
"Apa kau baik-baik saja?!" Tanya patih Arjuna
"Iya aku baik. Ternyata patih yang menabrak aku." Sahut Kinar
"Apa kau mengharap kan yang mulia raja yang akan menabrakmu." Tanya nya dengan senyum remeh
"Ish kau itu, tentu saja aku mengharap kan nya. Sangat romantis kalau kami tabrakan dan dia menangkap aku di pelukan nya." Menghayal dengan senyum manis
"Patih Arjuna, saat kau menangkap aku tadi, tanganmu." Tanya Kinar menggantung
"Ada apa dengan tanganku. Apa kau dapat merasakan keperkasaanku." Sahut patih Arjuna bangga
"Bukan." Jawab nya singkat
"Lalu apa, katakan." Desak patih Arjun
"Tanganmu.."
"Iya."
__ADS_1
"Tanganmu itu."
"Katakan, jangan malu."
"Tanganmu kapalan." Seru Kinar
Patih Arjuna yang mendengar perkataan Kinar menjadi diam. Yang awal nya tersenyum merasa bangga, kini senyuman itu hilang berganti dengan wajah datar.
"Kau!!. Ingin sekali aku menjitak kepalamu itu. Siapapun nanti yang akan menjadi suamimu, aku pastikan dia akan mati berdiri menghadapi kelakuanmu." Kata nya sambil berlalu.
"Dia itu kenapa, aku kan bicara jujur. Tangan nya kapalan semua, seperti bekerja menjadi kuli bangunan." Kata nya berbicara sendiri sambil melihat ke arah patih danu yang sudah menjauh.
----****---****----****----****----
Hari ini, kediaman kyai Abdullah di datangi oleh orang terhormat dari desa sebrang. Laki-laki yang bertamu itu terus memandang ke arah gadis yang bernama Raisyah tersebut, membuat si gadis dan kedua orang tua nya menjadi risih.
"Maaf pak joko, tolong jangan memandang putri saya seperti itu. Sebenar nya apa hajat pak Joko beserta ibu datang ketempat tinggal kami yang kecil ini?!" Kyai Abdullah memulai pembicaraan di sertai senyum ramah.
"Baik lah, saya langsung saja. Pak kyai sudah tau kan siapa saya, kedatangan saya kemari ingin melamar putri pak haji yang ayu ini. Pak haji tidak perlu khawatir dengan nasib nya nanti, saya akan memenuhi semua kebutuhan lahir dan batin nya." Sahut Joko
__ADS_1
"Begini pak Joko, yang saya tau pak joko ini sudah memiliki lima istri, bahkan ibu yang ada di samping pak Joko ini juga salah satu dari istri bapak. Lantas, kenapa bapak masih ingin memperistri anak saya?!" Tanya kyai Abdullah masih dengan nada yang ramah.
"Memang benar saya punya banyak istri, tapi saya selalu adil kepada semua istri saya. Yang ada di samping saya ini adalah istri pertama saya Warni. Semua istri saya tidak pernah melarang saya untuk menikah lagi. Kalau masalah saya ingin melamar anak kyai, karna dia gadis yang sempurna menurut saya." Sahut joko
"Maaf sebelum nya pak joko. Anak saya hanya gadis biasa, banyak kekurangan yang ada pada nya, dan segala kesempurnaan yang pak Joko bilang, itu hanya milik sang pencipta." Terang kyai Abdullah
"Yasudah, terserah apa kata kyai. Sekarang yang jadi pertanyaan nya, lamaran saya di terima atau tidak?." Tanya Joko mulai tak sabar
"Sebagai orang tua kami tidak bisa memutuskan sendiri. Semua kami serahkan kepada nya." Kata kyai Abdullah "Raisyah, bagaimana keputusanmu dengan lamaran dari pak Joko." Sambung kyai Abdullah kepada putri nya.
"Maaf abah, Raisyah menolak lamaran pak Joko. Raisyah masih belum siap untuk membina rumah tangga." Kata nya dengan suara lembut.
-----
-----
-----
__ADS_1
Bersambung.