Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 85. Kabar bahagia


__ADS_3

Tabib istana yang paling terbaik di panggil untuk memeriksa Kinar. Setelah sampai di depan kamar, mereka di kejutkan dengan suara tangisan.


Para raja segera berlari masuk, mereka melihat Kinar yang menangis dengan sesenggukan, duduk di tempat tidur dengan menyembunyikan wajah nya di antara kaki yang tertekuk.


"Ada apa denganmu hem?." Kata raja Alfa dan raja Brian serentak.


Mereka naik ke tempat tidur dan memeluk Kinar.


"Siapa yang membuatmu menangis? Katakan padaku, biar ku hajar demit itu." Kata raja Zain geram


"Huhuu kalian yang membuat aku menangis." Sahut Kinar


"Hah, kami? Memang apa yang kami lakukan?." Tanya raja Zain bingung


"Kenapa kalian meninggalkan aku sendiri. Kalian sudah tidak sayang padaku lagi kan huaa?." Kata nya dengan menangis semakin keras.


"Sst ratuku, apa yang kau pikirkan? Kenapa bicara begitu hem." Kata raja Alfa


"Yaa, kau itu ratu kami satu-satu nya. Tidak mungkin kami meninggalkanmu begitu saja." Kata raja Brian pula


"Lalu kalian kemana? Kenapa saat aku bangun tidak melihat kalian." Tanya Kinar


"Pasti kalian bosan padaku dan mencari demit baru, iya kan? Aku kutuk tugu jamur kalian tidak bisa berdiri kalau sampai kalian berani mencari wanita lain." Sambung nya lagi

__ADS_1


"Yaa ampun. Kau harus tau, kalau kami tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Apa lagi sampai mencari wanita lain, itu tidak mungkin." Sahut raja Zain yang merasa merinding membayangkan tugu jamur nya tidak bisa berdiri.


Bagi pria pantas di bilang gagah dan perkasa jika bisa memuaskan wanita di ranjang, tapi jika senjata andalan itu tidak bisa bangun, maka kata gagah perkasa itu tidak berlaku.


"Sudahlah, sekarang kau harus di periksa. Tabib kerajaan paling bagus sudah datang." Kata raja Alfa


"Kenapa aku harus di periksa? Aku tidak merasa sakit." Sahut nya bingung


"Kau memang tidak sakit, tapi tingkahmu hari ini sangat aneh. Walaupun kau memang aneh, tapi hari ini sangat keterlaluan aneh nya." Sahut raja Brian


"Ish kalian itu. Tapi ya sudahlah, periksa yaa periksa saja." Kata nya dengan bibir yang mengerucut.


Tabib istana hanya tersenyum melihat interaksi para raja dengan ratu nya.


Setelah selesai, tabib berdiri dan menghadap para raja dengan senyum yang mereka tak mengerti.


"Ada apa? Apa yang terjadi pada ratu." Tanya raja Brian


"Apa ratu terkena suatu penyakit atau bagaimana?." Kata raja Zain juga


"Yang mulia, ratu tidak sakit." Sahut tabib tenang


"Bagaimana mungkin! Lalu kenapa dia bersikap aneh." Kata raja Zain

__ADS_1


"Ratu memang tidak sakit, tapi dia sedang mengandung." Kata tabib dengan tersenyum


"Apa! Mengandung?." Seru ketiga raja bersamaan


"Iya yang mulia. Usia kandungan ratu sudah memasuki sepuluh minggu. Selamat kepada para raja." Kata tabib tulus


"Kita akan menjadi ayah! Kita menjadi ayah hahahaaa." Seru ketiga raja bersamaan.


Mereka berpelukan dengan rasa bahagia.


Yang dulu nya musuh sekarang menjadi keluarga, yang dulu nya saling membenci, sekarang berbagi kebahagiaan bersama.


Kinar yang masih belum nyambung hanya diam melihat ketiga suami nya berpelukan.


"Ratuku, apa kau dengar itu? Kau sedang mengandung." Kata raja Alfa menghampiri dan memeluk Kinar


Raja Brian dan raja Zain juga melakukan hal yang sama. Mereka memeluk dan menciumi wajah Kinar tanpa peduli dengan tabib yang masih berada di ruangan itu.


-----


-----


-----

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2