
Setelah satu jam dalam perjalanan mobil itu berbelok ke arah Eifel. Nabila mengernyit, bingung mengapa berbelok ke Eifel? Apakah Kevin disandera di Eifel? Sementara Ia tahu benar di Eifel penjagaan sangat ketat mana bisa Kevin bisa melakukan kesalahan ditempat keramaian seperti itu. Nabila tahu benar kekasihnya itu sangat cerdas tidak mungkin ia mau menunjukkan identitas aslinya.
Mobilpun berhenti diparkiran VIP. Pria yang mengemudikan mobil itu menoleh ke belakang, ''Nona silakan keluar.'' ucapnya sopan kali ini dia tidak menunjukkan wajah dinginnya seperti tadi dia menjemput Nabila di tempat kerja Nabila.
Tanpa basa-basi Nabila pun membuka pintu mobil. Dia mengamati disekitar Eifel Ada garis polisi dan dua mobil polisi serta ada beberapa polisi ada yang bersiaga di pintu masuk menara dengan senjata ditangan ada yang sedang berbicara lewat HT.
Nabila menarik napas panjang berusaha yakin kalau Kevin benar ada di Eifel. Saat sedang memikirkan Kevin seorang polisi datang menghampiri Nabila.
''Selamat sore. Apa benar Nona, kekasih dari tuan Kevin?'' tanya Polisi itu.
Nabila menelan salivanya susah payah tenggorokannya tiba-tiba kering. seumur hidup baru dua kali dia berurusan dengan polisi. Pertama waktu kecelakaan kedua orang tuanya dan kedua hari ini karena masalah yang dibuat Kevin.
''Ya. Be... nar saya kekasih tuan Kevin.'' Nabila terbata-bata tangannya mencengkram tali tas yang ia tenteng dibahunya.
''Sebentar.'' Polisi itu mengeluarkan ponsel dari kantong celananya. Tangannya menggulirkan layar ponsel setelah itu ia menunjukkan layar ponselnya dihadapan Nabila. Sesekali polisi itu menggulirkan layar ponsel itu lagi Nabila bergeming dengan cepat ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ''Benar itu Kevin kekasih saya.'' Nabila mengangguk butiran bening itu sudah penuh dipelupuk matanya.
''Tuan Kevin kami tahan atas tuduhan pelecehanan.'' ucap Polisi itu.
Tubuh Nabila serasa tak bertulang ia melangkah mundur satu langkah hampir saja jatuh untung dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.
''Pelecehan?'' Nabila mengulang lagi ucapan polisi itu.
''Ya, tuan Kevin dituduh telah melakukan pelecehan terhadap istri salah pegawai disini."
Nabila mendudukan tubuhnya dikursi yang berada di taman itu. Air mata yang sedari dia tahan akhirnya luluh begitu saja.
Nabila mengangguk pelan, ''Saya mengenal dia dengan sangat baik.'' Suara Nabila hampir saja tidak kedengaran. Ini murahan! Karena, Nabila mengenal betul Kevin. Kekasihnya itu tidak mungkin menyentuh orang yang sudah bersuami. Jika Kevin mau pasti dia ke club' membayar wanita untuk memenuhi hasr**atnya.
''Kami sudah menahan dia. Kekasih nona dituduh berselingkuh dengan istri orang." Polisi itu meyakinkan Nabila.
Nabila tersenyum menerima nasibnya mungkin pria didunia ini tidak layak untuk dipercaya? Kali ini tangannya berpindah diujung dresnya Nabila meremasnya hingga lusuh.
''Nona bisa ikut kami? Untuk menjawab beberapa pertanyaan dari kami.'' Polisi itu menunggu Nabila berdiri.
''Hmmm...Baiklah. Lebih cepat lebih bagus.'' Nabila berdiri dari kursi yang ia duduk tadi.
Namun, tiba-tiba...
๐ถ
__ADS_1
When i first saw you, i saw love
And the first time yiu touched me, i felt love
and after all this time.
you're still the one i love, mmm,yeah yeah...
๐ถ๐ถ๐ถ
Nabila mencari asal suara itu...Suara yang sangat indah apalagi diiringi alunan musik semakin menambah suasana romantis. Nabila menatap ke arah polisi yang berjaga lalu berdiri mencari suara itu. Tidak kalah kaget tiba-tiba banyak anak kecil yang datang memberikan ia mawar putih.
'Bukannya tadi sepi?' Nabila membatin. Ingin sekali dia melempar tas miliknya ke wajah polisi yang berdiri di depannya tanpa merasa bersalah. Padahal polisi itu tidak tahu Nabila hampir saja kehabisan oksigen didalam tubuhnya.
Kevin berjalan menghampiri Nabila masih tetap menyanyikan lagi 'You're still the one' milik shania twain itu.
Nabila menutup mulut dengan kedua tangannya, air matanya pun jatuh begitu saja. Jujur wanita mana saja pasti sangat menyukai kejutan seperti ini tapi Nabila kesal mengapa harus ada polisi tidak lebih baik kejutan itu dibuat seromantis mungkin?
'Dasar Mafia,' gerurtu Nabila.
Kevin sudah berdiri di depan Nabila. Dia berlutut sembari mengulurkan tangan kearah Nabila. Sementara tangan kirinya bersembunyi dibelakang punggungnya dengan sebuket mawar putih.
Dan terdengar teriakan anak kecil yang muncul dengan spanduk panjang dipegang lurus sembari berteriak, '' Please... say yes!''
Nabila memandang disekitar menara. Dia menyambut uluran tangan Kevin, '' Yes i do.''
