
Para pangeran yang melihat pertikaian para raja pun menjadi bingung, bagaimana mungkin mereka berselisih hanya karna satu wanita.
Apakah sebelum nya mereka tidak menyelidiki dahulu asal usul si wanita dengan benar, kenapa yang seperti ini bisa sampai terjadi.
Tak ada yang mau mengalah dalam hal itu hingga mulai terjadi keributan.
Saat para raja tengah ribut untuk istri dari anak mereka, sementara wanita itu sendiri seperti menikmati pertikaian itu.
Dan ekspresi puas nya itu tertangkap oleh mata tajam pangeran Brian.
dia yakin ada yang salah dengan semua ini.
Keributan para raja masih berlanjut dan tidak ada yang mau mengalah, hingga mereka menjadi gelap mata dan memulai pertarungan.
Para pangeran mahkota berusaha untuk melerai pertengkaran yang ada, dan bukan nya berhenti para raja bahkan berusaha untuk melenyap kan pangeran mahkota dari kerajaan lain, agar putra nya bisa memperistri wanita itu sendiri.
Semakin lama pertempuran semakin besar, dan bahkan sudah menggunakan senjata, banyak prajurit serta rakyat yang menjadi korban dari pertempuran tak berfaedah itu.
Acara yang sakral dan penuh berkah itu berubah menjadi malapetaka.
__ADS_1
hutan Victoria yang cantik berubah menjadi lautan darah.
Para rakyat berusaha menyelamat kan diri masing-masing, sedangkan para pengawal ikut berperang karna melihat raja mereka yang berperang.
Saat keributan semakin menjadi, penyebab dari keributan itu sendiri berjalan mundur secara teratur menjauhi area pertempuran.
Saat akan membalikan badan tanpa di duga pangeran Brian sudah berada di dekat nya dengan mengacung kan pedang ke leher si wanita.
Rupa nya segala gerak gerik wanita itu tidak luput dari pandangan pangeran Brian sejak tadi, meskipun dalam bertarung tapi mata tajam nya tetap memperhatikan sekitar.
Wanita itu sendiri berteriak ketakutan saat melihat mata pedang yang sudah menempel di leher nya, hingga membuat pangeran Zain datang mendekat.
Pertempuran kembali terjadi dengan ganas nya, pangeran Brian menyerang pangeran Zain dengan lincah dan selalu berhasil di tangkis dengan baik
Hingga saat pangeran Brian akan menebas kepala pangeran Zain, tak sadar pangeran Zain menunduk dan melupakan wanita yang ada di belakang nya hingga pedang itu mengenai wajah si wanita dengan luka yang lebar menyamping, mulai dari dahi sebelah kiri hingga rahang sebelah kanan.
Jeritan si wanita membuat peperangan berhenti sejenak dan menatap fokus ke arah nya, wanita itu berlari menjauh sambil berteriak kesakitan.
Tak terima dengan perbuatan pangeran Brian yang melukai wanita pujaan nya sejak pandangan pertama itu, pangeran Zain sendiri berusaha melenyap kan pangeran Brian dengan amarah yang memuncak.
__ADS_1
Pangeran Alfa yang melihat kemarahan pangeran Zain datang mendekat untuk melerai, berusaha mengatakan bahwa wanita itu tidak baik dan penuh tipu muslihat
Pangeran Zain tidak terima dan malah menyerang pangeran Alfa juga, dan pertarungan kembali berlanjut hingga menewaskan raja dan ratu dari setiap kerajaan.
Para pangeran yang melihat nya pun terdiam dengan penyesalan masing-masing karna tidak dapat melerai pertarungan dan malah ikut bertarung.
Dengan luka di sekujur tubuh para pangeran saling menatap satu sama lain, tanpa ada yang ingin bergerak atau pun berbicara.
Hingga muncul lah sesosok kakek tua dengan jenggot panjang yang sudah di penuhi uban dan mengatakan sesuatu yang membuat para pangeran dan yang lain nya terdiam kaku.
-----
-----
-----
-----
Bersambung.
__ADS_1