
Alarm jam berbunyi membuat wanita hamil yang tengah tidur pulas itu mengerjap, Nabila menyibak selimut sedikit menjauh dari tubuhnya lalu ia meraih jam alarm yang terletak diatas nakas tidak jauh dari ranjangnya.
''Jam enam pagi.'' Setelah melihat waktu pukul enam pagi Nabila pun menyibak selimut lalu beranjak turun dari ranjang. Nabila berjalan menuju kamar mandi sedikit lambat karena perutnya sudah membesar membuat Nabila mulai susah bergerak, kandungan Nabil sudah masuk enam bulan.
Setelah melakukan ritual pagi Nabila berjalan keluar dari kamar mandi menuju kamar. Ia berdiri sebentar didepan meja riasnya, Nabila merapikan rambutnya sebentar ia mengikatnya asal. cepol. Membiarkan leher jenjangnya terlihat menggoda kemudian Nabila berjalan keluar kamar untuk membuatkan sarapan di dapur karena hari ini dia ada pekerjaan lagi yaitu menghias pengantin kali ini.
Namun, baru saja ia berjalan sampai di ruang makan Nabila sudah mencium aroma masakan yang menguar masuk ke indra penciumannya. Ia perlahan melangkah mendekati dapur ternyata pria itu sedang berkutat dengan alat dapur.
''Hai, masih pagi kenapa udah bangun?'' Kevin tersenyum sembari memamerkan deretan gigi putihnya tangannya lincah memainkan alat dapur bak seorang ahli memasak.
"Ish," Nabila meringis niat hati ingin bangun pagi dan membuatkan sarapan namun Kevin lebih dulu bangun. sialnya pria itu juga sudah lebih dulu mengetahui kehadirannya.
''Pagi sayang, kamu sudah bangun?'' sahut Nabila seraya berjalan ke arah kabinet untuk mengambil cangkir air.
''Hmmm...Aku ingin membuat sarapan untuk istri dan anakku.'' Kevin meletakkan masakannya yang baru saja matang dari atas kompor. Ia letakan diatas meja makan.Gegas ia berjalan ke arah kabinet karena wanitanya kesusahan membuka tutup kabinet.
"Lain kali minta tolong ada suami untuk membantu istri." Ia datang berdiri tepat di belakang Nabila Kemudian ia mengambil cangkir dari kabinet lalu mengisinya dengan air mineral. Sementara Nabila hanya menggaruk tengkuknya habis kata-kata untuk menjawab Kevin, "Minum dulu airnya baru protes," Kevin memberikan cangkir berisi air minum kepada Nabila.
Nabila hanya pasrah ia pun menerima cangkir berisi air mineral dari tangan Kevin dan langsung meneguknya hingga tandas.
"Sini duduk di sini jangan protes dulu." Kevin tahu istrinya itu pasti akan protes karena Kevin yang pagi-pagi sudah bangun tapi sebelum Nabila Protes dia merangkul bahu Nabila lalu menuntunnya ke meja makan.
__ADS_1
"Silakan duduk, sayang." Kevin menarik kursi lalu mempersilakan Nabila untuk duduk.
Nabila hanya menggeleng tidak juga menolak, wanita hamil itu pun duduk dikursi yang sudah ditarik Kevin.
"Terima kasih,"
"Sama-sama. jangan ucapkan terima kasih terus. kalau nggak dapat cium dari aku." ucap Kevin seraya menaik-turunkan alis tebalnya.
"Dasar!" gerutu Nabila.
"Siapa suruh pagi-pagi uda menggoda." sahut Kevin. Ia mengambil piring, pisau dan garpu lalu meletakan di dalam piring Nabila.
"Siapa yang goda," sahut Nabila tertunduk malu.
