Izinkan Aku Menjadi Ayahnya

Izinkan Aku Menjadi Ayahnya
Duduk berdekatan?


__ADS_3

Mendengar cerita Kevin, pria itu terenyuh ia bisa merasakan bagaimana kwatirnya Kevin saat ini. Di tambah lagi wajah Kevin memelas membuat pria itu langsung menyetujui tawaran Kevin.


''Baik tuan, saya mau tukaran seat dengan tuan,'' jawab pria itu.


Lagian siapa sih nggak mau? Dari kelas ekonomi ditukar dengan kelas bisnis boleh dong sesekali dia menikmati kelas bisnis duduk di kursi luas bisa slonjoran , dapat pelayanan tidak seperti kelas ekonomi duduk kakai ditekuk ditambah agi tidak nyaman jika tidur . Pria itu sudah tidak sabaran menikmati seat di kelas bisnis itu.


''Terima kasih. Karena istri saya juga tengah hamil anak pertama kami.'' tambah Kevin. Membuat hati pria itu tercubit, merasa bersalah atas sikap dia selama ini terhadap istrinya. Terlepas dari masalah apa yang tengah di hadapi Kevin saat ini tapi pria ini benar-benar salut dengan Kevin yang tetap mempertahankan rumah tangga mereka pikir pria itu.


Pria itu tersenyum, dia iri dengan perlakuan Kevin. Sementara pria itu sendiri selalu meninggalkan istrinya seorang diri di Paris meskipun istrinya sedang hamil bahkan waktu itu anak kedua mereka lahir dia tidak mendampingi istrinya karena pekerjaan. Oleh karena itu, tanpa berpikir panjang lagi dia langsung setuju setidaknya membantu pasangan ini agar kembali akur batin pria itu.


****


Kevin dan Pria itu berpisah di tangga pesawat karena kelas bisnis di bagian depan sementara kelas ekonomi di bagian belakang.

__ADS_1


Kevin sampai di pintu pesawat. Di depan pintu pesawat ada dua pramugari yang berdiri untuk memeriksa boarding pass.


''Selamat Malam, tuan.''


''Malam.'' Kevin memberikan boarding passnya.


Kedua pramugari itu tersenyum ketika melihat wajah Kevin. Salah satu Pramugari menyikut lengan temannya, ''Tampan sekali, tuan ini.'' Lalu keduanya tersenyum.


Kevin yang mendengar hanya menahan tawa dalam hati, '' Sayangnya hatiku sudah di curi Nabila. Wanita yang sudah membuat ku gila.'' batin Kevin.


"Oh Tuhan. Apakah benar dia jodohku?" batinnya dalam hati.


Detak jantungnya yang tadi berdetak normal tiba-tiba berdetak makin kencang. Ia menunduk sedikit, " Permisi." ucapnya kepada penumpang pesawat yang duduk di kursi 11A.

__ADS_1


"Silakan," sahut pria itu. Lalu ia menyamping sedikit memberi ruang untuk Kevin masuk dan duduk di kursi tengah.


Sayangnya wanita itu tidak terganggu sama sekali dengan obrolan singkat Kevin dan pria yang duduk disebelahnya. Dia justru menikmati indahnya pemandangan kota Spanyol di malam hari untuk yang terakhir kalinya. Ya, Karena Nabila memutuskan tinggal di Paris untuk selamanya.


Kevin sibuk mmemasangkan sabuk pengaman di tubuhnya. Lalu ia menarik topinya sedikit lebih kebawah menutupi wajahnya tangannya juga membenarkan maskernya setelah memastikan Nabila tidak mengenali dirinya. Kevin menyenderkan kepalanya di senderan kursi lalu ia memejamkan matanya.


Sekarang dia sudah tenang karena wanita yang ia cari sudah berada di sampingnya walaupun wanita itu tidak menyadari kehadiran dirinya tidak mengapa bagi Kevin intinya Nabila sekarang sudah aman di dalam pengawasan Kevin.


Kevin memasukkan tangan ke dalam mantelnya karena sangat dingin. Sesekali dia melirik ke arah Nabila penasaran dengan apa yang sedang Nabila pikirkan karena dari wajah Nabila. Kevin, tau Nabila sedang memikirkan banyak hal. Mungkin tentang Reno? Kehamilan dia?


Melihat Nabila menghela napas berat Kevin ingin sekali meraih tangan yang sedang menopang dagu indahnya itu. Lalu berbisik, " Jangan takut aku sudah disini bersamamu. Kita sama-sama menghadapai masalahmu, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian lagi seperti kemarin. Jangan takut, jika ada waktu nanti akan aku beri pelajaran kepada pria itu mengajarkan dia cari menghormati wanita." batin Kevin.


Setelah tiga puluh menit menunggu pesawat take off. Akhirnya burung besi itu mulai bergerak berarti pesawat segera take off. Terdengar komunikasi antara pilot dan pihak bandara begitu juga di depan ada dua orang pramugari yang sedang memberikan instruksi. Tapi, Nabila masih tetap di posisi tadi melihat keluar jendela pesawat.

__ADS_1


''Thanks God,'' Gumam Kevin.


Pesawat mulai terbang menuju kota Paris Kevin pura-pura tidur karena perjalanan Spanyol-Paris dua jam lamanya pesawat mengudara.


__ADS_2