Izinkan Aku Menjadi Ayahnya

Izinkan Aku Menjadi Ayahnya
Aku baik-baik saja.


__ADS_3

''Berarti Nabila nggak mau nyusul Stefani dan Leticia? Siapa tahu mereka bisa hamil bareng.'' Entah polos atau bodoh ucapan Andre membuat wajah Reno memerah. Pria bertubuh tinggi itu tidak bisa menjawab semua pertanyan dari dua Mafia jomblo karatan itu.


''Hehehe, bisa aja tuan Andre. Biar aku jadi paman yang paling manis saja untuk anak-anak Leticia,'' sahut Reno menutupi rasa groginya.


Reno memang sangat dekat dengan Leticia, mengingat dari awal Leticia meniti karier didunia modeling Reno lah orang yang berperan penting dalam pekerjaan Leticia. Karena itu, setelah menikah Alfonso tidak mengizinkan Leticia berkarier di dunia modeling lagi.


Leticia kasihan ketiga sahabatnya yang kehilangan pekerjaan mereka, istri dari Boss mafia itu akhirnya meminta Reno, Nabila dan Stefani bekerja diperusahaan Alfonso tepatnya perusahaan kedua orang tua Alfonso. Namun, yang menerima tawaran itu hanya Reno. Karena, Nabila memilih tetap menjadi MUA dan menjual cosmetic secara online. Sementara Stefani tidak diizinkan bekerja sama Glen karena Glen tidak ingin kekasihnya itu bertemu dengan pria lain selain dirinya.


♥️♥️♥️


Kevin membelokkan mobil sport berwarna putih itu masuk ke halaman mansion. Dia bergegas turun dari mobil dan kunci mobilnya ia lemparkan ke security yang menjaga didepan pintu masuk mansion.


''Tolong parkirin,'' suruh Kevin.


''Beres, tuan.'' sahut Bale, security Mansion.


Kevin mengangkat jempolnya keatas seraya terus berjalan masuk ke mansion. Diruang keluarga ada, Glen, Alfonso, Walker, dan Mason. Mereka sedang membahas masalah markas.


''Vin, lu baru datang?'' tanya Glen. Ketika melihat sahabatnya itu datang dan langsung duduk disamping Mason.


''Ketiduran,'' sahut Kevin. Dia lalu ikut bergabung dengan sahabat-sahabatnya itu menikmati wine.


''Ketiduran atau memikirkan wanita.'' timpal Walker.

__ADS_1


''Hehehe udah malas mikir cewe, sekarang kalau pengen tinggal aja main di club banyak cewe yang datang asal siap tenaga aja.'' ujar Kevin. Ia melirik kearah sepasang kaki jenjang yang sedang melangkah menuju kamar Leticia. Dia wanita yang membuat Kevin lupa daratan, Nabila. Gadis itu bergegas berjalan menuju Leticia dan Stefani yang sedang menunggu dia didepan kamar Leticia.


''Yang benar?'' Glen tertawa geli, matanya melirik ke arah Nabila yang sementara cipiki-cipika dengan Stefani dan Leticia didepan pintu.


''Benar lah.'' yakin Kevin.


''Syukurlah akhirnya sahabatku ini berani keluar dari zona nyaman. Terlepas dari bayangan semu Nabila.'' Glen menyesap wine di cangkirnya.


Glen sengaja memancing Kevin dia ingin tahu reaksi Kevin. Akhirnya, dia tersenyum dan sudah ada jawabannya yang selama ini dia dan Stefani bahas sebelum tidur.


❤️❤️


''Nab, kenapa datangnya telat? Tau gitu tadi aku bareng kamu aja, '' ujar Stefani seraya menempelkan pipi kiri-kanan dipipi Nabila.


''Uda periksa ke dokter? Jangan abaikan loh Nab kalau sakit lambung, bahaya.'' ketiga wanita itu masuk ke kamar yang biasanya dipakai Nabila jika dia menginap di mansion.


''Nanti aja deh,'' sela Nabila.


''Jangan nanti. Apa aku minta Alfonso hubungi dokter Louis datang ke sini aja?" tawar Leticia menatap Nabila.


Leticia dan Stefani mengamati Nabila. Sahabatnya itu pucat, dilihat dari kantong matanya yang menghitam Nabila seperti kurang tidur.


''Benar, Nabila. Kamu harus periksa di dokter, lihat wajah mu pucat sekali.'' imbuh Stefani.

__ADS_1


Nabila meletakkan tasnya diatas nakas. Kemudian dia datang duduk di tepi ranjang bersama kedua sahabatnya itu.


''Nggak aku baik-baik saja. Kalau aku nggak kuat lagi baru deh aku minta bantuan.'' ujar Nabila seraya mengusap perut Leticia.


''Sayangnya, mama Nabila sehat-sehat ya didalam sini.'' Ia tersenyum menatap perut besar sahabatnya itu. Namun, dalam hatinya ia berharap semoga nasibnya sama dengan nasib Leticia dan Stefani.


''Ren, aku harap kita juga bahagia seperti Leticia dan Stefani. Sakit rasanya melihat kebersamaan mereka sementara aku hanya mengelus perutku dengan sembunyi- sembunyi,'' batin Nabila.


Dia menatap keatas langit-langit kamar karena air matanya yang sudah penuh dipelupuk matanya.


''Kamu kenapa?'' tanya Stefani bingung melihat Nabila yang terus menatap keatas langit-langit sembari berkedip menahan air matanya tidak jatuh.


''Aku kelilipan.'' bohong Nabila. Dia mengucek matanya dengan tangannya.


''Udah deh nggak bohongi kita. Kamu dan Reno lagi bertengkar?'' Leticia yang tidak bisa menahan diri lagi akhirnya bertanya.


''NGGAK. Aku baik-baik saja.'' Nabila masih belum jujur.


Kedua sahabatnya itu akhirnya mengalah mereka memilih diam. Tidak baik memaksa Nabila untuk jujur. Mereka juga tidak ingin ikut campur terlalu dalam karena ini masalah pribadi Nabila dan Reno. Karena, mereka percaya Nabila dan Reno sudah dewasa bisa mengatasi masalah sendiri. Namun, Leticia dan Stefani selalu ada jika Nabila butuh teman curhat.


''Ya udah aku berharap hubungan kalian baik-baik saja.'' harap Leticia diangguki Stefani.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2