Nabila salah tingkah dia tadi lupa kalau sekarang sudah tinggal bersama Kevin. Memang sejak kemarin Nabila menerima Kevin, mafia itu pun memutuskan tinggal bersama Nabila. Namun, tidak tidur sekamar mengingat mereka belum nikah sah dan Nabila pun hamil anak Reno bukan anak dari Kevin. Jadi haram hukumnya jika Kevin menyentuh Nabila sebelum Nabila melahirkan anak Reno.Itu keputusan Kevin dia tidak ingin melanggar agama ia imani.
Dengan cepat Nabila melepas kunciran rambutnya ia membiarkan surai berwarna pirang itu tergerai begitu saja, menutup lehernya.
"Argh..." Kevin menjerit ia melirik ke arah Nabila. Wanita itu kaget dia hendak menggeser kursi untuk berdiri tapi dengan cepat Kevinn datang ia langsung memeluk Nabila dari belakang, " Aku kelilipan kenapa kunciran rambutnya dilepas?" ucap Kevin seraya menempelkan dagunya di bahu Nabila.
"Kamu aneh tadi aku kuncir katanya goda kamu, sekarang aku lepas katanya kamu kelilipan," Nabila mencebik.
__ADS_1
"Nggak usah dilepas biarin aja aku memandang leher jenjangmu." Kevin mengulurkan tangannya ke depan dia memotong steak salmon yang tadi ia masak. Lalu menyuapkan ke mulut Nabila.
"Kamu hanya memandang? Aku tau kamu orangnya seperti apa. Yang ada kamu menyiksa dirimu sendiri." Nabila makan sembari berbicara. Ya, Nabila tahu Kevin itu Casanova dulu sebelum jatuh cinta terhadap Nabila. Bagi Kevin, Wanita itu kecil untuk dia dapat.
"Hahhah.. kalau aku mau tinggal aja masuk kamar mandi tuntaskan dengan sabun. Paling hanya dengar kecebong kecil berteriak papa- papa di dinding kamar mandi." Kevin menarik kursi lalu duduk di samping Nabila.
"Emang ada, dinding kamar mandi bisa teriak?" Nabila memasang wajah bingung.
"Hmmm...ada." Kevin mengangguk. Mulutnya terus menikmati salmon steak buatannya.
Nabila meletakan garpu dan sendok diatas piring dia menatap Kevin penuh selidik, " Benar?" tanyanya untuk meyakinkan diri.
"Nanti deh aku jelaskan sekarang makan katanya hari ini ada kerjaan. cepatan makan nanti aku yang antar ke kerjaan mu." suruh Kevin seraya tertawa.
Nabila memutar mata malas dia kesal kenapa Kevin tidak menjelaskan dinding kamar mandi bisa memanggil papa namun bukan Kevin namanya jika ia tidak berhasil membujuk Nabila.
Usai sarapan seperti biasa Kevin tidak membolehkan Nabila mencuci piring bekas mereka makan tapi mafia itu yang mencuci dan merapikan ruang makan dan dapur sementara Nabila sudah selesai bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Jangan cantik-cantik seperti ini sayang, entar aku ada saingannya." Kevin mengisi celah jemari Nabiial dengan jemarinya keduanya berjalan keluar apartemen menuju basement.
"Jangan berlebihan nanti udah nikah lihat yang daun muda mulai ngiler lupa sama istri yang dulu di puji-puji." sindir Nabila.
__ADS_1
"Aku akan buktikan kalau omongan kamu tidak akan berlaku di aku. Kamu juga bisa lihat kan sayang, kelompok kami kalau uda menikah titel mafia uda nggak berlaku lagi." Ia berbicara seraya membuka pintu mobil.
Nabila pun masuk ke dalam mobil dia hanya tersenyum karena apa yang dikatakan Kevin itu benar. Karena, kedua sahabatnya itu tidak pernah dengar ada gosip perselingkuhan di rumah tangga mereka. Nabila pun berharap semoga rumha tangganya bersama Kevin nanti juga tidak ada pihak ketiga yang datang mengganggu rumah tangga mereka nantinya.