
Sekarang bagaimana?
merenungkan semuanya dan putus asa. Ya, hanya itu yang aku punya sekarang.
Harimu akan terus berlanjut, jadi jangan sampai kau hanya menangis sepanjang hari sambil melukai diri.
Aku sungguh kecewa dengan diriku. Benar-benar kecewa. Aku muak. Aku membenci nya.
AKU MEMBENCI NYA!!!
Mengapa harus aku?
Semua orang bisa bebas melakukan tanpa ada masalah. Selama pikirannya bisa dipulihkan mereka masih bisa merasa bahagia
Tapi, bagaimana dengan ku? aku?
Bahkan tidur pun, yang selalu kurasakan hanya lah panik dan kekosongan di kepalaku
Rasa yang selama ini kuhindari bisa kembali kapan saja. Dan itu bisa membuat ku lebih parah dari orang gil*.
Kau muak? maka aku juga sama. Kata "semua manusia punya masalah" benar-benar membuatku putus asa. Aku tau, dan aku tak mau mendengar nya
Depresi tak membuatmu semakin lemah. Kau hanya semakin takut sampai akhirnya putus asa. Hanya itu saja
Setidaknya itulah yang bisa kupikirkan. Bukankah semuanya akan terlihat jelas jika kau mengalami nya?
Kau tak perlu kata-kata untuk itu.
Lagipula, akhirnya akan tetap sama. Semuanya akan dimulai dan berakhir
Bersanding dengan berbagai tipe manusia yang ada di dunia
semuanya akan hilang, dan kembali dengan cara yang berbeda.
kau pernah dengar soal bagaimana perkembangan teknologi yang semakin menjadi?
Lihatlah, itu membuktikan bahwa manusia semakin genius.
.
aku angkat tangan. Aku harus segera meminum antidepresan.
:"Nak? Kamu tidak apa-apa?"
:"Tidak baik-baik saja. Jika aku banyak diam maka aku akan mati"
Ucapku sambil menuruni tangga dengan terburu-buru
:"Kau butuh obat mu? Biar aku ambilkan. Hati-hati kau bisa jatuh"
Ibu dengan cepat pergi ke dapur dan mencari kotak obat terpisah. Dikhususkan untuk diisi obat-obat ku saja
Memberikan obat dan air kepadaku. Dan dengan cepat aku menerimanya
Kau tau seberapa cemas, paniknya aku? Hey, kau bisa mengira bahwa aku orang gil*. Karena itulah faktanya
Aku bukan tak sanggup menahan tapi semua ini membuatku tertekan
Lagi dan lagi dan itu tak pernah berhenti. Kalian juga bisa merasa muak dan jengkel dengan itu
Lalu takut dan cemas itu semakin parah, dan kalian menjadi gil*
Benar tidak?
Tak bisa lagi mengeluh. Aku hanya mencoba menahan segala hal negatif dipikiranku sendiri
Mati ku percuma, hidupku tak beraturan. Tak ada halangan, tapi banyak hal tak berguna berkeliaran
.
aku melewati pelajaran kelas dan menenangkan diri di rumah. Ibu yang pergi konsultasi dan Ayah yang bekerja, aku benar-benar sendirian disini
Apa mungkin? Tidak mungkin.
:"Aku butuh bantuan, aku butuh sesuatu. Apapun perlihatkan apapun. Sial kenapa tak ada apa-apa??"
Aku berkeliaran mengacak-acak isi rumah. Berlari ke pojokan dan gemetar.
:"Seseorang tolong aku.."
__ADS_1
Menjambak rambutku sendiri dan merontokan helai-helai nya
:"Seseorang. Aku butuh sesuatu"
Tak bisa begitu saja membaik bukan? Aku lelah.
****************
Lewat beberapa jam, entah sekarang jam berapa. Siang yang cerah kini mulai hilang.
Sore? Sepertinya bukan sore.
Aku mengantuk. Mau tidur. Selamanya
.
Dengan mudahnya mataku terpejam. Dan ya, aku tidur
Tidur seperti orang yang biasanya. Yah, bedanya aku tertidur di lantai
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Kau tau sudah seperti apa belakangan ini?
Aku bisa mengira semua orang sama seperti seseorang di masa lalu. Menyerah dan aku tak mau melihat mereka
Berapa kali aku mengurung diri di kamarku dan menggores beberapa anggota badanku?
