
"Dari mana kau tau hidung b*bi bisa untuk menabung. Apa sebelum nya kau pernah memakai nya juga?!." Tanya patih lagi
"Yaa pernah lah." Sahut Kinar jutek
"Rumah tikus itu, aku rasa cukup masuk akal. Tapi kalau itu apa?." Bertanya tanpa henti
"Ini teko untuk mengurung demit yang selalu mengganggu dan cerewet bertanya tanpa henti. Dan apa kau ingin aku kurung di sini?!" Berdiri dengan tangan di pinggang
"Seperti nya yang mulia memanggil. Kalau begitu aku pergi dulu." Sahut patih Arjuna.
Dan tanpa menunggu jawaban dari Kinar, patih Arjuna sudah berlari menjauh.
"Takut juga kau kan. Mangka nya, jangan selalu banyak tanya." Tersenyum bangga
-----*****-----*****----******------
__ADS_1
Di kerajaan Liptah, dua pria yang berstatus patih tengah duduk di rerumputan taman istana. Sudah setengah hari mereka mengobrol tentang apa saja.
"Aku rasa istana ini jadi terlihat sepi semenjak di tinggal oleh Kinar." Kata patih Danu
"Kau benar. Aku yang dulu sangat tidak menyukai nya pun merasa demikian." Sahut patih Rangga
"Memang kenapa kau tidak menyukai nya? Dia itu sangat lucu tau!!." Seru patih Danu
"Iya, dia memang lucu. Kau tau kan sifat nya yang selalu seenak jidat itu? Terkadang aku sering darah tinggi di buat nya. Di tambah lagi dia memanggil aku kakek berwajah sangar. Apa wajahku sudah seperti kakek-kakek." Sahut patih Rangga kesal
"Hahaa.. Itu karna kau selalu marah pada nya. Dan lagi, kau tidak pernah tersenyum." Seru patih Danu merasa geli
"Yaa.. kau benar. Dan tidak lama lagi kita akan bertemu dengan nya. Bukan kah waktu nya sebentar lagi?!." Tanya patih Rangga
"Iya, memang sebentar lagi. Aku merasa cemas pada nya. Walaupun dalam ramalan kita akan menang, tapi tidak bisa di pastikan dia tidak akan terluka. Apa lagi lawan nya bukan manusia, melainkan demit yang haus darah dan penuh dendam." Terang patih Danu
"Apa kau sudah tau dimana perkumpulan mereka?. Kita bisa memulai secara perlahan agar mengurangi pasukan nya." Sahut patih Rangga
__ADS_1
"Aku tidak tau. Sampai sekarang belum ada kabar pasti di mana mereka membangun perkumpulan. Seperti nya kita memang harus menunggu gerhana bulan tiba, sesuai dengan ramalan itu." Kata patih Danu
Dan pembicaraan itu berakhir dengan pikiran mereka masing-masing. Para demit yang dulu tidak menyukai Kinar, kini merasa cemas pada nya. Siapa yang tidak cemas dengan perang besar yang akan terjadi.
Perang besar kedua setelah perang terdahulu. Dan perang ini akan di lakukan di dekat sungai Yin. Mereka sengaja memilih tempat itu karna dekat dengan sumber air dan banyak pohon buah, agar mereka tidak perlu repot jika kekurangan persediaan pangan dan minum.
---***---****----****----***-----
Sementara itu di dunia manusia, di dalam ruangan yang serba hitam tengah menjalani sebuah ritwal. Suara jeritan seorang gadis dan suara cekikikan makhluk yang tidak terlihat terdengar memenuhi ruangan itu.
Tak lama suara jeritan itu mulai mengecil dan hilang, menyisakan suara tawa dari makhluk pujaan manusia tamak bernama Joko. Setelah ritwal selesai, sosok yang tadi hanya terdengar tawa kini mulai menampakan wujud nya. Wanita berpakaian ungu yang menyeringai dan mata melotot itu merasa puas melihat tumbal nya yang sudah meregang nyawa.
-----
-----
-----
__ADS_1
Bersambung.