
"Kalian benar-benar tidak tau malu, bisa nya kalian berbuat seperti itu di depan sekumpulan pria." Marah raja Zain
"Sekumpulan pria?." Ulang Kinar
"Tentu saja. Jadi kau lihat kami ini apa?!" Tanya raja Zain
"Aku kira kalian banci." Sahut Kinar santai
"Berani nya kau merendahkan harga diri kami." Marah nya
"Aku tidak merendahkan. Aku butuh bukti yang nyata." Sahut Kinar
"Apa yang kau butuhkan?!." Tanya raja Zain lagi
"Coba perlihatkan masa depan mu. Kalau kau punya masa depan yang bisa berdiri tegak seperti tugu di desa, baru aku percaya." Kata Kinar dan di angguki Asmarani
Raja Zain yang mendengar membelalak kan mata nya. Tidak menyangka ada wanita yang tidak punya malu seperti itu.
"Kau sangat hebat. Aku setuju dengan idemu." Kata Asmarani senang.
Mereka bertepuk tangan karna senang. Semua lelaki sudah berdiri mengelilingi mereka yang masih duduk. Harapan bisa melihat tugu masa depan akan terwujud.
"Ayo cepat, ayoo.. Perlihatkan tugu besar itu ayoo." Kata Kinar semangat
"Yah ayoo.. Aku mau coba, aku mauu." Kata Asmarani senang
__ADS_1
"Mau coba yaa?!." Kata raja Alfa berjalan mendekat
"Eeh, ada apa dengan kalian." Kata Asmarani yang melihat wajah para raja terlihat menyeram kan.
Para pria berjalan semakin dekat, mereka menatap dua wanita yang masih duduk itu seperti akan memakan nya.
"Kenapa kalian semakin dekat?." Tanya Asmarani
"Bukan kah kalian ingin melihat punya kami?!." Sahut patih Danu
"Eh eh, tidak.. Tadi kami hanya bercanda, iya kan demit?!." Kata Kinar pada Asmarani
"Iya betul. Mungkin kalian memang pria, jadi jangan perlihatkan yaa." Sahut Asmarani
"Jangan mendekat ku bilang. Hei.. Apa kalian tidak dengar." Seru Kinar bingung saat melihat mereka semakin di pepet.
"Aku tidak.. Tidak berani lagi." Seru Asmarani semakin takut
"Kita harus memikirkan cara agar bisa keluar dari situasi gila ini." Bisik Kinar
"Yaa kau benar. Ayo cepat pikirkan cara nya." Sahut Asmarani setuju.
"Tunggu.. Tunggu dulu, diam di tempat." Teriak Kinar. Dan tak lama setelah itu
Prooottt.. Trooott.. Troot.. Troot..
__ADS_1
"Tidak tau diri. Kau menyuruh kami diam hanya untuk mendengar kentut mu. Mau muntah aku mencium bau kentut mu itu." Seru raja Zain marah
"Eeh, bukan itu. Coba kalian dengar sesuatu, seperti nya angin membawa suara ibuku. Ibu memanggil aku agar pulang untuk masak." Kata Kinar beralasan
"Huek.. Bau nya. Dasar kau manusia pamakan bangkai. Tapi kau benar, aku juga di suruh pulang--."
Belum sempat Asmarani menerus kan perkataan nya tapi sudah di potong oleh patih Danu
"Berhenti cari alasan. Kalian itu sudah tidak punya orang tua, jadi jangan mengarang cerita." Seru nya
"Itu benar. Dan lagi kalian ini musuh, tapi kenapa kalian begitu kompak." Sambung patih Arjuna.
"Huuaaa.. Kau musuhku, berani nya kau mengikuti aku." Kata Kinar yang baru sadar
"Demit alas.. Aku hajar kau yaa. Tunggu sampai aku membuat mu jadi rempeyek teri." Lanjut nya
"Manusia tak tau di untung. Kau yang akan aku hajar sampai mati." Sahut Asmarani sambil menyerang Kinar.
"Seerraaaanngg.." Teriak kedua belah pihak
Perang yang tadi sempat tertunda kini berlanjut lagi, kali ini Kinar yang menghadapi Asmarani. Mereka bertarung dengan kekuatan penuh tanpa jeda.
----
----
__ADS_1
----
Bersambung.