Izinkan Aku Menjadi Ayahnya

Izinkan Aku Menjadi Ayahnya
Jangan Bohong


__ADS_3

Tok...tok...tok...


Mendengar pintu kamar diketuk Nabila memaksakan dirinya untuk bangun. Padahal sebenarnya matanya masih sangat berat untuk di buka. Sebelum kakinya melangkah turun dari ranjang ia menyempatkan diri membuka ponselnya.


''Baru pukul lima pagi.'' Dia lalu hendak mengembalikan ponselnya di nakas namun banyak notifikasi yang masuk memaksa Nabila kembali menggulirkan layar ponselnya.


''Hah?'' Nabila menutup mulutnya kedua bola matanya hampir saja melompat keluar.


''Reno menelpon sepuluh kali dan dua puluh lima pesan suara lima puluh chat belum terbaca dari Reno. Ada apa?'' pekik Nabila.


Namun, suara ketukan pintu kembali terdengar. Nabila terpaksa meletakkan ponselnya diatas ranjang begitu saja. Lalu Nabila beranjak turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu kamar Nabila.


''Ada apa, Bi...'' ucap Nabila seraya membuka pintu kamar. Namun Belum juga pintu Nabila terbuka lebar Reno sudah mendorong tubuh Nabila kembali masuk ke kamarnya.


Nabila kaget bukan main. Dia yang tadi mengira pelayan nya yang mengetuk pintu namun ternyata semua dugaannya salah. Reno yang datang subuh seperti ini? Mengapa?


Nabila ketakutan dia berusaha melepas dirinya dari cekalan tangan Reno namun tenaga Nabila kalah jauh dari tenaga Reno.

__ADS_1


''Kau kenapa lagi? Aku sudah menyerah dan pasrah tidak akan mengganggu apalagi meminta kau bertanggung jawab untuk bayiku tidak aku tidak akan lagi. Silakan pergi dari apartemenku. Aku tidak ingin pelayanku mencurigai dengan kedatanganmu yang mendadak gila seperti ini.'' Nabila masih berusaha melepas diri namun sekarang dua tangan Nabila sudah dicengkram Reno dengan kasar.


''Apa tujuanmu meninggalkan USG didepan pintu ku? Kau ingin mempermalukan aku? Ha? Jawab?!'' bentak Reno. Saat ini dia sudah mengukung tubuh Nabila diatas ranjang satu kakinya menahan kedua paha Nabila. Kekasihnya itu berusaha menendang dada Reno tapi tidak bisa.


Plak...


Satu tamparan melayang di pipi mulus Nabila.


"Auh...sakit." rintih Nabila.


"Jawab!" Bukan mengasihi Nabila yang menjerit kesakitan Reno semakin emosi dia terus memaksa Nabila untuk menjawab mengapa USG itu bisa jatuh?


''Bohong!''


Plak...


Satu kali lagi tamparan melayang di pipi Nabila.

__ADS_1


''Sunggung aku tidak berbohong. Sakit pipi ku aku mohon lepaskan aku.'' lirih Nabila yang mulai kehabisan tenaganya.


Pelayannya yang mendengar keributan di dalam kamar Nabila, bingun harus dengan cara apa dia menolong Nabila. Dia memeluk perutnya di depan pintu kamar Nabila.


Tangannya hendak mendorong pintu kamar tapi ia urungkan lagi, tidak berani masuk namun dia juga tidak tega mendengar jeritan Nabila. Dia selama ini tidak pernah mengetahui apalagi melihat pria bertubuh tinggi itu di ajak Nabila datang ke apartemen Nabila. Ini kali pertama pria ini datang namun mengapa pria itu seperti sangat marah dan langsung nyolonong masuk ke kamar Nabila tanpa permisi?


''Apa aku telepon Nona Stefani saja? Tapi, Nona Nabila pasti akan marah.'' Saat sedang kalut dengan pikirannya terdengar pintu kamar dibuka dengan kasar.


Reno keluar dengan emosi napasnya tersengal-sengal dia lalu membanting pintu kamar Nabila dengan sangat kasar. Sorot matanya langsung menatap tajam pelayan yang tengah ketakutan didepan pintu kamar Nabila.


''Kejadian ini tidak ada orang lain selain kau. Awas saja sampai ada orang lain yang mengetahui kejadian ini berarti kau orangnya menyebarkannya. Dan ingat aku tidak main-main dengan ancaman ku akan ku buat kau menyesal seumur hidup mu. Mengerti?!'' Reno menunjuk tepat di mata Pelayan Nabila.


Wanita paruh baya itu sangat ketakutan dia hanya mengangguk mengerti dengan kepala tertunduk. Pelayan itu berharap pria gila ini segera pergi dari apartemen Nabila agar dia bisa masuk ke kamar Nabila memastikan majikannya itu baik-baik saja.


Setelah mengancam pelayan Nabila. Reno lalu segera keluar meninggalkan apartemen Nabila tanpa memperdulikan kondisi Nabila saat ini.


''Dasar pria gila. Sumpah demi pantat ayam dia akan jomblo seumur hidup. Dia juga t tidak layak menjadi kekasih nona Nabila.'' sumpah serapah pelayan itu kepada Reno.

__ADS_1


Setelah mengeluarkan sumpah serapahnya. Pelayan itu berlari masuk ke kamar Nabila. Betapa kagetnya pelayan itu, ketika melihat majikannya sedang tidur dengan posisi tengkurap.


"Non...Nona... Nona Nabila..." Panggilnya berulang kali tapi Nabila tidak menjawab atau sekedar menggerakkan tubuhnya.


__ADS_2