Wajah Kevin yang tadi tegang berubah sumringah, ''Say one more time,''
''Yes i do.'' Nabila mengatakan sekali lagi dengan lantang.
Kevin mengambil kotak berbentuk hati dari kantong celananya. Sebelum menyematkan cincin di jari manis Nabila dia memberikan buket mawar itu terlebih dahulu kepada Nabila. Lalu, Kevin membuka kotak itu dan menyematkan cincin itu di jari manis Nabila, berlian berwarna biru laut yang ia pesan khusus satu bulan lalu di seorang desain cincin ternama di Paris.
''Pas,'' ucap Kevin. Dia mengecup punggung tangan Nabila.
''Terima kasih sudah menerima pria brengsek ini menjadi suamimu.'' Perlahan dia berdiri lalu menarik tubuh Nabila mendekat dengan tubuhnya. Namun, sedikit kesulitan untuk merapatkan tubuh mereka karena perut Nabila sudah besar.
''Kau akan menerima hukumanmu di apartemen nanti.'' gumam Nabila saat Kevin menyatukan bibirnya dengan bibir Nabila.
''Aku tidak takut. Yang terpenting bagiku sekarang cintaku tidak bertepuk sebelah tangan lagi. Kini aku jauh lebih tenang karena kau dan anakku sudah menerima aku dalam hidup kalian. Terima kasih untuk cinta ini.'' Kali ini Kevin mengecup kening Nabila sedikit lebih lama.
__ADS_1
''Aku yang berterima kasih karena kau masih tetap mencintai aku dengan tulus walaupun kau sudah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Aku tidak minta kau menjadikan aku wanita satu-satunya dalam hidupmu. Tapi, satu pintaku hargai perasaan yang aku sudah berikan kepadamu. Juga kepercayaan yang dengan susah payah aku bangkitkan lagi demi untukmu seorang.Sungguh...Ini tidak mudah bagiku.'' Nabila melingkarkan tangan nya dileher Kevin seraya menempelkan keningnya dengan kening Kevin.
Musik masih terus mengalun mengiringi suasana romantis yang sedang berlangsung di menara Eifel tempat terromantis di dunia itu.
Kevin menarik tubuh Nabila menjauh dari pelukannya dia memegang kedua bahu Nabila mata elangnya menatap dalam Nabila.
"Kalau seandainya dimasa depan nanti kamu melihat aku berlutut pada wanita selain kamu berarti aku sedang mengikat tali sepatu anak perempuan kita." Sorot mata Kevin benar-benar meyakinkan Nabila . Bahwa Nabila akan menjadi wanita satu-satunya dalam hidupnya. Perlahan Kevin menurunkan tangan satunya kearah perut Nabila ia mengusap perut buncit calon istrinya itu dengan penuh cinta.Itu dapat Nabila rasakan.
Nabila menangis, lidahnya Kelu untuk berkata. Cinta apalagi yang ia harapkan? Pria ini sudah memberikan semuanya kepada dirinya dan anak dalam rahimnya.
"Dia baby girls, 'kan?" Kevin bertanya lagi kali ini dengan tersenyum. Manis dan sangat tampan.
Nabila mengangguk, "Iya benar. Darimana kau mengetahui semua ini?" Nabila bingung mengapa Kevin mengetahui semua tentang dirinya?
"Tentang kamu, tentang anak kita, tentang masa depan kita. Aku sudah mengetahui sebelum kamu tahu." Kevin tertawa dia ingin mendaratkan satu kecupan di bibir Nabila lagi.
"Ehem...tolong hargai para jomblo yang berjaga disini." Pria itu berdehem mendekat ke arah Kevin dan Nabila.
"Ish..kau ganggu saja. Bonusmu aku tiadakan." Kevin menatap tajam anak buahnya.
Nabila melotot pada Kevin, " Siap-siap menerima hukuman dariku."
Kevin meringis, dia memicingkan matanya kearah anak buahnya.
"Urusan kita belum selesai."
Kemudian, Kevin menuntun Nabila ke arah mobil. Anak buahnya itu berlari lebih dulu membukan pintu untuk Kevin dan Nabila.
"Silakan masuk."ucap pria itu dengan sopan.
Sebenarnya Nabila ingin sekali melempar tas kearah anak buah Kevin karena sudah terlibat mengerjai dia. Untung saja dia tidak memiliki riyawat jantung kalau tidak dia bisa mati mendadak. karena actingnya yang berhasil membuat dia ketakutan.
๐ซ๐ซ๐ซ๐ซ๐ซ
Halo selamat pagi,apakabar semuanya? semoga semua dalam keadaan sehat. Pertama-tama saya ingin mengucapkan "Selamat menjalankan ibadah puasa mohon maaf lahir batin๐๐."
mungkin banyak yang bertanya mengapa author ini selalu malas update? bukan sengaja, aku ingin sekali rutin update tapi entah mitos atau tidak setiap bulan di pertengahan bulan pasti selalu sakit bulan februari saya sakit satu bulan penuh. Maret tiba-tiba saya tidak bisa jalan segala macam urusan diurus suami. Karena itu saya sempat menghilang hampir satu bulan.Maafkan saya๐sungguh ini diluar nalar saya terkadang saya berpikir yang aneh-aneh tapi berusaha percaya kepada sang pencipta ๐๐๐.Mohon maafkan saya๐. sungguh buka sengaja tapi saya juga sudah bosan dengan keadaan saya๐ฅฒ.
Bukan mencari simpati tapi ini sedikit curhatan saja untuk melegakan hati๐๐๐๐.
__ADS_1