
Sudah lumayan lama ketiga raja hanya diam tanpa bicara, nereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing. Memikirkan berbagai cara agar bisa mengatasi bencana ini.
Raja Brian dan raja Zain sangat berharap agar mereka tidak mengalami nasib yang sama seperti yang di alami raja Alfa.
"Hah, aku sudah memikirkan berbagai cara tapi tidak ada hasil. Maaf kawan, aku tidak bisa membantumu kali ini." Kata raja Zain dengan mengangkat kedua tangan tanda menyerah.
"Bagaimana dengan raja Brian, apa kau ada cara?." Tanya raja Alfa berharap
"Aku juga tidak memiliki cara. Sebaik nya nikmati saja kebahagiaanmu." Kata raja Brian menyindir
"Sebaik nya kami segera pergi dari sini sebelum ketahuan oleh Kinar." Sambung raja Brian lagi
"Yaa, itu benar. Selamat bersenang-senang kawan." Ledek raja Zain dengan tertawa bahagia karena melihat penderitaan raja Alfa.
"Kalian ini! Bagaimana bisa kalian begitu tega padaku." Kata raja Alfa berdiri dari duduk nya
"Tega apa nya? Ratu sendiri yang memilih ingin tinggal bersamamu, jadi nikmati saja." Sahut raja Brian
"Sudah lah, ayo cepat keluar. Kalau berlama-lama takut nya kita akan bertemu dengan ra-tu." Kata raja Zain dengan terbata di akhir
Sebelum mereka keluar dari ruang pertemuan, ternyata Kinar sudah masuk duluan. Tentu saja hal itu membuat kedua raja yang ingin kabur menjadi terkejut.
"Tidak mau bertemu denganku yaa?." Kata Kinar dengan mata nyalang
"Bu-bukan! Aku bilang tidak mau bertemu dengan.. Dengan patih Danu." Sahut raja Zain mengkambing hitam kan patih Danu.
"Iya kah?." Tanya Kinar datar
"Iya benar. Ayo bilang iya, cepat bilang." Kata nya pada raja Brian
__ADS_1
"Dia sendiri yang tidak mau berjumpa denganmu, aku mau kok." Kata raja Brian dengan senyum sinis pada raja Zain
"Sialan! Kau menyelamatkan dirimu sendiri, awas saja kau." Kata raja Zain
Raja Alfa yang melihat kebingungan raja Zain hanya tersenyum sinis. Ingin mengerjai nya tapi diri sendiri ikut terlibat.
"Ratuku, bagaimana kabarmu. Sudah lama sekali tidak berjumpa." Tanya raja Brian merangkul Kinar
"Tidak usah basa basi! Bisa-bisa nya kalian mengadakan pertemuan tanpa melibatkan aku. Apa kalian memang tidak ingin berjumpa dengan aku? Jawab..!" Desak Kinar dengan tegas
"Tidak...!" Menjawab spontan karena terkejut.
Setelah sadar dengan jawaban nya, mereka menutup mulut dan saling pandang.
"Tega nya kalian." Kata Kinar mendrama
"Tidak usah merayuku. Kalau kalian ingin mendapat maafku, kalian harus melakukan sumpah dan mengikuti perkataan aku." Kata Kinar dengan berkacak pinggang
"Huh, yaa sudah kami mengaku salah. Kami akan bersumpah dan mengikuti perkataanmu." Kata mereka
"Bagus! Sekarang ikuti aku." Suruh Kinar
"Aku sebagai raja." Seru Kinar
"Aku sebagai raja." Sahut mereka
"Akan selalu menyayangi ratuku." Kata Kinar
"Akan selalu menyayangi ratuku." Sahut mereka
__ADS_1
"Dan akan mengikuti semua perkataan nya." Kata Kinar
"Dan akan mengikuti semua perkataan nya." Sahut mereka
"Kalau sampai aku melanggar." Kata Kinar
"Kalau sampai aku melanggar." Sahut mereka
"Maka tugu jamurku, auh sakiit." Kata Kinar
"Maka tugu jamurku, auh sakiit." Sahut mereka
"Perutku sakit sekali." Kata Kinar
"Perutku sakit sekali." Sahut mereka
"Apa yang kalian lakukan. Aku bilang perutku sakit." Kata Kinar
"Apa yang kalian lakukan. Aku bilang perutku sa-kit." Sadar seketika
"Apa? Perutmu sakit." Seru mereka bersamaan.
-----
-----
-----
Bersambung.
__ADS_1