Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 24. Rama si biang kerok


__ADS_3

Raja Alfa, dan dua pengawal nya terus melihat Kinar yang masih tertawa karna mendengar kata-kata patih Danu, Kinar yang sadar di perhatikan pun langsung menghentikan tawa nya.


"Ekhem, kenapa kalian terus melihat aku", tanya Kinar kikuk


Sementara yang ada di dalam ruangan hanya diam tanpa berniat menjawab, membuat Kinar tambah canggung.


"Gak usah terlalu serius natap nya.. nanti kalau kalian suka padaku bagaimana?", tambah nya mulai narsis.


"Siapa yang akan menyukai wanita aneh sepertimu", sahut rama ketus


"Kau itu kenapa selalu cari masalah dengan aku, coba kau perhatikan Lucas.. dia sangat baik dan tenang, dan kadar ketampanan nya bertambah karna sikap nya itu, tapi kau.. kau bahkan terlihat lebih tua dari kakek berwajah bengis", cerocos Kinar tanpa henti


Kakek berwajah bengis yang di maksud Kinar adalah salah satu petinggi kerajaan yang memiliki rambut panjang putih, sebenar nya bukan lah tua sampai Kinar menyebut nya kakek, hanya saja wajah nya selalu sinis tiap kali melihat Kinar.


Para petinggi kerajaan Liptah banyak yang masih muda, bukan tanpa alasan mereka di angkat menjadi petinggi kerajaan, itu semua karna kepintaran dan kelihaian mereka dalam melakukan sesuatu.


"Siapa yang kau maksud kakek berwajah bengis, apakah patih Rangga", tanya Rama


"Tentu saja dia.. memang siapa lagi yang tua dan berwajah bengis", sahut Kinar

__ADS_1


"Benarkah.. apa kau punya dendam pada nya, dan apa yang akan kau lakukan bila bertemu dengan nya", tanya Rama terus memancing dengan senyum smirk nya.


"Yaa.. aku dendam pada nya, ingin sekali aku menghajar wajah nya itu, kalau bukan karna dia tampan sudah aku pastikan dia menjadi thiwul", sahut nya berapi api.


Semua yang mendengar Kinar berbicara dengan bahasa aneh hanya diam dengan kening berkerut, kecuali patih Danu pasti nya


"Siapa yang ingin kau jadikan tuyul", sahut suara dari arah pintu


Seketika Kinar menegang saat mengetahui siapa yang datang, dia pun melirik Rama yang tersenyum miring saat melihat nya seolah mengatakan 'rasakan kau'.


Setelah masuk dan memberi salam pada raja Alfa, patih Rangga melihat Kinar dengan sadis.


Kinar yang melihat tatapan patih Rangga pun tanpa sadar berlari ke belakang raja Alfa.


"Tentu saja kau.. tapi bukan tuyul yang aku bilang, melainkan thiwul", sahut Kinar


"Yang mulia tolong lah aku.. lihat lah wajah patih mu sangat menyeramkan". rengek Kinar


"Siapa yang menyuruh mu berlari ke belakang ku, lancang sekali", sahut raja Alfa dingin

__ADS_1


"Maaf yang mulia.. kau bisa menghukum aku nanti, tapi sekarang selamat kan dulu aku dari nya", melas Kinar


"Pergi lah dulu kalian ke ruang pertemuan, aku akan menyusul nanti", titah raja Alfa


"Baik yang mulia", menjawab serentak


Setelah yang lain keluar, Kinar berjalan ke hadapan raja Alfa dengan senyum mengembang.


"Terimakasih yang mulia.. jika tadi kau tidak menolong aku pasti kakek berwajah bengis itu sudah menelan ku hidup-hidup", tutur Kinar


"Karna kau sudah berani lancang maka aku akan menghukum mu", sahut raja Alfa


Kinar yang melihat raja Alfa bangkit dari tempat duduk dan berjalan menghampiri nya pun merasa gugup.


-----


-----


-----

__ADS_1


-----


Bersambung.


__ADS_2