Tangan, leherku. Hey, di kaki ku juga ada
Oh, harusnya aku menggambar sesuatu disana
Aku hanya membayangkan kalau aku hanyalah orang gil* yang sedang menjadi orang normal
Itu membuatku lebih bahagia dibanding apapun. Masih ingat dengan impianku dahulu?
Aku selalu bilang kalau aku ingin menjadi seorang buronan atau aku akan mat* dengan cara yang kusukai
Itu belum terkabul sampai sekarang. Maka aku berpura-pura lega karena itu tak terjadi
Semuanya menipu.
****************
Sekarang aku ada disekolah. Bolos pelajaran dan membaca buku di perpustakaan seperti diriku yang dulu.
Orang yang buruk. Orang yang tak mau mengurus apapun. Ya, seperti itu
Aku tetap belajar. Bedanya, aku belajar lewat buku yang bercampur di perpustakaan
Kadang semua harus bisa kau jalani. Jelas aku sangat lelah. Sangat lelah. Tapi aku tetap melanjutkan cerita ini.
Selalu, setelah semuanya maka aku hanya bisa memulai. Mulai menganggap semuanya halusinasi belaka dan itu akan musnah
Baiklah, mungkin ini waktu istirahat. Apa aku harus keluar?
:"Hanabi, aku beli onigiri"
Rion tiba-tiba muncul dibelakang ku. Memberikan ku onigiri itu Dan duduk disamping ku
:"Kamu sendiri? gak makan?" tanyaku
:"Tadi udah kok. Aku ikut bolos ya. Soalnya jam berikutnya aku tidak suka" jawabnya
:"Pelajaran memasak?"
:"Benar! lagian, aku lebih suka makan masakanmu"
:"Terserah kamu.. terimakasih onigiri nya, aku makan ya"
:"Makan saja, aku belikan untukmu kok"
Lalu aku memakannya dengan lahap.
****************
Yang awalnya aku hanya membaca buku sendirian, kini ada seseorang disampingku. Dan dia ikut membaca buku
__ADS_1
:"Haha! komik ini lucu!" Ucapnya sembari tertawa
:"Hey, jangan berisik. Ini perpustakaan" Sahut ku
:"Oh ya, maaf maaf. Aku lupa."
:"Ngomong-ngomong, kenapa kamu daritadi cuma baca buku pelajaran? apalagi itu pelajaran yang sedang diajarkan dikelas" tanya nya
:"Aku bukan bolos kelas atau belajar, aku hanya bolos bersosial. Itulah mengapa aku tetap pintar"
:"Mengejekku ya?"
:"Tidak tuh"
:"Hmp, sudahlah. Aku baca komik ku lagi saja"
:"Silahkan" Jawabku sambil mencatat
****************
Jam pelajaran itu berakhir. Berganti jam pelajaran lainnya
:"Tidak kembali?" Tanya ku
:"Aku ngantuk. Bangunin pas pulang aja ya"
:"Hey! Rion! apa tugasmu selesai semua?"
:"Sudah selesai semua"
Apa dia benar-benar berniat tidur? aku ingin mengabaikan itu tapi aku tidak yakin.
Mungkin dia masih memiliki beberapa tugas.
:"Sekarang ini menyusahkan ku" aku menghela nafas berat
Aku lanjut belajar, sambil memperhatikan Rion yang tertidur lelap
:"Dia manis juga." Batinku
Apa yang kupikirkan?
****************
Selesai dengan semua kelas yang ada. Bagaimana kabar anak yang tertidur di perpustakaan?
Ya, biarkan saja. Tidak, aku hanya bercanda
:"Bangun. Ayo pulang"
Dia tidak bangun tentu saja. Mungkin kalian akan kesal jika ada di posisi ku sekarang ini
:"BANGUN!"
:"WOAA!"
Aku menendang kursi itu hingga jatuh.
:"Lain kali hati-hati anak muda, itu berbahaya tidur sampai terjatuh"
:"Hey! kau mau kemana?!!!"
Dia mengikuti ku seperti anak kecil.
Dia lucu, itu membuatku bahagia melihatnya bertingkah imut
:"Jadi? kau sendiri yang bilang minta bangunkan saat pulang sekolah"
:"Udah sore ya? wahhh sinar yang menyilaukan!"
:"Matahari terbenam indah ya disini? aku belum pernah lihat" sahutku
:"Mau lihat bersama ku tidak? besok?" tanya nya semangat
:"Hm?"
~Ch 70 selesai~
Sankyuu!
__ADS_1