
"Aauh sakit sekali." Jerit Kinar
"Apa yang terjadi? Tadi kau baik-baik saja, kenapa sekarang bisa sakit." Kata mereka bingung
"Aah aku tidak tau. Sakit sekali seperti di putar-putar." Kata nya
"Astaga! Cairan apa itu. Apa ratu ingin melahirkan?." pekik patih Danu
Ketiga raja yang mendengar kata melahirkan menjadi panik. Apa lagi saat melihat cairan yang keluar dari bagian bawah Kinar
Mereka hanya diam mematung tanpa melakukan pergerakan apa pun. Memang benar, kepanikan bisa membuat siapapun menjadi bodoh. Sudah tau ratu kesakitan, tapi mereka hanya diam menonton.
"Kenapa kalian diam saja, aku sudah tidak tahan lagi." Jerit Kinar
"Seperti nya ratu memang ingin melahirkan. Cepat suruh pengawal untuk memanggil tabib." Titah raja Alfa yang sadar lebih dulu
"Ayo cepat, kita harus membawa ratu ke kamar nya." Kata raja Brian yang langsung membopong Kinar
Pengawal yang di utus memanggil tabib sudah sampai di kediaman nya.
Duk duk duuk
"Tabib.. Tabib.. Cepat keluar dan bantu ratu." Jerit mereka sambil menggedor pintu
Duk duk duuk
"Tabib cepat keluar." Kata nya lagi
Tak lama setelah itu, sesosok lelaki muda keluar dan berbicara pada mereka.
__ADS_1
"Maaf tuan pengawal. Ibuku sedang sakit, kalian ada perlu apa?." Tanya nya
"Sakit? Bagaimana ini. Ratu akan melahirkan, dan yang mulia raja menyuruh kami memanggil tabib." Kata mereka
"Ibuku tidak bisa pergi karena sedang sakit. Sampaikan maaf kami pada raja." Kata pemuda itu
"Apa? Lalu apa yang harus kami lakukan." tanya mereka
"Begini saja, kalian bisa membawa kakak tertuaku. Dia sudah sangat mahir dalam ilmu pengobatan." Usul nya
"Tidak masalah. Sekarang di mana dia." Tanya mereka
"Kakak tertua sedang keluar membeli rempah-rempah. Kalian bisa mencari nya." Sahut pemuda itu
"Yasudah. Bagaimana ciri-ciri nya." Tanya mereka
"Dia berambut panjang dan memakai pakaian putih. Kalian bisa mencari nya di toko rempah." Sahut pemuda itu
Tak lama setelah itu, mereka melihat sesosok wanita sama persis seperti yang di katakan pemuda itu. Tanpa pikir panjang pengawal menyeret nya ke istana
"Aduh tuan, kalian ini kenapa menarik wanita secara paksa seperti ini." Tanya wanita itu
"Sudah jangan banyak tanya. Cepat bantu permaisuri melahirkan." Kata mereka masih menarik
"Melahirkan? Tuan, aku bukan-." Belum selesai berucap sudah terpotong
"Yang mulia ini tabib nya. Tabib yang biasa sedang sakit dan kami membawa anak tabib." Kata pengawal saat sampai di kamar raja
"Tidak peduli anak atau cucu. Cepat bantu ratu." Suruh raja Brian
__ADS_1
"Aduuh sakit sekaliii." Jerit Kinar
"Yang mulia, aku bukan-."
"Diam dan jangan banyak tanya. Cepat bantu ratu." Suruh raja Zain
"Wuaaa.. Sakit sekali." Jerit Kinar lagi
"Aduh, kenapa menjerit terus. Apa yang harus kita lakukan." Bingung para raja
"Yang mulia, tutup saja mulut ratu." Usul tabib palsu
"Bagus juga idemu." kata raja Zain dengan menyumpal mulut Kinar dengan kain
" Emh emh." Suara Kinar
"Sekarang tunggu apa? Cepat lihat anak kami." Titah raja Alfa
"Yang mulia, sudah terlihat.. Sudah terlihat rambut nya." Jerit tabib palsu
"Tunggu apa lagi, cepat tarik." Titah raja
"Baik yang mulia." Sahut nya
"Emph.. Emph..." Jerit Kinar tanpa bisa berkata sedikit pun.
-----
-----
__ADS_1
-----
Bersambung.