Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 18. Aku bukan Demit


__ADS_3

"Itu bukan liurku, mungkin saja itu gambar pulau yang ada di pakaian raja, atau gambar sungai yang air nya mulai menyurut", masih berdalih untuk mempertahan kan harga diri.


"Sudah ada bukti nya masih ngelak, coba kau perhatikan dengan jelas, mana ada gambar di pakaian raja, yang mulia hanya memakai pakaian polos biasa", ujar Rama menjelas kan


"Terserah apa katamu, tapi yang jelas aku tidak pernah merasa ileran", masih mengelak


"Apa kalian sudah selesai", tanya raja dingin


"Belum.. sudah..!!", menjawab keras secara bersamaan


Saling tatap dengan tajam seperti ada percikan api pada mata mereka, dan sesaat kemudian saling membuang muka.


Para prajurit serta dayang yang melihat pun terbengong menyaksikan perdebatan mereka,


tidak ada yang berani menyela saat melihat ekspresi raja mereka yang terlihat marah.


Seperti tersambar petir rasa nya saat melihat raja Alfa yang memandang ke arah nya dengan tajam.


Sontak saja Rama langsung membungkuk beberapa kali dengan tubuh gemetar minta maaf saat teringat telah membentak raja.

__ADS_1


"Hehee.. rasakan kau, mangka nya jangan pernah berdebat dengan ku", Kinar yang melihat reaksi Rama yang ketakutan pun langsung tertawa pelan dan menjulurkan lidah nya.


**Awas saja kau demit yang suka ngeliur, aku akan memberikan perhitungan pada mu** gerutu Rama dalam hati.


****---******-----******-----*******----*****


Raja Alfa melangkah memasuki istana


dengan di ikuti dua pengawal setia nya, Kinar yang merasa di abaikan pun ikut mengikuti kemana raja Alfa pergi, dan sampai lah mereka ke sebuah ruangan yang luas dengan banyak tirai berwarna putih di setiap dinding nya.


Persis seperti kamar pengantin kalau di dunia manusia, tempat tidur yang terlapis seprai putih dan tertutup tirai bergantung melati di sekeliling nya, lantai yang dilapisi karpet dan bertabur bunga melati, semua serba putih.


Bahkan begitu masuk kedalam nya aroma melati langsung menyambut Kinar.


"Apa yang ada di dalam isi kepalamu itu", sebuah suara dingin membuyar kan lamunan nya.


Kinar pun tersadar dengan sedikit malu, tidak menyangka ada yang bisa menebak isi kepala nya.


jangan salahkan Kinar yang berfikiran seperti itu, salah kan otak nya yang sedikit menyimpang ke jurusan enak-enak.

__ADS_1


"Huh.. mengganggu kesenangan orang saja", gerutu Kinar berusaha menutupi malu nya.


"Hei.. kenapa kau ikut kemari, dan sejak kapan kau berdiri di situ, kenapa kami tidak menyadari nya", pertanyaan beruntun di layangkan Rama pada Kinar


"Untung saja kita belum sempat membuka pakaian yang mulia untuk membantu nya mandi, kalau tidak dia pasti sudah melihat tubuh berharga yang mulia", cerca nya lagi


"Tentu itu tidak akan terjadi, apa kau lupa siapa yang mulia, pasti yang mulia sudah tau kalau dia ada di ruangan ini, mangka nya yang mulia belum memerintah kan kita untuk membuka pakaian nya", jawab Lucas


"Yaa.. kau benar Lucas, dan kau demit liur cepat lah keluar dari kamar yang mulia", suruh Rama


"Kauu.. berani nya memanggil ku seperti itu, sudah ku bilang aku gak liuran, dan lagi.. aku bukan demit, mana ada demit secantik aku ini", seru Kinar narsis


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung


Banyak typo mohon di maklumi..🙏🙏


__ADS_2