Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 65. Kematian Asmarani


__ADS_3

Setelah beristirahat semalaman, pagi ini mereka sudah bersiap untuk melanjut kan perang yang tertunda. Kedua kubu sudah saling berhadapan dan mengambil posisi menyerang. Kinar yang berdiri paling depan bersama para raja pun sudah bersiap.


"Seerraaaaaaannggg.."


Perang kembali terjadi, pihak musuh kini sudah mulai menyusut. Mereka yang dulu nya hanya rakyat biasa tentu saja tidak bisa menandingi prajurit kerajaan yang sudah terlatih.


Kinar yang bertarung melawan Asmarani sudah terlihat kelelahan. Sudah setengah hari lewat mereka berperang tanpa istirahat.


Walau bagaimana pun Kinar adalah manusia biasa, dia butuh makan dan minum untuk menstabil kan tubuh nya.


Kini hari hampir sore dan mereka tetap berperang, tidak mungkin bagi Kinar untuk menghenti kan perang kembali. Dalam buku ramalan, perang tidak boleh lebih dari tujuh hari. Sebelum waktu yang di tentukan habis, mereka sudah harus melenyap kan Asmarani beserta pasukan nya.


Terhitung hingga saat ini, mereka sudah menghabiskan waktu lima hari. Pasukan Asmarani sudah mulai melemah, ini kesempatan bagus untuk pasukan para raja.

__ADS_1


Kinar sudah di ambang batas kekuatan nya. Saat kekuatan berkurang, pikiran pun sudah tidak konsen. Kesempatan emas bagi Asmarani yang melihat Kinar sudah lemah, tebasan demi tebasan Asmarani layangkan pada tubuh Kinar yang semakin tidak berdaya.


Para raja yang melihat Kinar sudah terluka parah tidak dapat membantu. Selalu ada yang menghalangi mereka saat mereka mencoba menyelamat kan Kinar.


Saat kesadaran nya hampir hilang, suara yang tidak tau dari mana asal nya terdengar di telinga Kinar. Sebuah suara yang membimbing nya untuk menyerang Asmarani di bagian wajah. Asmarani bisa bertahan terhadap serangan yang mengenai tubuh nya, tapi serangan yang mengenai wajah nya adalah titik kunci nya.


Suara itu terus terdengar, dan semakin lama semakin kuat membuat gendang telinga nya sakit. Hingga saat Asmarani melayangkan pedang nya ke arah Kinar yang sudah bertumpu di tanah dan di penuhi darah, Kinar pula mengumpul kan semua kekuatan nya yang tersisa untuk menyerang Asmarani juga.


Darah dari tubuh Kinar muncrat mengenai wajah Asmarani yang sudah terluka, hingga luka itu berubah menghitam dan melepuh seperti habis terbakar.


Jerit kesakitan Asmarani membuat mereka menghentikan perang. Suara jeritan yang sangat kuat membuat konsentrasi pasykan nya buyar, hingga kesempatan ini tidak di sia-sia kan para raja dan prajurit nya. Mereka menebas pasukan Asmarani dengan sadis, hingga pasukan Asmarani habis tak tersisa.


Kinar yang melihat Asmarani berteriak kesakitan dengan memegangi wajah nya pun tak tinggal diam. Terlebih lagi dia melihat langsung bagaimana darah nya yang membuat wajah Asmarani bertambah parah.

__ADS_1


Di tengah nafas yang semakin melemah, Kinar berusaha bangkit dan mengayun kan pedang nya lagi ke arah kepala Asmarani, hingga kepala itu terbelah dengan luka yang menganga.


Setelah melihat Asmarani yang jatuh dan kejang, Kinar merangkak mendekati nya dan sengaja membiar kan darah nya mengenai tubuh Asmarani. Kini dia mengerti apa yang di maksud dengan darah spesial, ternyata darah nya lah yang mampu membunuh Asmarani.


Dan setelah melakukan itu, Kinar akhir nya tumbang menimpa tubuh Asmarani yang sudah tidak bernyawa.


-----


-----


-----


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2