
Joko yang menggila terus tertawa sambil mata nya melihat keadaan sekitar. Seorang nenek yang memang sudah renta merasa penasaran dengan keributan yang terjadi. Nenek yang bernama Minah itu berjalan mendekat dengan sedikit tertatih agar pandangan nya yang memang buram dapat melihat jelas.
Ketika nek Minah sampai pada keramaian itu, pandangan nya tertuju pada Joko yang tengah tertawa dengan keras. Joko pula yang memang sudah gila dalam waktu sekejap, mata nya melihat ke arah nek Minah yang kebetulan melihat diri nya.
Saat pandangan Joko dan nek Minah bertemu, Joko terlihat menyeringai.
Dalam pandangan nya, dia melihat gadis perawan cantik yang masih segar. Ibarat bunga yang baru mekar, begitulah pandangan Joko pada nek Minah.
Joko berlari ke arah nek Minah dan memeluk nya dengan erat. Merobek daster lusuh yang di kenakan nek Minah sambil mulut nya komat kamit membaca sebuah mantra untuk ritwal. Nek Minah yang terkejut hanya diam mematung dengan apa yang telah Joko lakukan.
Para warga yang melihat kelakuan Joko menjadi semakin marah. Bukan hanya menumbalkan para gadis perawan, bahkan Joko juga berniat meleceh kan seorang nenek yang sudah renta. Mereka menangkap Joko dan menghajar nya ramai-ramai. Pukulan dan tendangan di rasakan oleh Joko, sampai mulut nya juga di injak oleh warga karna melihat dia yang masih komat kamit. Sekarang wajah Joko penuh dengan darah bercampur tanah, mereka menghajar nya dengan memb*bi buta. Sampai untuk berteriak minta ampun saja dia sudah tidak bisa.
Karna mendapat pukulan dari warga tanpa henti, Joko akhir nya tewas. Bahkan saat dia sudah tidak bernyawa pun, para warga masih geram dengan nya dan terus menghajar nya.
__ADS_1
Cukup lama warga menghajar mayat Joko, dan akhir nya mereka berhenti setelah puas.
Harta yang di dapat dari ajaran setan, maka akan hilang tanpa tersisa.
Joko yang bersekutu dengan setan, dengan cara menumbalkan banyak gadis perawan untuk memperoleh kekayaan dan keelokan rupa membuat nya harus tewas dengan cara mengenaskan.
Harta benda yang memang di dapat dari cara itu tidak akan pernah berkah. Cepat atau lambat, semua akan hilang begitu saja.
Bukan hanya itu, kejahatan yang di lakukan pun tidak selalu berjalan mulus.
Jika kau menanam duri, maka duri pula yang akan kau hasilkan.
Segala perbuatan akan dapat balasan, walaupun tidak di bayar tunai.
__ADS_1
Joko yang di kenal dengan seorang yang baik, ternyata memiliki hati yang busuk. Sekarang lah akhir hidup Joko. Para warga sudah bisa tenang karna tidak akan ada lagi kejadian hilang nya gadis perawan.
Para orang tua yang memiliki anak gadis bisa bernafas lega. Dan para orang tua yang anak gadis nya sudah menjadi korban hanya bisa menangis mengingat kejadian itu.
Para warga berharap agar desa mereka bisa damai tanpa ada nya lagi musibah yang berhubungan dengan setan.
Mayat Joko yang penuh darah di kuburkan malam itu juga. Walaupun dia seorang yang jahat, tapi warga masih punya hati untuk menguburkan nya dengan layak. Dan lagi, itu memang tanggung jawab para warga untuk melakukan nya.
Sekarang desa itu sudah aman. Setelah pemakaman selesai mereka pulang ke rumah masing-masing. Dan mulai besok, para warga akan memulai hari yang baru dengan bergotong royong membersihkan rumah Joko yang terbakar. Itu lah kisah dari desa tempat tinggal Kinar dulu.
-----
-----
__ADS_1
-----
Bersambung.