
Pria itu kaget mengapa Kevin meminta ponselnya padahal ia sudah menjelaskan semuanya secara detail. Apa masih ada yang kurang? Ia mengernyit, bingung harus memberikan ponselnya atau tidak tapi jika tidak pria itu yakin Kevin tidak akan melepaskan dia.
''Untuk apa tuan meminta ponselku. Bukankah tadi saya sudah berkata jujur?'' pria itu itu memastikan apa maunya Kevin. Jujur, sebenarnya dia sangat memikirkan putrinya yang sementara dirawat di rumah sakit.
''Aku tidak mengambil ponselmu. Mana berikan padaku.'' bentak Kevin seraya matanya menatap keluar jendela mengawasi ada yang datang.
''Baaaiik,'' sahut Pria itu ketakutan.
Dengan ragu pria itu mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya lalu memberikan kepada Kevin.
''Terima kasih.'' Kevin menggeser layar ponselnya namun layarnya menggunakan pasword.
''Pinnya,'' Kevin memejamkan matanya dia gemas pria ini senang sekali mengulur waktu.
Setelah pria itu membuka layar ponselnya barulah ia memberikan lagi kepada Kevin.
Kevin membaca semua isi chat dari Nabila dan ia pun semakin percaya jika apa yang dikatakan pria itu benar adanya. Dia pun mengeluarkan ponselnya lalu mengetik nomor ponsel Nabila di ponselnya, Save dengan nama. Istriku tercinta. Tidak lupa semua yang berkaitan dengan chat Nabila atau foto jaminan yang Nabila kasih kepada Pria itu di hapus permanen oleh Kevin.
''Berapa uang yang sudah istriku bayar?'' tanya Kevin.
__ADS_1
''Separuhnya dari harga apartemen yang saya tawarkan karena Nona mengatakan dia akan membayar cicil hingga lunas...'' Pria itu menyebut nominal yang dibayar Nabila.
''Baiklah.''
Dengan cepat ia mengetik di layar ponselnya dan membayar lunas harga apartemen itu bahkan dia pun membayar lebih 25% lagi.
''Lihat sudah saya transfer dan saya menambah lagi 25% itu untuk uang tutup mulut, aku juga meminta kau menghilang dari istriku. Apartemenmu sudah saya bayar lunas soal adminitrasi pemindahan kepemilikan apartemen nanti besok pagi anak buah saya yang akan ke rumahmu untuk mengurus semuanya bersama dia. Pertemuan kita di sini untuk pertama dan terakhir kali.'' Kevin menatap pria itu dengan tatap mengancam.
"Aaa aku hampir lupa, transfer balik uang istriku. Kau masih ingatkan nomor rekening istriku!" tanya Kevin menyelidiki.
''Baik Tuan. Besok pagi silakan anak buah tuan ke rumah saya ini alamat lengkap saya...'' Pria itu menyebutkan alamat lengkap kepada Kevin dia juga tidak mau lagi berurusan dengan mafia gila ini. Setelah itu dia juga segera mentransfer balik uang yang tadi Nabila bayar.
"Good. Thanks untuk kerja samanya." Kevin menepuk bah pria itu. Namun saat pria itu hendak keluar dari mobil Kevin.
Kevin baru sadar jika Nabila tinggal di apartemen ini bagaimana dengan dia? Tidak mungkin dia tinggal di hotel atau markas berarti sia-sia saja dia mengikuti Nabila sampai ke Paris.
''Argh...aku lupa. Apakah apartemenmu hanya satu unit di sini? Apa kau punya kenalan yang mungkin mau menyewakan apartemern selama dua atau tiga bulan? Karena, istri aku belum tentu malam ini langsung memaafkan saya. Maklum wanita kalau marah suka berhari-hari bahkan berbulan-bulan.'' Kevin menepuk jidatnya. Dalam hati ia berharap masih ada apartemen disini yang kosong tidak mengapa harga dua kali lipat yang penting dia di sini mengawasi Nabila lebih mudah.
''Ada tuan, kebetulan apartemen saya sendiri tapi saya tidak menjual jika tuan mau tuan bisa menyewanya. Letaknya bersebelahan dengan apartemen istri tuan.'' Pria itu tersenyum. Berharap Kevin mau menyewakan apartemennya lumayankan buat nambah-nambah biaya pengobatan sang Putri.
__ADS_1
''Deal.'' Kevin menjentikan jarinya. Ia sangat bersyukur ternyata tidak sia-sia dia mengintrogasi pria ini.
''Aku sewa lima bulan. Aku transfer lagi ya.'' Jari Kevin mulai menari nari di layar ponselnya.
Cling...
Notifikasi masuk.
''Anda mendapat transferan dari nomor rekening xxxx sebesar seratus lima puluh poundsterling.''
Pria itu membaca notifikasi yang masuk, dia tidak menduga Kevin membayar lima bulan sekaligus plus bonus padahal dia sendiri belum mengatakan harga sewa apartemen itu. Terkadang rejeki itu datang tidak kita duga disaat kita sedang kesulitan entah Tuhan memberikan rejeki itu lewat siapa saja tapi malam ini pria itu ingin bersujud mengucap syukur karena Tuhan telah membantu melalui Kevin melancarkan pengobatan sang Putri.
Pria itu menunjukkan ponselnya pada Kevin, '' Sudah tuan. Ini pasword pintu apartemn itu. Tuan silakan menggantinya untuk menjaga keamanan.'' Pria itu pun memberikan pasword pintu unit apartemen yang disewa Kevin tepat di samping kiri apartemen Nabila.
''Baiklah. Kau silakan pergi. Ingat jangan menghubungi aku atau istriku lagi transaksi kita sudah beres.''
''Terima kasih, Tuan. Saya permisi.''
Pria itu keluar dari mobil. Dia segera masuk dalam mobilnya dan meninggalkan Kevin. Dia juga berjanji besok menyelesaikan semua surat-surat admintrasi pemindahan kepemilikan apartemen dia tidak mau bertemu dengan manusia sejenis Kevin lagi.
__ADS_1