Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 27. Merayakan


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan yang merupakan aula tempat para bangsawan berkumpul atau merayakan pesta, terlihat dua makhluk yang berbeda jenis sedang merayakan kemenangan mereka.


Dapat di tebak bagaimana reaksi patih Rangga saat melihat kamar nya nanti, dan hanya membayang kan nya saja mereka sudah tertawa ngakak.


Aula yang kosong tanpa ada makhluk lain selain mereka berdua, membuat pasangan absurt itu memakai nya dengan leluasa.


Raja Alfa yang baru saja pulang dari berkeliling untuk melihat kondisi para rakyat pun terdiam saat mendengar suara yang berisik seperti menyanyi, tapi lebih tepat nya lagi berteriak bagai suara singa liar yang lagi radang tenggorokan.


Raja Alfa beserta dua pengawal setia nya pun berjalan mencari asal suara yang sangat mengganggu itu.


Bukan hanya raja Alfa saja yang penasaran dengan suara itu, rupa nya para petinggi lain juga mencari sumber suara yang membuat hati pendengar nya mengeluarkan kata-kata keramat.


Saat para petinggi berpapasan dengan raja Alfa mereka membungkuk dan memberi hormat pada raja agung itu, setelah nya mereka bersama-sama menuju asal suara yang di perkirakan dari aula untuk perayaan pesta.


Begitu sampai di depan aula yang pintu nya terbuka itu, mereka melihat patih Danu yang sedang berdiri dengan salah satu kaki di letak kan di sebuah kursi dan memegang sapu lidi dengan tangan kiri yang di letak kan di atas perut nya, sementara tangan kanan nya menggesek sapu itu dengan kuat.


Terdengar suara dari patih Danu yang berbunyi teroreroreng.. jreng.. jreng.. hiyaaahaaa.. metal meen... tak lupa kepala nya yang mengangguk angguk seperti orang ngantuk dan tangan nya yang sesekali mengepal ke atas dengan tiga jari yang terbuka.

__ADS_1


Sementara sang gadis itu sendiri dengan percaya diri nya berteriak bagai demit kurang waras yang merasuki manusia dengan memegang sebelah sepatu, sementara yang sebelah lagi masih terpasang di kaki nya.


Sesekali gerakan tangan nya terlihat sama dengan patih Danu saat mengeluarkan teriakan.


Bahkan sanking serius nya mereka tidak menyadari dengan kehadiran berpasang mata di depan pintu aula yang memperhatikan aksi mereka.


Sampai suara deheman yang terkenal dingin menyadarkan patih Danu dari ulah nya.


Ekhem..


Seketika patih Danu diam mematung saat melihat apa yang ada di depan pintu.


"Hai saudara.. ayo gerak kan badanmu, bergoyang lah bersama ku", seru nya sambil memperaga kan goyang patah-patah bagai artis terkenal.


"Kinar sadarlah.. lihat lah apa yang ada di depan sana", panggil patih Danu dengan berbisik


"Memang nya apa yang kau lihat.. apa kau melihat masa depan ku", jawab nya cuek masih sambil bergoyang

__ADS_1


"Yaa.. masa depan tentang kematian, mangka nya aku bilang sadar dan lihat lah", terang patih Danu


"Hah.. kenapa sih kau bicara tentang kematian, memang nya kau melihat malaikat maut", sahut Kinar masih belum sadar.


"Aku rasa ini lebih mengerikan dari itu, coba kau berhenti berjoget dan lihat di belakang mu", tambah nya lagi


Melompat sedikit demi sedikit ke belakang sambil bergoyang, dan begitu menghadap pintu masuk aula Kinar terperanjat dengan posisi tangan di pinggang dan pinggul yang masih bergoyang.


Bahkan karna terkejut dia lupa bahwa goyangan nya masih berlanjut.


-----


-----


-----


-----

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2