
"Yang mulia, ayo tepati janjimu." Seru Kinar
"Janji yang mana?!" Sahut raja Brian datar
"Yang mulia, kau itu sangat tampan dan menawan. Tapi kenapa kau sudah pikun dengan rambut berwarna cabai itu." Kata nya lagi
"Jangan mengolok rambut indahku. Di alam ini hanya aku yang memiliki rambut seindah ini. Kau saja terpesona dengan warna rambutku." Sahut raja Brian
"Yaa, kau benar. Kau memang sangat tampan dengan rambut cabai itu." Kata Kinar. Dan sesaat kemudia dia sadar bahwa bukan itu yang mereka bahas. "Hei.. Kau jangan mengalihkan pembicaraan yang mulia. Aku masih ingin menagih janjimu." Sambung nya lagi. Kinar merasa telah di bodohi saat melihat senyuman remeh yang di perlihatkan raja Brian.
"Kenapa kau sangat penasaran dengan makanan itu?." Tanya raja Brian
"Karna aku merasa itu sangat enak. Kenapa kalian begitu pelit kepada gadis terlantar seperti aku." Memulai drama
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh. Yang kau lihat itu bukan makanan untuk manusia. Itu merupakan darah hewan liar yang di buru dan di tampung dalam sebuah tempat. Dan darah itu sudah di awetkan sampai tujuh kali matahari terbit hingga jadi mengental seperti jelly yang kau bilang." Jelas raja Brian panjang lebar
"Tapi kenapa harus darah hewan liar, dan hanya para raja yang dapat memakan nya?!" Tanya Kinar lagi
"Hah cerewet sekali.. Karna darah hewan liar masih murni dan belum tercemar. Dan itu memang hanya di khususkan untuk para raja, untuk menyempurnakan sesuatu yang kami miliki." Jelas raja lagi
"Yang mulia kau jahat!. Kau sudah mematahkan semangat anak perawan. Padahal kau sudah berjanji, dan janji adalah hutang. Kalau itu di desaku, kau sudah di pukuli oleh tuan tanah karna tidak mampu bayar hutang. Tapi karena aku gadis yang baik dan juga cantik, maka aku putuskan tidak akan memukulmu. Dan sebagai ganti nya, berikan aku itu." Kata nya penuh siasat
"Apa yang kau inginkan?!" Tanya raja Brian datar
"Apa?! Katakan yang jelas." Desak raja Brian
"Ish kau ini.. Percuma sedemit tampan dan menawan tapi tidak punya sinyal. Meng-artikan omongan gadis saja tidak tau. Kalaupun sinyal disini payah, jaringan kan ada. Pakai saja itu jaring laba-laba mesum yang kemarin." Kata nya kesal dengan tidak nyambung
__ADS_1
Raja Brian hanya menatap datar pada gadis yang ada di depan nya. Entah bagaimana nasib kerajaan nya nanti ketika dia menjadi ratu di istana ini. Kalau seorang ratu bersikap begini, raja Brian jadi meng-khawatirkan rakyat nya. Jangan sampai para rakyat ketularan sifat tak beres nya
---****----*****----*****----******
Keesokan hari nya, Kinar berjalan untuk menikmati udara pagi. Dan saat ini dia sampai di sebuah ruangan yang penuh dengan pilar kokoh. Ruangan itu mengingatkan Kinar dengan kedatangan nya pertama kali di istana Alaska. Dimana dia dan patih Arjuna yang dulu saling kejar-kejaran di antara pilar itu.
Karna jalan sambil melamun, tanpa sengaja Kinar menabrak dada bidang sesosok pria yang berjalan dari arah berlawanan dengan nya. Saat akan jatuh, pria itu memegang tangan Kinar dengan kuat.
Saat tau siapa yang menabrak nya, Kinar menatap pria itu dengan intens
-----
-----
__ADS_1
-----
Bersambung.