
eh? apa mereka pernah sebahagia ini saat bersama ku? aku tidak pernah melihat raut wajah mereka yang seperti itu.
kenapa aku merasa iri melihat mereka? padahal aku juga teman mereka. mereka bukan orang asing.
eh? apa aku benar-benar di anggap sebagai teman? atau aku hanya lah penghalang bagi mereka? apa yang aku pikirkan! bukan kah tadi aku sangat menikmati hari ini? kenapa mood ku suka sekali berubah secara drastis!
rasa nya aku muak karena hal ini terus terulang setiap hari.
.
.
:"hanabi, nih pesenan kita udah sampe" kata ibu hanabi meletakkan nampan
:"makasih bu!" jawab hanabi melihat makanan nya
:"heh... padahal ku kira hanya croissant biasa, ternyata ini terlihat lezat" kata hanabi yang sedikit kaget
mereka makan bersama di Kafe itu.
siang berganti sore, kini mereka sudah berada dirumah mereka.
:"dingin banget air nya kalau sore!" gumam hanabi yang baru selesai mandi
hanabi tidak terlalu mempedulikannya dan memakai baju hoodie yang paling disukainya
:"hoodie memang nyaman di pakai" kata hanabi yang merasa tenang
:"aku ingin makan roti lagi" batin hanabi
*akhirnya hanabi keluar dari kamar nya, menuruni tangga, dan menuju ke dapur.
:"ibu.. roti tawar masih ada gak??" tanya hanabi di dapur
:"roti tawar ada di lemari di atas Sana hanabi!" jawab ibunya di ruang tamu
:"ohh oke, makasih bu" kata hanabi lagi
*hanabi membuka lemari dapur yang ada di atas nya itu.
*hanabi mengambil sebungkus roti tawar dan membuka nya, mengambil 4 roti dan mengikat bungkusnya kembali
:"apa yang akan ku buat dengan roti-roti ini..?" kata hanabi memikirkan nya.
cukup dengan memikirkan apa yang akan dibuat, hanabi membuat 4 macam roti isi yang berbeda.
setelah selesai hanabi pun menaruh makanan nya dimeja dan mengambil air putih dingin di kulkas.
hanabi meletakkan air dingin di meja dan mengambil gelas lalu menuangkan air dingin itu ke dalam gelas.
hanabi duduk di kursi dan mulai makan roti nya itu.
rinci, dan rumit.
:"kenapa aku merasa iri dengan hal bodoh seperti ini? padahal tadi aku sangat bahagia" batin hanabi yang memikirkan kejadian tadi siang sambil memakan roti nya.
:"wah.. aku sampai kebingungan sendiri.." batin hanabi lagi
:"besok hari sabtu.. lalu minggu.." batin hanabi
:"ya udah lah, aku mau lanjut makan aja" batin hanabi lagi
selesai makan, hanabi mencuci bekas makan nya dan kembali ke kamar nya.
:"aaakkhh.. kapan hari senin" kata hanabi yang tiduran di kasurnya.
:"besok sabtu kan? lalu minggu" kata hanabi bicara sendiri
__ADS_1
:"langit sudah mulai gelap. aneh rasa nya jika aku berbicara dengan langit sewaktu-waktu" batin hanabi melihat kearah jendela besar dikamarnya.
:"tapi aku benar-benar ingin berbicara banyak. aku tidak tau harus bicara dengan siapa" batin hanabi menatap langit-langit kamar nya (atap?)
:"mereka berdua sibuk (lily dan kenzo), sementara dia juga masih harus berlatih untuk festival musik (rion)" batin hanabi
:"aah.. mau mat*" batin hanabi
:"gagagagaga!! jangan mikir Kesana lagi!" kata hanabi menepuk-nepuk pipi nya sendiri
:"apa yang aku pikirkan tadi" batin hanabi menepuk keningnya
hari sabtu.
*tok tok tok! pintu yang diketuk dari luar
:"hanabi, bisa tolong buka kan pintu depan?" kata ibu hanabi di dapur
:"iya bu" jawab hanabi turun dari tangga
*hanabi berjalan menuju pintu depan dan membuka pintu itu.
