
Di sebuah sungai yang air nya tenang, terlihat dua pasang anak manusia yang duduk di bebatuan. Lebih tepat nya satu anak manusia dan satu nya lagi anak demit.
Sudah lewat tengah hari mereka berdiam di situ dengan pikiran nya masing-masing. Setelah raja Brian menceritakan tentang perang terdahulu kepada Kinar, dan tentang ramalan perang kedua yang akan di menangkan oleh gadis dari bangsa manusia yang memiliki darah spesial.
Raja Brian sendiri sudah mengetahui bahwa gadis yang ada di samping nya manusia. Itu di buktikan dengan keterangan prajurit khusus yang di suruh menyelinap dan mencari informasi tentang Kinar.
Dan setelah mengetahui fakta yang sebenar nya, raja Brian meninggalkan istana dan pergi ke sungai ini untuk menenangkan diri. Membiarkan gadis itu terkurung di menara nya dan mempersiap kan diri untuk menemui Kinar agar bisa mencerita kan semua nya.
Namun siapa sangka, gadis yang selalu berteriak itu malah ada di tempat nya saat ini. Niat hati ingin menenang kan pikiran, tapi si pembuat onar sudah ada di hadapan nya.
Entah bagaimana cara nya keluar dari menara itu. Dan sebentar lagi, pasti dia akan mendapat laporan dari pengawal yang berjaga.
Raja Brian berpikir tidak ada guna nya terus menyembunyi kan. Cepat atau lambat pasti gadis itu akan tau. Dan setelah berpikir baik buruk nya, akhir nya kisah itu dapat dia ceritakan.
Tapi entah kenapa, saat dia selesai bercerita gadis itu malah diam tanpa mengatakan apapun. Seolah itu adalah beban berat untuk nya.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja. Apa itu berat bagimu?." Tanya raja Brian
"Tidak usah terlalu kau pikirkan. Karna dalam ramalan itu kau yang akan menang." Tambah nya lagi
Kinar menoleh pada raja Brian. Menatap lekat demit tampan yang ada di samping nya.
"Siapa yang bilang aku memikirkan perang itu. Aku hanya sedang membayang kan bagaimana rasa nya hidup dengan tiga pria tampan. Apalagi ketiga nya suami sendiri, pasti hidup ku ini terasa sempurna." Menjawab dengan senyum yang manis
Raja Brian yang mendengar perkataan Kinar hanya meringiskan wajah nya. Geram rasa nya dengan gadis yang masih tersenyum tanpa dosa itu.
"Auh.. Apa yang kau lakukan. Kenapa kau menyentil kening ku, sakit tau!." Seru Kinar
"Aku tidak habis pikir dengan isi kepalamu itu. Bisa-bisa nya kau senang di sentuh oleh tiga pria." Geram raja Brian
"Memang apa salah nya, ketiga nya kan suami ku. Lagi pula itu sudah ada dalam buku takdir kan." Sahut Kinar
__ADS_1
"Hah.. Kau benar. Entah bagaimana akhirnya nanti sampai kami bisa berbagi istri." Sahut raja Brian
"Tidak masalah, kau jangan sedih. Aku akan membagi waktu dengan adil untuk kalian." Seru Kinar semangat
Raja Brian diam tidak menyahut. Dia pun masih tidak habis pikir dengan perkataan kakek itu. Bagaimana bisa tiga pria berhubungan dengan satu wanita.
Apalagi kata nya mereka akan di karuniai putra dan putri, sudah jelas bahwa mereka bisa berbagi dan menyatu. Kalau tidak, mana mungkin mendapat anak tanpa ada nya penyatuan.
Jika di pikir dengan akal sehat, siapa yang rela berbagi. Apa lagi berbagi istri dengan pria lain. Terlalu di pikirkan pun hanya membuat sakit kepala, biar lah waktu yang akan menjawab.
-----
-----
-----
__ADS_1
Bersambung.