
Kevin sedang duduk di balkon sembari menikmati kopi pagi. Dia menggeser layar ponselnya menatap wajah Nabila yang tersenyum, foto itu Kevin ambil tiga bulan lalu, waktu dipernikahan Glen.
''Kau cantik sekali,'' ucapnya sembari mengusap wajah Nabila dilayar ponsel mahalnya itu. Kemudian tanganya mulai menggeser layar ponselnya dia mengirim pesan kepada Nabila tidak peduli dibalas atau tidak sama Nabila asal wanita itu membaca pesannya itu sudah cukup buat Kevin.
"Selamat pagi, Nabila. Kamu sudah bangun?" Usai mengetik, ia menekan tombol send mengirim pesan itu kepada Nabila. Kemudian Kevin. meletakkan lagi ponsel itu, sesekali dia melirik ke benda pipih itu yang diletakkan diatas meja. Namun, setengah jam sudah tidak ada balasan sama sekali dari Nabila. Kevin, hanya bisa menghela napas. Dia tidak marah karena sudah biasa dicuekin Nabila.
Karena hari ini hari sabtu rutinitas keluarga Red devil selalu berkumpul di mansion milik Boss Red Devil.
"Ahh..aku hampir lupa hari ini Sabtu. Biasanya Nabila ikut acara malam minggu di mansion. Aku mandi dulu terus pergi ke mansion, sebelum dia datang." Kevin tersenyum ia berdiri dari kursi, membawa cangkir berisi kopinya kembali masuk ke ruang tamu, ia meletakkan cangkirnya diatas meja lalu meninggalkan cangkir kopi itu begitu saja di ruang tamu. Kevin berjalan ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya karena dia tahu biasannya Nabila pun ikut hadir karena kedua sahabatnya yang menikah dengan dua mafia Red Devil selalu meminta dia ikut acara apapun yang berkaitan dengan red devil kecuali membunuh orang.
Kevin masuk ke kamar mandi dia mulai membersihkan tubuhnya. Namun, otak liarnya tiba-tiba meronta-ronta, kebiasaan buruknya kumat, karena tadi membayangkan wajah Nabila terus-menerus. Benda pusaka Kevin meronta dan terpaksa dia harus bersolo karier dengan sabun hingga pelepasan dan tongkat itu mengeluarkan lahar panasnya.
"Argh..." Suara pelepasan itu menggelegar di kamar mandi.
__ADS_1
Lega dan plong hatinya, kemudian mafia itu menyalahkan kran shower untuk membersihkan tubuh atletisnya.
💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Nabila sedang memoles wajahnya dengan make up natural. Karena sudah di hubungi Leticia, istri Alfonso itu meminta Nabila ke mansion pagi-pagi karena dia sudah merindukan sahabatnya itu. Nabila akhirnya tidak membungkus pesanan costumer, dia meminta pelayannya untuk membungkus semua pesanan costumernya.
Nabila mengenakan dress tanpa lengan, ia membiarkan rambutnya terurai begitu saja semakin menambah kecantikan Nabila. Ia lalu mengambil tasnya serta hasil USG. Nabila berencana di masion nanti dia kan menunjukkan kepada Reno. Nabila berjalan keluar dari kamar sesampainya di ruang tamu dia melihat pelayannya sedang membungkus pesanan dari costumer.
"Baik, Non."
"Ya udah aku tinggal dulu. Bi, aku nanti malam nginap di mansion Leticia." Sudah menjadi kebiasaan Nabila, dia selalu berpamitan kepada pelayannya.
"Hati-hati, Non."
__ADS_1
"Terima kasih, Bi."
"Sama-sama, Non."
Setelah berpamitan dengan Pelayannya, Nabila pun berjalan keluar dari apartemen menuju lift. Nabila masuk ke dalam lift menuju basement tempat mobilnya diparkirkan. Dia bergegas berjalan menuju mobil berwarna merah itu. Wanita itu mulai menginjak pedal gas mobilnya menuju mansion Alfonso.
❤️❤️❤️❤️❤️
Di mansion semua sudah berkumpul, ada Reno yang sibuk membantu Gareth dan Andre menyiapkan barbique.
"Ren, kapan undangannya keluar?" tanya Gareth. Bukan rahasia umum lagi soal hubungan dia dan Nabila. Para Mafia itu sudah mengetahui jika Reno dan Nabila menjalin hubungan berpacaran karena Nabila yang memenag sengaja menginginkan sahabat-sahabat Kevin mengetahui ini dia seringg berpelukan didepan mereka. Gareth dan Andre pun akhirnya meminta Kevin untuk menyerah untuk berhenti mengejar Nabila. Namun, bukan Kevin namanya jika dia menanggapi hubungan Reno dan Nabila dengan senyuman misterius.
"Hehehe...belum siap. Kita masih enjoy dengan hubungan kita ini tepatnya masih menikmati masa pacaran kita. Untuk memikirkan ke jenjang yang lebih serius sepertinya belum. Aku maupun Nabila, kita masih sama-sama belum mau untuk menikah. Dia juga masih fokus dengan bisnis onlinenya, begitupun aku masih fokus dengan posisi yang baru di perusahaan tuan Alfonso," bohong Reno.
__ADS_1