Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 69. Perayaan


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, sudah tiga bulan lama nya semenjak perang terjadi.


Kemenangan yang di peroleh para raja membuat rakyat senang. Malam ini mereka akan mengadakan perayaan untuk memulai ikatan persahabatan antar kerajaan kembali.


Seluruh halaman istana sudah di tata dengan baik. Obor yang di pasang mengelilingi halaman itu juga sudah di nyalakan.


Para prajurit yang berjaga mengatur rakyat yang datang agar tetap disiplin dan tenang.


Kedatangan raja Alfa dan raja Zain membuat para rakyat merasa senang. Sudah lama sekali sejak perang di hutan Victoria terjadi, sekarang mereka bisa menjalin persahabatan kembali.


Dalam perayaan kali ini sangat spesial karna kehadiran gadis yang membantu dalam kemenangan.


Semua raja sudah berkumpul dan menikmati hiburan yang tersedia. Tapi gadis yang sangat di spesialkan di sini belum juga menampakkan diri nya.


Tak lama kemudian, wanita yang di tunggu akhir nya tiba. Kinar terlihat cantik malam ini dengan balutan kain warna merah yang menjuntai panjang ke tanah.


Rambut yang di ikat separuh itu di hiasi dengan tusuk rambut kupu-kupu berwarna emas, membuat nya terlihat sangat anggun.


Berjalan perlahan dengan mengangkat dagu nya.

__ADS_1


"Jika aku bersikap sedikit sombong malam ini karena menjadi pusat perhatian tidak apa-apakan." Bergumam kecil.


"Wah lihat gadis itu, betapa cantik nya dia. Pasti dia yang bernama Kinara itu kan. Aku setuju kalau dia menjadi ratu kita, dia sangat cantik dan juga anggun." Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang terdengar oleh Kinar.


Menjadi pusat perhatian dan di kagumi banyak makhluk memang sangat menyenang kan. Tapi alangkah baik nya jika kita tetap rendah hati dan tidak sombong.


Karena pujian itu sudah membuat Kinar besar kepala, jadi dia tidak memperhatikan langkah nya lagi. Hingga akhir nya kejadian memalukan pun terjadi.


Sret


Bruk


"Aauh" Jerit nya kecil saat kaki nya menginjak pakaian yang di pakai nya sendiri.


Mereka menutup mulut menggunakan kepalan tangan untuk menahan tawa.


"Huhuu memalukan sekali. Sakit nya tidak seberapa, tapi rasa malu ini bagaimana." Lirih nya.


"Sudah terlanjur apa boleh buat. Satu-satu nya cara yang bisa menyelamat kan aku dari rasa malu ini adalah bakatku." Kata nya lagi

__ADS_1


Haap


"Aku melihat ada kodok di sini dan aku menangkap nya, untung saja kodok tidak menggigit kakiku." Kata nya memulai drama


"Sejak kapan seekor kodok menggigit?." Kata Rama melayani drama Kinar.


"Iish.. musuh lama bertemu kembali." Lirih Kinar.


"Sejak hari raya kodok!! Mulai hari itu hingga sekarang, raja kodok memerintah kan para rakyat nya untuk menggigit manusia. Masa begitu saja kau tidak tau." Sahut nya sambil berdiri


"Banyak alasan. Tapi karena malam ini kau terlihat cantik, maka kesalahan yang sedikit itu dapat tertutupi." Kata Rama


"Memang bukan salah ibu mengandung, salahkan saja ayah yang mempunyai bibit unggul hingga menghasil kan anak yang berkualitas emas seperti aku. Pasti waktu ibu mengandung dulu dia sangat menyukai bunga, hingga anak nya pun terlahir seperti peri bunga." Kata nya dengan bangga


"Cih, baru di puji begitu saja kau sudah besar kepala." Kata rama jengah.


-----


-----

__ADS_1


-----


Bersambung.


__ADS_2