Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 61. Perang. 2


__ADS_3

"Wah, tidak di sangka pertempuran para demit semengerikan ini. Kok aku jadi merinding yaa." Kata nya bicara sendiri. Kinar yang berdiri di atas pohon melihat pertempuran itu dengan serius.


Dari tempat nya saat ini dia bisa melihat pertempuran dengan jelas. Sudah banyak yang menjadi korban tapi mereka tetap berperang juga. Hingga pandangan Kinar mengarah pada seorang wanita yang bepakaian ungu menyerang raja Brian dengan sangat ganas.


"Menurut cerita calon suami, wanita itu pasti yang bernama Asmarani. Tapi kenapa dia menyerang calon suami aku?!" Kata nya lagi.


Rasa takut ketika melihat para mayat tadi berubah menjadi rasa geram. Sekarang yang ada di pikiran nya hanya ingin menghajar wanita itu dengan kedua tangan nya.


"Keterlaluan.. Wanita demit, awas kau. Tunggu aku, biar ku hajar wajah mu yang sok kecantikan itu." Kata nya menggebu.


Kinar melihat rotan yang menggantung di dekat nya, tanpa pikir panjang dia meraih dan terjun ke bawah dengan sok jago.


"Calon suamiiii... Aku datang." Jerit nya sambil terjun


Tak lama setelah itu..


Bruukk..


Perang yang tadi memanas kini berhenti seketika saat mendengar suara benda jatuh dengan keras.


Kinar yang jadi pusat perhatian hanya meringis kan wajah nya menahan malu. Tapi kalau di pikir lagi.. Kinar itu tak punya malu, urat malu nya sudah putus.

__ADS_1


Saat semua mata memandang nya, Kinar langsung berdiri dan tersenyum seolah tidak ada kejadian apapun.


"Hai semua nya.. Haii." Sapa nya melambaikan tangan dengan gaya sok keren.


"Dari mana saja kau?. Kami sudah berperang mati-matian tapi kau baru datang." Seru patih Danu yang berjalan ke arah nya.


"Wah sahabatku.. Aku merindukan dirimu." Sahut nya


"Eeh tunggu. Hai raja Zain.. Hai raja Alfa.. Hai raja Brian.. Hai semua teman demitku." Kata nya semangat


"Dari mana muncul nya wanita gila ini?!" Kata Asmarani menyela


"Apaa!! Berani nya kau menyebut aku gila. Sudah bosan makan kau yaa." Seru nya marah


"Berani nya kau bilang aku bau liur, dan kalau aku perempuan sendiri lalu kau apa?. Aha.. Pasti kau banci yang sering ngecer di setiap sudut desa, iyakan?!" Sahut Kinar


"Laknat.. Mulutmu perlu di sumpal rupa nya." Marah Asmarani


"Mulutmu yang akan aku sumpal dengan sepatu nya patih Arjuna. Kau harus tau, bahwa dia memiliki aroma kaki yang sedap. Dan lagi.. Berani nya kau menyerang calon suamiku. Kau pasti naksir pada nya kan.. iyakan, tidak akan aku biarkan." Seru Kinar


"Hei, kenapa kalian jadi bawa namaku." Kata patih Arjuna tidak terima

__ADS_1


"DIAAAM!!." Membentak bersamaan membuat patih Arjuna dan yang lain nya terkejut.


"Kau menyebut raja Brian calon suamimu?. Hahahaaa.. Kau masih mimpi rupa nya." Sahut nya mengejek, menyambung pertengkaran yang terjeda karna sahutan patih Arjuna.


"Tertawa lah sepuasmu, tapi setelah itu.. Jangan nangis kau yaa." Kata Kinar mengejek balik.


Para pria yang ada di sana hanya jadi penonton melihat dua wanita yang beradu mulut.


"Aku pastika kau yang akan nangis dan mengadu pada ibumu." Kata Asmarani


"Jangan sebut nama ibuku dengan mulut mu yang bau." Sahut Kinar


Asmarani reflek menutup mulut nya dan kemudian menyembur kan nafas dari mulut ke tangan dan mencium nya.


Kinar yang melihat kelakuan Asmarani tertawa dengan keras. Tidak menyangka, demit yang kata nya seram penuh dendam itu memiliki sifat yang lucu dan mudah di bodohi.


-----


-----


-----

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2