanaan semoga saja tuan tidak melakukan kesalahan bisa-bisa bos besar turun tangan,'' batin anak buah itu tapi dia tidak berani mengatakan itu kepada Kevin. Bisa-bisa dia di terkam hidup-hidup oleh Kevin.
Kevin masuk ke dalam lift. Ia menyenderkan tubuhnya di dinding lift pria itu menengadah ke atas tanganya mengepal sumpah bukan Karena Leticia, mungkin tadi pagi Reno sudah habis di tangan Kevin. Dia juga tidak mau Anaknya Nabila kehilangan ayah biologisnya walaupun dia siap menerima Nabila dan anak itu tapi dia tidak ingin anak itu kehilangan ayah biologisnya.
Ting...
Lift berhenti.
Kevin bergegas keluar dari lift. Dia langsung menuju pintu apartemen Nabila. Dengan cepat Kevin memijit angka pasword pintu apartemen Nabila. Bersyukur dia memasang cam*era jadi Kevin tau pin pintu Nabila yang baru.
Setelah memijit sandi pintu akhirnya pintu Nabila terbuka dia masuk sesampainya di depan pintu masuk Kevin menunduk melepas sepatu miliknya dengan sandal ruangan.
__ADS_1
Kevin mencari keberadaan Nabila namun wanita itu tidak ada di apartemennya.
''Kemana dia?''
Dia menghubungi nomor Nabila namun sama sekali tidak di angkat Nabila. Kevin menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu, dengan kaki kiri di naikkan diatas kaki kanannya. Sementara tangan kirinya di letakan di lengan sofa seraya memijit keningnya. Kevin mendadak sakit kepala dia tidak bisa menunggu Nabila apalagi panggilan teleponnya tidak diterima Nabila. Kevin ingin bertanya dia ingin memastikan apa benar ucapan Reno itu?
Setengah jam menunggu. Nabila belum juga datang. Dia lalu memilih mengambil cam*era yang ia pasang di ruang tamu Kevin lalu keluar ia berjalan ke apartemenya mengambil laptop miliknya untuk melihat apa saja yang dlakukan Nabila selama dua hari ia tidak ada Paris?
Bukan apa-apa Kevin sedikit terhasut dengan omongan Reno.
''Akan ku bunuh siapa pun yang mendekati dirimu.'' Kevin mengepal tangannya.
Ia lalu memasukkan benda pelat kecil itu ke dalam file lalu mulai di putar. Kevin mengamati semua aktifitas Nabila. Dia menghela napas ternyata selama ia pergi Nabila hanya seorang diri di apartemen.
Ia kemudian meletakkan kembali laptop dan memilih kembali ke apartemen Nabila saja. Dia ingin memberi surprise kepada Nabila.
♥️♥️♥️
Mungkin ada yang bertanya kenapa othornya jarang up. Maaf bukannya suka gantung tapi real lifeku sungguh menyita waktu🙏🙏🙏. Doain ya semoga bulan ini bisa tamat semuanya. Dukung aku dengan memberi like dan komen untuk menambah semangatku.
Terima kasih🙏.
__ADS_1