
Mendengar cerita raja Alfa saja sudah membuat mereka merinding, apa lagi kalau mereka sempat mengalami nya. Jangan sampai itu semua terjadi pada mereka, itu lah harapan kedua raja.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?." Tanya raja Alfa
"Bagaimana kalau kalian bawa saja dulu dia pulang. Bilang saja kalau kalian juga merindukan nya." Usul raja Alfa lagi
"Aku.. Aku tidak bisa, seperti nya raja Brian paling cocok membawa nya pulang." Kata raja Zain dengan menunjuk raja Brian
"Kenapa harus aku? Kerajaan Alaska sedang banyak laporan yang masuk akhir-akhir ini, aku tidak bisa mengawasi nya. Biarkan saja dia di istanamu, biasa nya kau yang paling senang dengan kedatangan nya." Sahut raja Brian
"Aku tidak! Dulu iya, tapi sekarang tidak." Kata raja Zain menyela
Setelah itu mereka bertiga diam dan hanya saling pandang. Sesaat kemudian menghela nafas bersama untuk menghilangkan lelah.
"Hah, lalu apa yang harus kita lakukan." Kata mereka bersamaan
Tanpa mereka sadari, ternyata ada yang menguping pembicaraan mereka sedari tadi.
Demit satu spesies dengan ratu nya itu sudah berusaha menahan tawa sampai tubuh nya bergetar.
__ADS_1
Tidak menyangka, para raja yang dulu nya saling berebuat agar bisa tinggal dengan ratu nya kini malah saling dorong untuk menjadi tumbal. Tumbal dalam artian menjadi sasaran empuk Kinar.
Patih Danu lari menjauh dari ruang pertemuan, setelah di rasa cukup aman dia mengeluarkan tawa yang sedari tadi di tahan nya.
Melihat wajah para raja yang frustasi sangat menghibur bagi nya. Bahkan dia berencana memberitau Kinar dengan kedatangan dua suami nya. Dia sudah membayangkan betapa seru nya pertunjukan yang akan terjadi nanti.
Setelah berputar mencari Kinar, akhir nya yang di cari dapat juga.
Patih Danu melihat Kinar yang sedang mengajak bayi dalam kandungan nya bicara.
Ketika patih Danu mendekat, samar-samar dia mendengar apa yang Kinar bicarakan.
"Jika nanti kau sudah lahir, kau harus tampan seperti ayahmu. Dan kalau kau wanita, kau harus cantik seperti ayahmu juga." Kata nya
"Cih, menindas apa nya? Bukan kah dia yang menindas kami kaum demit." Kata patih Danu dalam hati.
"Hai ratu, hai keponakan." Sapa patih Danu dengan senyum cerah
"Hai paman patih. Paman dari mana dan mau kemana?." Tanya Kinar
__ADS_1
"Dari ruang pertemuan dan mau kemari. Aku mau memberimu kabar yang bahagia, aku yakin kau sangat menyukai kabar yang aku bawa." Kata patih Danu
"Benar kah? Kabar apa, cepat katakan." Sahut Kinar tak sabar
"Baik lah akan aku katakan. Tadi aku tidak sengaja lewat dari ruang pertemuan, dan samar-samar aku mendengar suara raja Brian dan raja Zain di dalam. Aku pikir mereka datang berkunjung karena merindukan ratu nya." Kata patih danu
"Benar kah? Kedua suamiku datang." Sahut nya senang
"Tentu saja. Jika kau tidak percaya lihat saja sendiri." Kata patih Danu
"Baik lah, terimakasih." Kata nya sambil berjalan cepat
"Hei pelan-pelan. Kau sedang mengandung ingat itu." Jerit patih Danu
Kinar yang mendengar jeritan patih Danu hanya melambaikan tangan nya tanpa melihat.
-----
-----
__ADS_1
-----
Bersambung.