Izinkan Aku Menjadi Ayahnya

Izinkan Aku Menjadi Ayahnya
Calon istri.


__ADS_3

"Aku mandi dulu. Gerah bangat," ucap Nabila saat dia dan Kevin baru saja masuk ke dalam apartemen.


"Ya, jalannya hati-hati jangan buru-buru," pesan Kevin.


Seperti biasa Nabila masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri begitu juga Kevin, dia berjalan masuk ke kamarnya untuk membersihkan juga karena tubuhnya yang lengket terkena keringat.


Setelah tiga puluh menit Nabila sudah selesai mandi dia mengenakan terusan bermotif kupu-kupu warna pink sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih ia pun berjalan keluar dari kamar perut Nabila yang semakin membesar membuat ia berjalan seperti pinguin.


''Cantik banget istriku. Kenapa kecapean?Duduk disini biar aku pijitin." Kevin yang asyik menonton televisi langsung menatap Nabila penuh damba. Wajahnya tidak bisa berbohong kalau saat ini dia sangat bahagia.


''Belum istri baru calon istri.'' sewot Nabila. Wanita itu masih kesal karena ulah Kevin yang membuat dia hampir saja kena serangan jantung mendadak tadi di Eifel.


''Ya aku tau kamu masih calon istirku. Karena itu, besok fitting gaun ya. Dua hari lagi kita menikah.'' Kevin menepuk sofa disampingnya meminta Nabila duduk didekatnya. Pria itu tidak bisa jauh-jauh dari Nabila padahal menikah saja belum.


''Dua hari? Kita perlu bersiap-siap.'' Nabila kaget. Benar gimana tidak kaget menikah bukan pergi berbelanja dipasar ketemu barang yang diinginkan bayar pulang ke rumah. Ini mengikat janji antara dua insan dan bukan permainan.


''Ya. Emang kenapa? Kan yang mengerjakan semuanya wedding organizer kenapa kwatir?'' Kevin menghirup aroma strobery di rambut Nabila, '' Wangi banget.'' bisik Kevin lagi. Ia pun terus memberi pijitan lembut di bagian punggung Nabila, "Gimana pijitan aku enak nggak?" tanya Kevin seraya memamerkan deretan gigi Putihnya.


''Enak, kamu selain bisa memacu jantung orang, kamu juga bisa menjadi ahli pijit handal." Nabila terkekeh. Dia merasa lucu melihat wajah Kevin. Lalu, Nabila meraih remote ia pun mengganti saluran tivi.


''Hmmm... Drakor lagi apa suaminya kurang cakep apa?'' gumam Kevin yang cemburu karena Nabila selalu memuji aktor korea.


''Beda. Pak Kevin tidak seganteng Taecyeon 2pm.'' goda Nabila.


Kesal karena Nabila terus memuji aktor favoritnya akhirnya Kevin meraih remote dan mematikan tivi.

__ADS_1


''Ish...cemburu sama aktor.'' gerutu Nabila.


''Lagian suami uda cakep gini masih nggak bersyukur. Muji-muji pria lain lagi.'' sewot Kevin. Akhirnya Kevin menyerah ia menekan tombol on lagi membiarkan Nabila menikmati drakor kesayangannya.


"Makasih sayang. Kamu yang terbaik di dunia ini," Nabila senang karena akhirnya Kevin menyalakan Tivi lagi.Dia juga menempelkan kepalanya didada Kevin. Lalu Kevin membelai rambut Nabila membaurkan wanita itu nyaman dan sepuluh menit kemudian bukannya menonton Tivi tapi Nabila justru tertidur di dada bidang Kevin.


Kevin mendaratkan satu kecupan di kening Nabila, " Maafkan aku atas kejutan tadi. Semua yang aku lakukan itu untuk mengekpresikan perasaan cintaku ke kamu. Sungguh aku sangat mencintaimu setulus hatiku, sayang." Kevin menatap wajah yang sedang tertidur pulas didadanya itu.


❤️❤️❤️❤️


Reno sedang disidang bos Mafia. Karena, mafia berdarah dingin itu telah mengetahui kemana Nabila pergi dan penyebab dari Nabila menghilang.


''Kau harus menjauh dari gadis itu dan anaknya. Walaupun suatu saat Kevin mengizinkan kau boleh mendekati anak itu tapi aku ingatkan jangan sampai kau muncul sebagai ayah biologisnya tapi muncullah sebagai seorang paman." tegas Alfonso.


Setelah memperingati Reno, ia mengizinkan Reno pulang namun baru saja Reno berdiri dari sofa Alfonso kembali memanggil Reno, " Kevin dan Nabila...Dua hari lagi akan menikah. Aku harap kau hadir dipernikahan mereka." Alfonso tersenyum sinis.


Reno menghentikan langkahnya, jantungnya tiba-tiba berdenyut kencang.Ia meremas dadanya menahan rasa aneh yang bergejolak didalam sana, "Ren..lupakan. Bukan dia hanya pemuasmu?" batin Reno.


"Apa kau tidak mendengar ucapanku tadi?" tanya Alfonso lagi.


"Saya dengar tuan.Saya akan usahakan untuk hadir." sahut Reno.


"Baiklah aku berharap kau hadir." Alfonso memicingkan matanya.


"Baik tuan.Saya permisi." usai pamit Reno bergegas ke ruang kerjanya. Ia menghempaskan tubuhnya dikursi kerja, tangannya memijit keningnya yang tiba-tiba sakit mendadak.

__ADS_1


"Menikah? Apa semudah itu dia melupakan aku?" Reno memutar ponselnya.


Pria itu berpikir Nabila tidak bisa move on dari dirinya.Makanya tadi mendengar ucapan dari Alfonso, dia sempat tidak yakin. Tapi setelah menatap wajah Alfonso ia akhirnya yakin Nabila pasti akan segera menikah. Namun, hingga saat ini dia belum tahu dimana Nabila berada.


Drtth...


Tiba-tiba ponsel Reno berdering gegas Reno menerima panggilan telepon seluler itu. Ia menggeser layar ponsel dan meletakkan ditelinga bagian kirinya.


"Hallo..."


["Kita bisa bertemu] tanya si penelepon.


"Ya, bisa." sahut Reno.


["Baiklah. Kau sharelock.]


"Baiklah."


Usai menelpon Reno meletakkan ponselnya dengan sangat kasar, " Kenapa dia menelpon aku? Jangan bilang dia... Argh..." Kevin menarik kasar rambutnya dia heran sejak Nabila menghilang ada saja masalah yang datang menghampiri dirinya.


****


Sementara di salah satu kafe letaknya tidak jauh dari kantor Reno bekerja. Wanita itu gelisah sesekali dia mengangkat kepalanya menatap kearah luar mencari seseorang.


"Pokoknya aku tidak mau dipermainkan seperti wanita itu." gumam gadis yang sedang menunggu seseorang di kafe itu.

__ADS_1


__ADS_2