
Para ikan yang tadi gembira bermain saling kejar, kini membubar kan diri dengan cepat.
Hewan sejenis mereka pasti takut dengan mansia, karna merasa nyawa nya terancam.
"Heeii.. Mau kemana kalian. Aku hanya ingin main bersama kalian, tapi kenapa kalian pergi." mengoceh sendiri
"Manusia bodoh." Terdengan suara yang berat dari belakang nya.
"Hah.. Kenapa kau bisa menemukan ku. Kau pasti ingin mengintip kan. Dan lagi.. Aku tidak mau kau kurung, jadi jangan coba-coba menangkap ku." Seru Kinar memperingat kan
"Berhenti mengoceh tak jelas. Apa kau lupa kalau ini masih daerah kekuasaan ku. Dan lagi, aku yang lebih dulu ada di sini." Sahut raja Brian
"Jadi dari tadi kau melihat aku?." Tanya Kinar
"Tidak!!. Aku hanya melihat gadis bodoh yang berbicara pada ikan." Sindir raja Brian
"Heeii.. Memang nya kenapa. Aku bukan bodoh, tapi jenius. Aku hanya ingin menguji bakat alami ku. Siapa tau ikan di alam ini mengerti bahasa manusia." Sahut nya tak terima di katakan bodoh.
"Kenapa kau kabur dari menara itu?." Tanya raja Brian, tanpa peduli ocehan Kinar. Saat dia bicara, maka taring itu akan terlihat
"Aku tidak!. Hanya ingin menikmati keindahan di kerajaan mu apa salah nya." Sahut nya mengelak
__ADS_1
Kinar sangat terpesona dengan sosok yang ada di depan nya. Terlebih dua taring itu yang menjadi nilai plus.
Raja Brian tidak menyahut. Hanya diam sambil memandang Kinar lekat.
*****************
Sementara itu di sebuah desa, seorang pria yang sudah berumur tengan duduk bersimpuh dengan kepala yang menunduk.
Di hadapan nya berdiri sesosok wanita berpakaian ungu yang mempunyai luka di bagian wajah. Luka yang menyamping dan cukup lebar membuat nya terlihat seram.
Luka itu sudah tidak separah saat pertama mereka bertemu dulu. Perlahan luka itu mulai menutup saat dia meminum darah gadis perawan. Sosok itu lah yang memberikan sebuah buku kuno kepada lekaki yang tengah bersimpuh itu.
"Ada apa kau memanggil ku." Tanya sosok itu
"Ampun kanjeng ratu. Hamba hanya ingin meminta petunjuk kepada kanjeng ratu." Sahut lelaki itu masih dengan kepala menunduk
"Petunjuk apa?. Memang nya apa lagi yang kau inginkan. Bukan kah kau sudah memiliki segala nya?." Tanya sosok berpakaian ungu itu.
"Kanjeng ratu benar. Hamba memang sudah mendapat kan semua yang hamba ingin kan. Tapi, hamba ingin menikahi satu gadis lagi dari desa sebrang. Gadis cantik yang pendiam yang menjadi incaran para pemuda desa." Terang nya
"Jangan pernah kau berpikir untuk mendapat kan nya. Dia bukan gadis biasa.. Dia putri dari seorang yang rajin beribadah menyembah tuhan." Jelas sosok itu
__ADS_1
"Memang nya kenapa kanjeng ratu?." Tanya lelaki itu
"Sudah ku bilang jangan!. Kalau kau masih ingin menikmati semua harta mu, sebaik nya urungkan niat mu itu." Tegas sosok itu
"Baiklah kanjeng ratu. Kalau begitu hamba keluar." Pamit nya dan berlalu pergi dari ruangan yang serba hitam itu, tanpa berani melihat sosok yang tengah berdiri dengan menatap nya tajam.
"Berani nya demit sialan itu melarang ku. Aku Joko.. Dan tidak ada yang bisa mencegah semua keinginan ku, termasuk kau demit jelek hehee." Lirih nya sambil menyeringai.
-----
-----
-----
-----
Bersambung.
__ADS_1