
"Sialan kau!! Berani nya kau membodohi aku." Seru Asmarani marah
"Siapa yang membodohi mu, kau sendiri yang bodoh. Jadi jangan menuduh aku." Sahut Kinar
"Kurang ajar kau.. Kemari kau, biar kan aku merobek mulut mu." Seru nya marah.
Asmarani yang sudah emosi berjalan mendekati Kinar dan menarik rambut nya. Kinar yang tidak terima juga menarik rambut Asmarani membuat mereka beradu dan berguling di tanah.
Pertengkaran terus berlanjut dan tidak ada yang mau mengalah. Sementara para pria hanya menonton mereka dengan duduk membuat lingkaran dan menyorak kan nama jagoan mereka masing-masing seolah pertengkaran itu adalah ajang kompetisi.
"Ayo Kinar ayoo.. Hajar dia lagi. Aku selalu mendukung mu teman." Kata patih Danu semangat
"Ayo yang mulia.. Hajar wanita itu, semangat ratu." Kata para bawahan Asmarani
Sorak sorai terus terdengar menyerukan jagoan mereka. Seperti menonton pertunjukan adu ayam mereka sangat antusias.
"Aku percaya nona Kinar akan menang. Siapa yang berani bertaruh." Kata salah satu prajurit
"Aku mau bertaruh. Kalau ratu kami yang menang, kau harus membelikan aku pakaian baru, karna pakaian kami sudah usang akibat terlalu lama tinggal di goa." Sahut salah satu pengikut Asmarani semangat
__ADS_1
"Tidak masalah. Tapi kalau nona Kinar yang menang, kau harus menirukan suara b*abi hutan. Bagaimana, apa kau setuju?!" Kata nya
"Setuju.. Mari berjabat tangan." Sahut nya
Dan masih banyak lagi taruhan yang lain nya. Ketiga raja yang melihat pertengkaran itu juga duduk di antara batu besar. Sangat baik bagi mereka untuk istirahat sejenak.
Sementara para penonton sibuk dengan taruhan dan sorakan nya, yang bertengkar justru semakin semangat karna mendapat dukungan.
"Rasakan kau. Aku akan membuat kepalamu menjadi botak." Kata Kinar semangat
"Aku tidak akan kalah. Aku juga akan menghabisi rambut mu." Sahut Asmarani tak kalah semangat
"Hei heeii.. Jangan jepit aku, ketiak mu sangat bau. Kau sudah berperang dari semalam, dan keringat mu sangat banyak." Kata Kinar
"Tidak akan sakit, punyamu sangat kecil." Kata Kinar lagi
"Eeh.. Apa punyamu besar?. Bagaimana cara membesar kan nya. Aku sudah melakukan berbagai cara agar membuat nya besar, tapi lihat hasil nya." Sahut Asmarani
Pertengkaran yang tadi memanas berhenti seketika saat mereka membahas buah d*da.
__ADS_1
Kinar malah memamer kan punya nya dengan bangga karna mempunyai ukuran yang besar.
"Lihat kedua balon aku, besar kan." Kata nya dengan mengukur menggunakan tangan nya.
"Apa rahasiamu?. Coba kau lihat punyaku, ini sangat kecil." Sahut Asmarani
Para pria yang melihat mereka memegang buah d*da membelalakan mata nya. Mereka menelan saliva nya dengan susah melihat pemandangan indah itu.
"Hei wanita, apa yang kalian lakukan. Kalian memegang dua gunung itu tanpa perasaan. Apa kalian tidak memikir kan nasib kami para pria?!" Kata patih Arjuna dan di angguki dengan yang lain nya
Seketika Kinar dan Asmarani sadar dengan kelakuan mereka. Saat melihat sekitar, mereka baru menyadari ternyata mereka duduk di tengah kerumunan pria.
"Kenapa kalian menatap kami seperti itu. Apa masa depan kalian bangun?!." Ceplos Kinar sambil melihat bagian bawah mereka yang terlihat menonjol
Sontak saja itu membuat mereka malu. Dengan sigap mereka menutup bagian itu menggunakan kedua tangan. Dan jangan lupakan para raja yang membuang muka menahan malu.
----
----
__ADS_1
----
Bersambung.