
"Haah pencuri..?! dimana pencuri nya, apa yang di curi.. cepat beri tau aku akan ku hajar dia, bisa-bisa nya dia mau menyaingi ku", seru Kinar berapi-api.
"Tentu saja kau pencuri nya demit liur", jawab Rama
"Pencuri apa.. kau jangan menuduh aku sembarangan, kau selalu saja memfitnah ku". balas Kinar
"Fitnah apa.. sudah ada bukti nya masih mau mengelak, bukan kah kau yang sudah mencuri semua melati milik yang mulia", jawab Rama geram
"Ka..kapan aku mencuri", dalih nya gugup
"Masih tidak mau ngaku, lalu dari mana semua melati yang ada di kamar mu, apa semua melati itu datang sendiri begitu", seru Rama lagi
"Pasti bunga itu datang sendiri ke kamar nya ram..apa kau lupa kalau yang ada di alam kita ini semua serba bisa, tidak ada yang tidak mungkin, benar kan nona?", tanya Lucas
"Hahaa.. mana mungkin semua melati itu datang sendiri, memang nya dia punya kaki, tentu saja aku yang mengambil nya", jawab Kinar keceplosan
"Heh kena kau, mengaku juga kau kan", seru Rama remeh
Tidak di sangka pancingan yang di lempar kan Lucas akan berhasil untuk membuat Kinar mengaku.
__ADS_1
sedang kan Kinar terdiam merutuki ke cerobohan nya, sudah ketahuan tidak ada lagi guna nya berpura pura.
**Ayo Kinar lakukan sesuatu, sudah saat nya kau memperlihat kan bakat mu, dengan sedikit rengekan pasti raja akan luluh** berbicara dalam hati
Cukup lama Kinar terdiam tanpa kedip, mata nya tampak berkaca kaca dan akhir nya mulai lah jurus ampuh para wanita, yaitu menangis.
"Huaa yang mulia raja.. maaf kan aku, itu karna si mata hantu yang pelit, aku kan sudah minta pada nya tapi dia gak mau ngasih huhuu..", bela Kinar
**Wah bagus juga sandiwara ku, gak sia-sia tadi terdiam lama tanpa kedip, mata ku benar-benar mengeluar kan air hihi.. kalau sudah begini pasti akan di maaf kan, siapa yang tahan melihat wanita menangis, kalau sampai gak di maaf kan bakal aku cium tuh raja tampan, ingat ini kata-kata ku** berpikir sambil melihat raja
Raja Alfa hanya memandang nya dengan dingin, tentu saja semua yang di rencana kan Kinar sudah di ketahui raja, jangan lupa kan kehebatan raja yang dapat mengetahui isi hati siapa pun.
"Hukum dia dengan membersih kan danau istana", berbicara dengan dingin tanpa melihat ke arah Kinar
"Apa kalian tidak dengar dengan yang aku katakan", berbicara sambil melihat kedua pengawal setia nya
"Baik yang mulia", menjawab bersamaan
Kinar hanya bisa pasrah dengan nasib nya berjalan dengan di seret dua pria gagah, dan jangan lupa kan muka kusut dan rambut yang acak acakan membuat diri nya seperti orang gila.
__ADS_1
---
---
---
Setelah di seret dengan dua pengawal raja di sini lah Kinar sekarang, berkacak pinggang melihat danau yang luas.
"Yang benar aja.. masa danau seluas ini aku sendiri yang bersih kan, sampai semut melahir kan anak gajah juga belum tentu selesai", gerutu Kinar
Pelan-pelan Kinar mulai masuk ke dalam danau, memungut daun yang mengapung di permukaan air.
----
----
----
---
__ADS_1
Bersambung.
Banyak typo bertebaran, harap di maklumi 🙏🙏