
Waktu berlalu dan hari terus berganti, tidak terasa sudah sebulan Kinar berada dalam istana yang dia sendiri tidak tau apa.
Setiap hari hanya Kinar lalui dengan Bima dan Lasmi yang menemani nya.
"Kinar, apa yang kau lakukan disini, kenapa kau keluar istana sendiri dan dimana Lasmi". Bima datang menghampiri Kinar yang sedang duduk sendiri di taman dengan muka cemberut.
"Lasmi gak ada, dari pagi aku gak liat Lasmi tuh", acuh Kinar
"Hei.. ada apa dengan mu, kenapa wajahmu cemberut gitu, nanti cantik mu bisa hilang Kinar".
"Aku kesal sama yang mulia Zain, kenapa setiap kali ketemu dia selalu galak padaku, bahkan seperti ingin menelanku hidup-hidup".
__ADS_1
"Memang nya apa lagi yang kau lakukan sampai Zain marah padamu", tanya Bima
"Kakak, aku gak ngelakukan apapun, aku cuma lagi sembunyi karna mau ngerjai pengawal yang berjalan kearah ku".
"Terus?, gak mungkin kan hanya karna sembunyi dia sampai marah padamu, pasti ada hal lain yang kau lakukan", tuduh Bima
"Adasih, tapi aku kan gak sengaja, si raja es itu langsung marah-marah padaku".
"Pas aku lagi jalan-jalan di sekitar istana, aku lihat ada seorang pengawal yang berjalan dengan wajah buruk, wajah nya itu selalu seram dan gak pernah senyum, bahkan waktu itu dia juga memarahi ku karna aku berniat mengintip keluar istana, aku ngintip kan bukan mau keluar cuma mau lihat pemandangan nya aja, tapi dia udah marah-marah nyuruh aku masuk,
Pas tadi kebetulan aku jumpa dia lagi, aku ingat perlakuan nya kemarin padaku dan aku berencana ingin membalas nya dengan menyiram wajah nya pake bunga taik ayam yang udah di tumbuk dan di larutkan dengan air, saat aku sembunyi di balik pilar besar sambil mendengar langkah yang mulai mendekat, aku langsung menyiram wajah nya dan berteriak rasakan ini jelek..!!
__ADS_1
Setelah menyiram nya aku tertawa jahat karna merasa dendam ku sudah terpenuhi, tapi dugaan ku salah karna pengawal yang jadi target ku gak terkena air itu sedikitpun, dia berdiri tepat di belakang orang yang ku siram, malah ku lihat dia seperti orang kaget,
Sesaat aku terkejut karna orang yang ku siram bukan pengawal jelek itu tapi raja Zain, dia melihatku dengan seram dan seperti nya mau menelanku hidup-hidup, setelah minta maaf aku langsung lari kesini tanpa mendengar kata-kata dari nya karna takut lihat wajah nya yang seram itu, tapi sebelum lari aku sempat lihat wajah pengawal jelek yang jadi target ku tertawa jahat padaku walaupun tanpa suara", jelas Kinar panjang di kali lebar.
"Hahahaaa.. dasar ceroboh, gimana bisa kau salah sasaran gitu, pantas saja saat aku berpapasan dengan nya dia tak menyahut saat ku tegur", jawab Bima di sela tawa nya
"Berhenti lah tertawa kak, sekarang apa yang harus ku lakukan biar raja es itu gak marah lagi padaku, entah apa yang akan terjadi kalau dia sampai menemukan ku", tanya Kinar
"Baik lah baik, aku gak akan mentertawa kan mu lagi, tapi.. apa kau pikir raja Zain gak tau kalau kau ada di sini hemm",
"Apa..!! jadi dia tau aku ada di sini, kakak tolong aku", mohon Kinar
__ADS_1
Jangan lupa like yaa 👍👍