
Para raja dan patih segera berlari mendekati Kinar. Saat sampai, mereka mengangkat tubuh nya dan membaring kan nya di rerumputan.
Mereka semua sudah berdiri mengelilingi Kinar yang sekarat.
"Aku sudah tau apa yang di maksud dengan darah spesial, dan kalian bisa hidup tenang mulai sekarang. Walaupun aku mati sebelum merasakan malam pertama, tapi aku akan mencoba merelakan nya, asal kan kalian mencium ku untuk yang terakhir dalam hidupku ini." Kata nya dengan lemah. Walaupun di ambang kematian, sifat mesum nya juga keluar.
"Ayo cium aku. Impianku adalah, dapat di cium pria tampan seperti kalian para yang mulia." Sambung nya dengan senyum
Setelah mengatakan itu, Kinar memuntah kan darah kental dan akhir nya menutup mata.
Walaupun demikian, dia masih memberikan senyum pada mereka yang melihat nya.
"Gadis bodoh, ayo bangun. Aku tidak mengijinkan kau untuk mati." Kata raja Brian menepuk pipi Kinar
"Hei bangun lah, apa kau tidak ingin mengganggu para penghuni istana lagi dengan kelakuan mu." Kata raja Alfa juga
__ADS_1
"Gadis bodoh ini, saat akan mati pun dia masih meminta ciuman dari kita." Kata raja Zain yang sudah menetes kan air mata nya.
"Kau ingin ciuman kan? Maka bangun lah. Jika kau bangun aku akan memberi mu banyak ciuman." Seru raja Brian yang masih menepuk pipi Kinar.
"Kau adalah temanku, ayo bangun. Apa kau tidak ingin mengerjai patih Rangga lagi?. Dia tidak akan marah kalau kau kerjai lagi." Kata patih Danu dengan isak tangis nya.
"Begitu banyak kenangan yang kau tinggalkan untuk kami, tidak kah kau ingin mengulangi nya.. Mengulangi semua nya dari awal." Kata patih Rangga yang juga menangis
Semua prajurit sudah menangis melihat tubuh yang di penuhi darah itu. Mereka sangat kehilangan sosok Kinar yang selalu membuat masalah. Saat semua menangis, hanya raja Brian yang sadar dengan sesuatu yang bersinar kecil di bagian perut Kinar.
Raja Alfa dan raja Zain yang menyadari mustika kehidupan bergetar terdiam dan saling pandang. Karna getaran mustika begitu kuat, mereka merasakan sakit dan akhir nya mengeluar kan mustika itu.
Begitu mustika keluar, suara yang sangat mereka kenal menggema di sana.
Suara itu membimbing mereka untuk menyatukan mustika kehidupan dan meletak kan nya di pusar Kinar yang mengeluarkan sinar.
__ADS_1
Setelah menyingkap sedikit pakaian yang Kinar kenakan, mereka segera meletak kan batu mustika itu dan kemudian menetes kan darah mereka di atas nya. Tak lama setelah itu, batu mustika mengeluarkan cahaya biru dan masuk dalam tubuh Kinar.
Luka yang ada pada Kinar menutup dan menghilang sepenuh nya tanpa meninggal kan bekas sedikit pun. Kini tubuh itu terlihat lebih segar dan sehat dari sebelum nya.
Saat membuka mata, pandangan yang pertama kali di lihat Kinar adalah raja Brian, karna dia yang paling dekat dengan posisi nya dengan Kinar saat ini.
Saat kesadaran nya sudah terkumpul sepenuh nya, Kinar mengernyit kan dahi karna merasa ada sesuatu yang menempel di kulit perut nya.
"Aku rasa aku masih perawan, tapi kenapa kalian memegang perutku seolah aku tengah mengandung. Apa kalian sudah berbuat enak-enak tanpa aku tau rasa nya saat aku tidak sadarkan diri?!" Tanya nya dengan cemberut
-----
-----
-----
__ADS_1
Bersambung.