
Hai Haaii.. Aku merpati putih, penulis JRAG. Pada nunggui kelanjutan nya yaaa..๐๐
Ternyata buat novel gak semudah ngedipkan mata. terkadang ide itu hilang timbul di otak autor. Jadi yaa jadi.. beginilah cerita nya.
Kalau lagi banjir ide, kadang sehari bisa up sampek empat bab, bahkan lebih. Tapi kalau lagi bleng ya libur..
Autor gak pernah nyimpan bab, kapan sempat nulis langsung up.
Semoga kedepan nya autor punya banyak ide dan bisa sering up. agar para pembaca gak perlu nunggu lama. Terimakasih buat yang masih setia menunggu novel yang udah ganti judul ini, dan selamat membaca kembali๐๐๐ salam hangat dari Merpati Putih.. ๐๐๐
****---******---*****----
Di kerajaan Liptah, terlihat raja Alfa tengah berdiri di taman istana. Memandang hamparan bunga warna warni dengan di temani dua pengawal setia nya.
Saat pandangan nya mengarah pada kebun melati, seketika bayangan Kinar terlintas di pikiran nya. Rasa rindu pada gadis itu tak bisa di sembunyi kan.
Segala tingkah laku nya membuat siapa pun menjadi rindu saat dia sudah tidak ada di tempat itu lagi. Itulah yang saat ini di rasakan raja Alfa, merindukan gadis yang sudah membuat kerajaan nya menjadi lebih berwarna.
**********************
Sudah tiga hari Kinar terkurung dalam menara tinggi itu. Perlahan rasa bosan mulai menghampiri nya. Segala cara dia lakukan agar terbebas dari kamar tempat nya terkurung.
__ADS_1
"Kenapa nasibku sial sekali, dimana pun aku berada selalu jadi tawanan. Tidak bisakah mereka berbaik hati untuk membebaskan aku." Gerutu nya
Kinar berjalan menuju pintu, dan saat sampai dia berteriak dengan keras.
" Bebaskan akuu!! Siapapun cepat bebaskan aku." Duk.. dukk.. memukul pintu dengan kedua tangan nya
Para pengawal yang berdiri di depan kamar nya merasa terganggu oleh suara berisik dari dalam. Tapi tanpa perintah raja, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Baiklah kalau kalian tidak mau melepas ku. Gadis cantik ini punya banyak ide." Gerutu nya.
"Menara ini terlalu tinggi, apa aku bisa turun. Kalau sampai aku jatuh, sudah pasti akan jadi peyek teri." bertanya pada diri sendiri sambil melihat kebawah
Dengan perlahan Kinar keluar dari jendela. Berpegangan pada apa saja dan merosot sangat pelan agar konsentrasi nya tidak buyar.
Cukup lama Kinar berusaha, dan seperti biasa, uaaha keras tidak akan menghiร nati hasil.
Setelah mendarat dengan sempurna, di sini lah dia sekarang. Berdiri dengan mata melotot dan mulut terbuka, merasa takjub memadang hutan bambu yang ada di hadapan nya.
Siapa yang menyangka ada hutan seindah ini di belakang menara. Tanpa mau pikir panjang Kinar berjalan semakin kedalam mengikuti jalur yang ada.
__ADS_1
Hutan bambu ini sangat bersih dan terawat. Aroma bambu yang khas masuk ke dalam penciuman nya.
Saat terlihat ujung hutan bambu ini, Kinar semakin mempercepat jalan nya. Sekali lagi Kinar merasa takjub dengan pemandangan yang ada di hadapan nya.
Ternyata hutan bambu membawa nya pada sebuah sungai berair jernih, dengan kecantik kan yang ada di dalam nya.
Siapa yang tidak terpana melihat sesuatu yang indah. Merlihat ikan kecil yang bermain kejar kejaran, membuat Kinar juga ingin masuk kedalam dan bermain bersama mereka.
Byuurr....
Tanpa membuang waktu Kinar langsung melompat kedalam nya.
-----
-----
-----
Bersambung.
__ADS_1