
"Selamat ratuku, kau sudah resmi menjadi seorang ibu." Kata raja Alfa mencium kening Kinar
"Selamat ratuku, selamat." Kata raja Zain girang
"Selamat juga untuk kalian. Sekarang kalian sudah menjadi ayah." Kata Kinar
Setelah tabib membersihkan keempat bayi Kinar, bayi itu di letakkan di samping nya.
Kinar yang melihat bayi-bayi nya memasang wajah syok.
"Ratuku, ada apa denganmu?." Tanya raja Brian
"Apa mereka anak yang aku lahirkan tadi." Tanya Kinar
"Tentu saja, apa kau lupa." Sahut raja Zain
"Huaa hiks hiks." Tangis Kinar
"Hei ada apa denganmu, kenapa kau menangis." Bingung para raja
"Hiks apa salah dan dosaku sampai melahirkan anak seperti itu." Kata nya
"Hei kenapa menangis, memang ada apa dengan anak kita." Tanya raja Brian mengelus kepala Kinar
"Hiks aku sangat sedih. Mereka baru saja aku lahirkan, tapi kenapa dua di antara nya sudah beruban hiks hiks." Kata nya
"Beruban apa?." Heran para raja
"Tentu saja kedua demit kecil itu. Coba kalian lihat, satu memiliki rambut hitam seperti anak pada umum nya, satu lagi warna merah seperti rambut jagung, dan yang dua ini, kenapa mereka sudah beruban hiks hiks huaaa. Betapa banyak nya dosaku, sampai anakku juga menanggung nya." Kata nya panjang lebar
Ketiga raja dan tabib yang mendengar hanya menghela nafas mereka. Memijit kening dan menggelengkan kepala tanda lelah.
"Apa yang ratu maksut, mereka bukan beruban. Coba ratu perhatikan lagi." Kata tabib coba menjelaskan
"Hiks sudah aku lihat tiga kali tapi tidak berubah, mereka tetap beruban hiks hiks." Sahut nya
"Astaga ratu! Merka bukan beruban, tapi mereka memiliki warna rambut seperti yang mulia raja Alfa." Kata tabib menjelaskan
"Mirip apa nya? Raja Alfa berambut perak, tapi kedua demit kecil ini berambut putih seperti uban." Sahut nya
__ADS_1
"Itu karena mereka masih kecil. Kelak, jika mereka sudah mulai dewasa rambut nya akan menjadi perak seperti yang mulia raja Alfa." Kata tabib menjelaskan dengan sabar
"Eh, iyakah?." Sahut Kinar dengan menghapus air mata nya
"Tentu saja." Sahut raja Alfa dengan senyum lembut
"Huhuu aku memiliki anak yang sangat mirip dengan suamiku. Aku sungguh wanita yang sangat beruntung." Kata nya
----
----
----
Hari demi hari terus berganti, sudah satu minggu sejak kelahiran penerus kerajaan gaib. Hari ini, seluruh alam gaib tengah merayakan atas kelahiran mereka.
Berkah dari sang pencipta yang tiada dua nya.
Para raja menggendong satu, dan kinar juga menggendong satu yang paling kecil dalam artian, yang di gendong Kinar adalah yang paling bungsu.
Mereka duduk di singgasana dengan berjajar, memandang para rakyat yang tengah bahagia. Senyum manis menghiasi wajah ayu Kinar ketika melihat keempat anak nya yang sangat cantik dan tampan.
"Ratuku, apa kau tidak merindukan dunia asalmu?." Tanya raja Brian dengan penuh perhatian
"Benar, apa kau tidak ingin kembali ke sana." Kata raja Alfa pula
"Sebenar nya aku sangat rindu, tapi.. Untuk apa aku kembali ke sana? Selama ini aku hidup bersama kedua orang tuaku, dan sekarang mereka sudah tiada. Aku kembali pun sudah tidak ada guna nya." Kata nya dengan sedih
"Lalu kau tidak akan meninggalkan dunia gaib ini kan? Kau tidak akan meninggalkan kami kan?." Tanya raja Zain
"Tentu saja tidak! Aku sudah mendapatkan kebahagiaanku di sini. Aku sudah memiliki tiga suami yang sangat tampan dan menyayangi aku, aku juga memiliki empat anak dengan kalian. Aku.. Kinara Ayu, sudah menjadi bagian dari alam gaib ini, dan separuh jiwaku sudah milik kalian.
Jadi.. Bagaimana bisa aku meninggalkan kalian." Kata Kinar tulus
Mereka saling pandang dan kemudian berpelukan bersama. Mulai saat ini, mereka akan selalu bersama membesarkan ke empat buah hati.
Penderitaan yang Kinar alami di dunia manusia dulu sudah berakhir, kini kebahagiaan akan selalu hadir dalam hidup nya.
Menjadi ratu di alam gaib adalah jalan takdir Kinar, ini lah keluarga Kinar saat ini.
__ADS_1
Tempat bagi nya untuk berpulang dan berkeluh kesah.
Siapa yang menyangka bahwa kebahagiaan nya akan datang dari alam lain. Alam yang tidak pernah terpikirkan oleh nya sebelum nya.
Kinar memandang jauh ke langit biru, mengulas senyum manis saat bayangan kedua orang tua nya hadir dan tersenyum pada nya.
"Aku bahagia.. Sangat bahagia." Bisik nya lembut dengan air mata kebahagiaan.
-----
-----
-----
END..
Hai semua.. Aku Merpati Putih, penulis JRAG.
Aku gk nyangka bisa nyelesaikan karya pertama aku yang suka2 ini..
Dunia apa yang penuh dengan khayalan selain dunia novel. Jadi, nikmati aja alur cerita nya dan jangan ngeluarkan koment yang menyakiti hati yaa 😁😁😊👌👌
Fiuh.. Ternyata menulis cukup melelahkan. Bukan cuma lelah pikiran, jari pun juga jadi keriting ngetik nya.. 🤭🤭
Semoga karya aku ini bisa menghibur banyak orang. Kalau kangen sama Kinar, baca ulang aja yaa 😅😅
Untuk kedepan nya kita akan bahas mengenai anak2 mereka yang tampan dan cantik. Tapi untuk saat ini cuti dulu yaa.. 😊😊
Pertanyaan: Kok udah end aja tor..
Jawab: Karena Kinar sudah menemukan kebahagiaan nya. Dia sudah menjadi ratu satu-satu nya di alam gaib sesuai dengan ramalan. Jadi, yaa gk jadi apa-apa sih..🤔🤔
Kinar tetap Kinar, manusia konyol yang gk akan pernah berubah 😏😏
Inti nya cerita ini sudah END dan gk gantung yaa. Karena akhir nya Kinar bahagia, bukan menderita..
Aku ucapin makasih banyak buat kalian yang sudah sangat baik mendukung karya pertama aku ini. Makasih banget buat komet kalian yang selalu lucu dan nyemangati aku 🙏🙏
Sampai jumpa di lain waktu.. 🖐🖐
__ADS_1
Salam hangat "Merpati Putih" 🕊🕊🕊