
Sementara di dalam apartemen. Pria itu sangat marah, dia melayangkan kakinya diatas udara untuk meluapkan emosinya.
"Siala*n! Dia kabur!"
Reno berjalan menuju sofa, ia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa, kepalanya dia senderkan di sofa seraya tangannya memijit-mijit kening. Reno berharap semoga Nabila tidak pulang ke mansion bisa tamat riwayatnya, memikirkan itu membuat kepala Reno mendadak sakit.
Namun, ada yng mengganggu pandangannya. Ada amplop berwarna coklat didepan pintu?
Reno berdiri dia berjalan ke arah pintu sorot matanya menatap tajam amplop coklat itu tidak ada alamat maupun nama pengirim. Karena, rasa penasaran Reno segera membuka amplop coklat itu. Ia pun mengeluarkan isi amplop itu, matanya membulat saat ia melihat gambar yang ada ditangannya. Ya, walaupun dia pria Reno paham mana hasil USG wanita hamil.
"Hi, Papa ini aku, anakmu." tulisan tangan Nabila sengaja Nabila tempelkan di hasil USG itu tidak lupa dia bubuhkan juga stiker senyum bukannya membuat Reno bahagia justru membuat Reno geram.
"Jadi, dia benaran hamil anak aku? Bagaimana ini? Dia harus gu*gurkan kandungan itu aku nggak mau menikahi dia. Enak aja dia yang minta pacaran bukan aku." Reno menarik napas panjang, dia menggigit bibir bawahnya, kedua tangannya mengepal lalu surat itu diremas sampai kumal.
Reno lalu berjalan masuk ke kamar nya dia membuang amplop itu diatas ranjang. Pria itu tidak mau meninggalkan di atas meja ruang tamu kwatir pelayan nya itu lihat bisa hancur image dia yang selama ini dikenal pria baik-baik.
Kemudian, Reno keluar lagi dari kamar dia membuka pintu lalu berjalan menuju lift. Reno masuk ke dalam lift mengejar Nabila. Reno berharap semoga Nabila masih di lobby apartemen mengingat Nabila tadi tidak membawa mobilnya.
Sesampainya di lobby dia tidak menemukan Nabila, Reno mengusap kasar wajahnya.
"Wanita itu cepat sekali jalannya. Jangan-jangan dia siluman kelinci? Cepat banget jalannya."
Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar lobby namun tidak ada sosok yang dia cari. Reno berjalan ke arah Security yang berjaga di depan pintu masuk lobby.
"Pak, tadi kelihatan wanita berambut sebahu, cantik, kulitnya putih bersih, memakai mantel coklat apa dia tadi ada di lobby sini?" tanya Reno. Ia mengacak pinggang menunggu jawaban dari Security itu.
__ADS_1
"Tidak, tuan. Maaf saya tidak melihat wanita yang ciri-cirinya disebutkan, Tuan tadi." Security itu membungkuk.
"Argh...sial*an. Lalu kemana dia? Jangan-jangan dia masih bersembunyi disekitar apartemen sini?" Otak Reno bekerja cepat dia lalu meminta Security mengantarkan dia ke ruang monitor cctv.
"Pak, tolong antarkan saya ke ruang monitor cctv,"
"Baik, Tuan." jawab Security itu tenang.
Keduanya pun berjalan menuju ruang monitor. Sesampainya di ruang monitor, Reno menunggu Security itu memutar lagi kejadian hari ini di layar monitor. Ternyata Nabila tiba-tiba menghilang di tangga darurat.
"Pak tolong diperbesar yang menit kedua," suruh Reno.
Security itu menurut benar Nabila masuk ke dalam pintu darurat dan sialnya dia tidak mengetahui lagi ke mana Nabila pergi karena di tangga darurat sama sekali tidak ada cctv.
"Lanjut di depan lobby tempat menunggu taksi,"
"Terima kasih, Pak." ucap Reno. Dia tidak mau membuang waktunya di ruang monitor. Pria itu bergegas keluar dari ruang monitor.
"Sama-sama, Tuan." balas Security.
Reno berlari keluar dia mencari Nabila di sekitar apartemen terutama di tangga darurat tapi hasilnya nihil tidak menemukan Nabila.
"Kemana, wanita sia*lan itu?" Reno mengangkat kepalanya lalu memejamkan matanya.
Dia menyesal telah mengajak Nabila ke apartemennya, niatnya mau memaksa Nabila untuk menggu*gurkan kandun*gannya tapi justru dia yang dibuat bingung dengan hilangnya Nabila yang entah pergi ke mana dia sendiri tidak mengetahui.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️
Setelah Nabila masuk ke mobil. Kevin menghampiri Security dia menunjukkan identitasnya untuk menakuti Security itu.
"Pak sudah mengenal saya?" Kevin tersenyum.
"Ya," jawab Security itu ketakutan.
"Baik. Jika sudah ikuti perintahku. Hapus rekaman cctv yang ada wanita itu dia ada didalam mobil saya. Usahakan wanita itu menghilang di tangga darurat." ujar Kevin.
"Nanti ada pria ini," Kevin mengeluarkan ponselnya dia menunjukkan foto Reno yang tersimpan di galeri ponselnya, " Pak, mengenal pria itu?" Kevin menatap tajam Security itu.
"Saya kenal pak. Tuan, Reno. Dia penghuni Apartemen ini." jawab Security itu cepat. Dia berharap pria ini segera pergi jauh-jauh dari hidupnya.
"Baik. Jika pak mengenal dia. Saya yakin dia pasti akan mencari wanita itu jika dia tanya turuti saja apa permintaannya. Tapi, ingat jangan katakan jika bapak melihat wanita itu di lobby. Satu lagi sekarang juga segera pergi ke ruang monitor hapus semua rekaman yang ada wanita itu dan saya." Kevin mengeluarkan lembaran poundsterling lalu memberikan kepada Security itu.
"Ini ambil untuk pak,"
"Terima kasih, tuan,"
"Sama-sama,"
Security itu pun memasukkan lembaran poundsterling ke dalam kantong celananya. Kemudian dia berjalan ke ruang monitor lalu menghapus sesuai yang diperintahkan Kevin. Setelah memastikan semua rekaman yang ada Nabila dan Kevin sudah terhapus semua. Security itu mengheka napas lega.
"Aku masih ingin hidup. Ngeri aja berurusan dengan mafia Red Devil," gumam Security itu bergidik ngeri.
__ADS_1
Siapa yang tidak mengenal kelompok Red Devil itu? Bukan hanya di Spanyol tapi Eropa dan Italia pun mengenal kelompok itu dimana mereka membu*nuh tanpa ampun mengelua*rkan org*an para musuh jika ada yang mengusik pekerjaan mereka.