
Tak.. Tak.. Taak..
Ting.. Klotak.. Bruk..!!
"Suara berisik apa itu. Siapa yang buat keributan tengah malam begini?." Tanya patih Arjuna
"Lapor patih, kami mendengar suara berisik itu dari kamar nona Kinar." Sahut salah satu pengawal
"Apa lagi yang di lakukan anak manusia itu." Geram nya.
"Kalau patih izinkan biar kami yang mengecek nya." Sahut pengawal
"Yaa.. Cepat kalian cek, aku penasar apa yang di lakukan nya." Memberi titah
"Baik patih."
Tak berapa lama, pengawal yang di tugaskan untuk mengecek telah kembali. Namun mereka terlihat gugup dan ketakutan.
"Bagaimana.. Apa yang dia lakukan?" Tanya patih Arjuna
__ADS_1
"Itu patih.. Anu.." Bicara tergagap
"Itu anu apa? Cepat jelaskan." Tekan patih Arjuna
"Ka.. Kami bingung bagaimana menjelaskan nya. Sebaik nya patih langsung saja melihat sendiri." Kata pengawal
Tanpa banyak bertanya lagi patih Arjuna langsung menuju kamar Kinar. Dan setelah sampai di depan pintu yang terbuka lebar itu, dia mematung dengan mata melotot melihat apa yang terjadi di depan nya.
Kinar yang tengah berdiri dengan sebelah tangan berkacang pinggang dan sebelah tangan mengangkat sepatu nya yang kanan. Sorot mata tajam bagai orang kesetanan, dan juga mulut yang komat kamit seperti mbah dukun baca mantra. Dengan segelas air putih, lalu pasien di sembur. Buuuurrrr...
Eits.. Gak gitu konsep nya.. Ekhem.. khem..!!
Mereka bahkan sudah gemetar hanya membayangkan kemarahan raja Brian, apa lagi jika melihat nya langsung. Tapi orang yang melakukan nya bahkan hanya komat kamit seperti kesetanan.
"Yaa ampun.. Apa yang kau lakukan. Kenapa semua barang berharga milik yang mulia bisa hancur?!" Seru patih Arjuna garang
"Hei.. Cepat jawab!! Apa sekarang kau jadi tuli karna selalu di bentak yang mulia." Teriak nya lagi, saat orang yang di ajak bicara hanya diam pada posisi nya
"Apa kau bilang..!!" Seru Kinar garang. Sesaat pandangan nya yang tajam mengarah pada patih Arjuna dan para pengawal
__ADS_1
"Aa.. Aku bilang apa yang kau lakukan pada benda berharga milik yang mulia." Sahut patih Arjuna gugup
"Benda berharga apa.. Itu hanya tanah liat yang di keringkan. Aku juga bisa membuat nya." Jawab nya santai, setelah pandangan nya menyapu seluruh ruangan tempat nya tidur yang sudah terlihat seperti kapal pecah.
"Tapi bagaimana kau menjelaskan semua ini pada yang mulia?." Tanya patih Arjuna lagi
"Dia tidak akan marah. Kalaupun dia marah aku akan--.." Belum menyelesai kan kalimat nya Kinar terkejut saat mata nya tanpa sengaja melihat sosok pria yang berdiri di luar.
Pria tampan yang memiliki wajah dingin dan sorot mata tajam tengah berdiri dengan gagah nya. Rambut nya yang merah menyala terlihat berkilau di bawah sinar rembulan.
Ternyata saat keributan tadi terjadi, raja Brian langsung terbangun. Walaupun dia dapat melihat meski hanya duduk di kamar, tapi raja Brian tidak dapat mendengan pedebatan antara patih nya dan Kinar.
Sebenar nya raja Brian sudah berdiri di sana saat patih Arjuna marah tadi. Dan dia sengaja hanya diam menunggu jawaban gadis yang selalu membuat semua penghuni istana geger atas ulah nya.
-----
-----
-----
__ADS_1
Bersambung.