*cklek, suara pintu yang di buka
:"eh? kalian" kata hanabi melihat rion, lily, dan kenzo di depan pintu
:"siapa itu hanabi??" tanya ibu nya sedikit berteriak di dapur
:"ini teman-teman ku bu!!" jawab hanabi sedikit berteriak juga
:"masuk lah" kata hanabi mempersilahkan masuk
:"permisii" kata mereka bertiga masuk ke dalam rumah hanabi
:"oh! ini bunga untuk mu! apa kau sudah mendingan?" kata lily menyerahkan bucket bunga berukuran sedang kepada hanabi
:"ku Kira ini untuk para senior.." batin hanabi melihat bunga mawar itu.
*hanabi mencium aroma bunga itu dan perlahan merasa tenang kembali
:"terimakasih banyak atas bunga nya" jawab hanabi lagi kepada lily
:"sama-sama!" jawab lily tersenyum senang
mereka pun berbincang-bincang diruang tamu sambil memakan banyak snack ringan yang tadi dibawa kenzo.
:"kau beli ini di mana? ini enak!" tanya hanabi mengambil beberapa snack
:"oh ini, pak haru sangat suka dengan makanan ringan termasuk dessert dan snack seperti ini. kebetulan dia mengajak ku ke toko kue langganannya! jadi aku membeli ini semua" jawab kenzo menjelaskan
:"pantas saja ini semua makanan manis, ini dessert" kata rion tidak heran
:"seharusnya kau katakan itu dari awal! kita bisa buat coklat panas dulu!" kata lily merengek
:"benar itu, padahal akan sangat enak dengan coklat panas" kata hanabi melanjutkan
:"iya iya maaff~ nanti kalau kita ngumpul bareng lagi ku ajak kalian Kesana deehh" kata kenzo
:"yeeeyyy!!" jawab mereka bersamaan
aneh jika aku bilang aku masih kesepian.
seperti tidak melihat mereka yang persis ada di depan ku. berbicara dan tertawa.
aku merasa seperti sedang ber halusinasi.
aku masih merasa kesepian dan kosong.
__ADS_1
aku masih merasa kalah saing dengan mereka semua.
aku masih merasa jauh dari mereka semua.
aku benar-benar sudah gil* jika aku sendiri tau bahwa mereka menyayangiku.
aku ingin mat* saja.. aku benar-benar sudah muak selalu seperti ini sepanjang waktu.
aku sadar bahwa aku sedang memakai topengku, dan itu membuat ku kesal.
bolehkah kali ini aku katakan? bahwa aku ingin tidur dengan tenang?
.
.
:"nih! ibu buat kan coklat panas sesuai dengan yang kalian ingin kan" kata ibu hanabi menaruh 4 cangkir coklat panas ke meja
:"terimakasih bi" jawab rion menundukkan kepala
:"makasih mamaaa" jawab kenzo dan lily bersamaan
:"sama-sama" kata ibu hanabi tersenyum
*ibu hanabi melihat sekilas anak nya yang sedang melamun
:"hanabi, kau mau makan roti yang ibu buat tidak?" tanya ibu hanabi kepada hanabi.
:"eh? roti apa?" tanya hanabi balik kepada ibu nya
:"roti isi sosis, kebetulan ibu buat 6 roti, bisa dibagi ke temen-temen kamu juga" jawab ibunya
:"mau bu! makasih banyak ya!" jawab hanabi lagi tersenyum
:"kalau gitu ibu ambil dulu ya roti nya" kata ibu hanabi menunjuk dapur
:"mau hanabi bantu bu?" tanya hanabi
:"gak usah, kamu ngobrol lagi aja sama temen-temen kamu nih. ya udah ibu ambil roti nya dulu di oven, udah jadi kayaknya" jawab ibunya yang berjalan ke arah dapur
:"makasih bu!" kata hanabi mengucapkan terimakasih lagi
beberapa menit kemudian..
:"hati-hati masih panas, ini roti kalian.. di buat sendiri oleh ibu" kata ibu hanabi meletakkan piring berisi 6 roti
:"terimakasih banyak!" jawab mereka bersama
:"sama-sama, ayo coba di cicipin, enak atau gak" kata ibu hanabi
:"iya bu!" jawab mereka lagi bersama
mereka menikmati roti buatan ibu hanabi dan memberi kan rating tinggi untuk itu
:"ini enak!"
:"hmmm roti nya lembut!"
:"isiannya banyak banget lagi!"
:"di pakein saus sambel juga cocok"
segala pujian di dapatkan ibu hanabi
tapi yang terpenting baginya, adalah melihat anak nya yang tidak terlihat murung lagi. itu membuatnya sangat sangat sangattt bahagia
-karena kita menyayanginya, maka kita akan senang jika melihat nya tersenyum
__ADS_1
~ch21 selesai~