
"Aku menang banyak, Vin. Hahah... Tidak perlu capek-capek merayu apalagi mengeluarkan duit di wanita malam di club-club seperti yang kau lakukan. Tapi, setiap kali ingin dipu**askan Nabila datang dan melayani aku bahkan gadis bodoh itu rela melakukan apa saja demi selalu berada di sisiku. Asal kau tau dia itu gadis agresif kalau urusan di ranja**ng. Dia yang selalu pegang kendali di saat kami melakukan hu..."
"Bangs**at Kau! Tutup mulut busukmu atau pagi ini akan ku kirim kau ke neraka. Laki- laki baji*ngan!" Belum juga Reno selesai bicara Kevin sudah membungkam mulut Reno dengan satu pukulan dibibir Reno hingga pria itu merasakan gigi depannya terlepas dari gusi.
Kevin semakin membabi buta dia terus melayangkan pukulan di bibir Reno, wajah dan kaki kirinya menendang perut Reno hingga Reno tersungkur di lantai.
Dada Kevin naik-turun menahan amarah. Wajahnya merah padam. Kevin tidak bisa mendengar orang menghina Nabila. Wanitanya itu ya Nabila gadis baik-baik dia seperti itu karena salah Kevin yang terus-menerus mengejar Nabila hingga Nabila hilang akal.
__ADS_1
Reno sudah babak belur, darah segar mengucur dari hidung, mulut pipinya terdapat sobek karena terkena pukulan kasar dari Kevin.
Reno masih berusaha bangun dia ingin membalas Kevin tapi dengan cepat Kevin menginjak punggung Reno. Mafia itu membungkuk dia menatap tajam Reno tangannya mengangkat wajah Reno menatap Kevin, " Dengarin aku baik-baik! Mulai saat ini aku tidak akan mengizinkan kau menatap Nabilaku lagi apalagi sampai menyentuh dia dengan tanga kotormu ini. Jika kau berani menyentuh dia dengan tangan kotormu ini. Aku bersumpah tanganmu ini akan aku patahkan dan kau akan ku kirim ke neraka sebelum malaikat pencabut nyawa datang menjemputmu." Kevin memukul-mukul pipi Reno lalu tangannya menjatuhkan kepala Reno ke atas lantai.
Brugh..
"Argh..."
Kevin menarik kasar tubuh Reno dia memaksa Reno berdiri. Pria tampan itu berdiri sempoyongan lalu kerah baju Reno lalu ia melayangkan satu pukulan lagi di perut Reno hingga tubuh Reno tersender di tangga darurat.
__ADS_1
"Ini pukulan dari Nabila dan janinnya. Ingat, kau sendiri yang mengakui Nabila mengandung anakmu. Aku tidak peduli dia akan aku angkat derajatnya hingga kau menyesal melihat mereka berdua. Aku bersumpah, anak itu tidak akan pernah mengenalmu walaupun kau bersujud di kakiku meminta ampun. Pun aku tidak akan pernah mengizinkan kau menyentuh sehelai rambut anak itu." tegas Kevin. Jari telunjuknya menunjuk tepat di mata Reno.
Reno menepis tangan Kevin dari wajahnya.
"Singkirkan tanganmu, aku tidak peduli janin itu. Ambil semuanya aku tidak peduli. Hahaha...." Namun tiba-tiba Reno melihat semua yang didepan berputar seperti Rollcooster. Dia mencoba menahan dan mengendalikan dirinya.
"Terima kasih. Akan ku buat kau menyesal ketika melihat mereka nanti. Pegang baik-baik perkataan aku ini." Kevin mengambil ponselnya dia lalu menelepon seseorang usai menelpon dia menatap Reno.
"Jika aku mau aku bisa bunuh kau hari ini juga. Sayangnya tidak ada yang mau membeli organ tubuh dari iblis jelmaan manusia seperti dirimu. Ingat urusan kita belum selesai.Mulai hari ini berada dalam pantauan ku. Apa kau lupa? Saat ini kau bekerja dimana? Hahah... Sayangnya aku bukan pengecut. Aku lebih suka menyelesaikan masalah sendiri tanpa melibatkan anggota Red Devil." Kevin mendorong kasar tubuh Reno hingga pria itu terhuyung dan terjatuh ke tangga.
__ADS_1
Ucapan Kevin benar jika perbuatan Reno ini diketahui anggota Red Devil maka Reno pasti akan dibun*uh dengan sadis. Tapi, Kevin bukan pria pengecut ini bukan mengenai pekerjaan ini tentang perasaan dia, dia jatuh cinta kepada seorang wanita. Maka dari itu hanya dia sendiri yang boleh menghajar Reno.
Usai memberi pelajaran kepada Reno. Kevin menelpon anak buahnya meminta mereka datang membawa Reno ke rumah sakit. Sementara Kevin memesan taxi dia memilih kembali ke Paris, meminta maaf kepada wanita itu dan akan...