Jadi Ratu Alam Ghaib

Jadi Ratu Alam Ghaib
Epsd. 45. Bahagia di atas penderitaan


__ADS_3

Siang berganti malam, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan begitu seterus nya hingga pergantian tahun.


Sudah tiga tahun sejak raja Brian menceritakan semua nya pada Kinar di sungai itu, dengan berakhir membuat geger para pengawal karna ulah nya yang kabur. Di kerajaan Alaska Kinar di latih kembali dengan keras. Bahkan raja Brian sendiri yang turun tangan untuk melatih nya.


Tak jauh berbeda dengan patih Rangga, raja Brian pun sering kali di buat darah tinggi oleh Kinar. Terkadang dia sengaja mengambil kesempatan saat raja Brian tengah serius melatih nya.


Seperti yang terjadi pada sore ini. Saat raja Brian meminta nya untuk bertarung menggunakan pedang.


"Jangan banyak melamun, cepat serang aku. Jangan pernah memandang lawan dengan sebelah mata." Seru raja Brian garang


"Baiklah.. Tapi kau jangan nangis kalau aku sampai melukaimu." Sahut Kinar dengan penuh percaya diri


"Dasar bodoh!!. Jangan bnyak bicara, cepat lakukan." Gertak raja Brian


"Hiaat.."


Ting.. Tak..


Kreek.. Prang..


Duuk.. "Aauh.."

__ADS_1


Saat menangkis serangan raja Brian, tanpa sengaja Kinar tersandung batu dan tersungkur dengan posisi yang memalukan. Raja Brian yang melihat Kinar terjatuh, bukan nya merasa kasihan dan berniat menolong, tapi malah tersenyum mengejek dengan tangan yang bersedekap.


"Hengh.. Terlalu percaya diri bisa membuatmu kalah dan menanggung malu." Seru nya.


"Tidak kah kau berniat menolong aku?." Tanya Kinar.


"Sebelum meminta tolong sebaik nya perhatikan dulu penampilan mu." Kata raja Brian sambil berlalu


Setelah mendengar perkataan raja Brian, seketika Kinar sadar dengan keadaan nya saat ini. Jatuh tersungkur dengan wajah mencium tanah. Bila di ingat, posisi ini sama persis saat dia jatuh dari atas pohon di hutan Victoria. Sangat mirip seperti seekor katak.


"Haish.. Kenapa juga harus jatuh di saat begini. Seperti nya tanpa sadar aku menyukai posisi ini." Gerutu nya sambil mengelap wajah yang bertanah.


Meskipun mengeluh, lantas tidak membuat nya beranjak. Malah seperti nya dia sangat menikmati. Terlihat santai dengan bertopang dagu.


"Memang nya apalagi, tentu saja berjemur. Apa kau tidak lihat." Jawab Kinar


"Tapi.. Kau terlihat seperti seekor katak dengan kaki di tekuk itu." Seru nya


"Aih dasar bodoh. Kenapa aku bisa lupa untuk melurus kan kaki. Memalukan!." Lirih nya saat sadar


"Ouh.. Kalau ini nama nya gaya baru untuk melatih kekuatan kaki." Elak nya menghindari malu

__ADS_1


"Apa kau mau ikutan juga patih?." Bertanya dengan memasang senyum manis


"Tidak, terimakasih!. Masih ada yang harus aku urus. Dan nikmatilah waktu berjemur mu itu." Sahut nya sambil berlalu.


Setelah patih Arjuna tidak terlihat lagi, Kinar segera bangkit dan lari ke kamar nya.


*****-----******-----******


Di dua kerajaan yang berbeda, kedua raja muda yang duduk di singgasana nya masing-masing menertawa kan tingkah Kinar yang selalu konyol. Sama seperti raja Zain, rala Alfa juga mengirim mata-mata berupa seekor lalat.


Mereka yang sudah lebih dulu merasakan darah tinggi saat menghadapi tingkah Kinar, sekarang di rasakan juga oleh raja Brian.


Bahkan raja Zain yang lebih keras tertawa nya. Mengingat dia yang dulu sakit hati kepada raja Brian karna melukai Asmarani.


Makhluk mana yang tidak senang melihat musuh yang sangat di benci nya menderita. Itu lah yang saat ini di rasakan raja Zain.


------


------


------

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2