Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 28-Yang pantas bahagia


__ADS_3

aku sudah bersabar cukup lama, dan aku berharap itu akan membuahkan hasil. tapi tak Ada sama sekali.


hanabi terdiam melihat lapangan begitu lama, ia melamun dan tatapan nya begitu kosong. tatapan itu tak bisa mengartikan segala hal.


.


.


aku mendengar beberapa lagu akhir-akhir ini, beberapa disana pasti Ada lirik mengenai.. "tak bisa di selesai kan hanya dengan komputer". aku baru mengetahuinya, dan masih belum mengerti seutuhnya.


yang ku tahu, makna dari lirik yang diciptakan di lagu itu. mereka pantas mendapatkan kehidupan, itu lah yang ku pikirkan.


mungkin aku akan meminta lily untuk menyanyikan satu lagu yang aku buat, dengan begitu aku akan berfikir bahwa aku juga layak hidup.


masih berharap bahwa semua nya berakhir disini. tapi aku masih ingin bersama dengan mereka.


:"hanabi!! ternyata kau Ada di lapangan, aku mencari mu kemana-mana" kata rion yang ngos-ngosan


:"Ada apa? kau terlihat panik" tanya ku melihat rion


:"itu.. apa tuh.. di kelas.. Ada keributan di kelas mu" jawab rion yang masih ngos-ngosan


:"siapa yang memulai?" tanya ku lagi menghampiri rion


:"stella, stella yang memulai" jawabnya


*aku membantu rion membenarkan posisinya, memberikannya minum sebentar dan langsung pamit


*aku berlari menuju kelas ku yang Ada di lantai bawah


hanabi berhenti tepat di depan kelas nya


:"sepertinya tak Ada yang bertengkar" batin hanabi melihat kelas nya yang terlihat damai


*bruk!


:"IDIOT INI MAU PAMER LAGI!!" teriak stella setelah menendang hanabi sampai terjatuh


:"hah?!" hanabi yang reflek


:"kau ini gak usah sok keren ya! jangan mentang-mentang kau di sukai kau me mamerkan semua yang kau punya! dasar broken home!!" kata stella yang menarik celah baju hanabi


:"pukuli saja dia sampai mat*!" lanjut teman stella itu


.


rion berlari menuju kelas hanabi untuk melihat apakah pertengkaran itu sudah selesai atau belum


.


:"kau tau?! aku benar-benar membenci mu! kau ini selalu saja mendapatkan segala nya! BOCAH BROKEN HOME SEPERTIMU SANGAT TIDAK PANTAS KAU TAU?!" teriak stella menampar keras hanabi


hanabi hanya terdiam, melihat ke lantai.


:"aku tidak pernah di bully secara fisik seperti ini" batin hanabi


dadaku mulai terasa sakit lagi.. nafas ku mulai tak beraturan lagi.


:"anak sampah sepertimu, lebih cocok menjadi budak!" lanjut teman stella

__ADS_1


*bruk! brak!, tendangan dan pukulan di terima hanabi.


:"KALIAN BERHENTI!" teriak rion langsung menendang stella


:"berani nya! kalian sengaja bertengkar agar hanabi kesini hah?! DAN KENAPA YANG ADA DI KELAS HANYA DIAM?! BERSENGKONGKOL DENGAN MEREKA HAH?! BRENGSEK!!!!" teriak rion.


rion langsung membawa hanabi ke uks. hanabi yang setengah sadar itu, menganggap bahwa hidup adalah yang terburuk.


di uks


:"apa yang terjadi? kenapa dia terlihat pucat begini?" kata pak hiru


:"dia.. di bully" jawab rion menunduk


:"di bully? maksudmu??" tanya pak hiru tidak percaya


:"dia ditendang.. dan dipukul.. mungkin juga ditampar.. itu karena pipi nya sangat merah" jawab rion menunduk


:"hanabi tidak sebodoh itu sebelum nya, bagaimana bisa ia tidak waspada?" kata pak hiru


:"aku.. aku pikir Ada pertengkaran di kelas hanabi.. salah satu murid mengatakan nya kepada ku.. jadi aku memanggilnya.. dan.. begitu lah.." jawab rion hampir menangis


:"jadi kau? lebih baik untuk berhati-hati! hanabi sama dengan asara, mereka berdua dibenci, hanya beda cara" kata pak hiru


:"iya pak, saya benar-benar menyesal" kata rion menundukkan badan


:"sudah lah.. ini sudah berlalu, kau kembali lah ke kelas" kata pak hiru dengan nada dingin


:"ba-baik.." jawab rion gugup


rion pergi, ia selalu menoleh ke hanabi dan hatinya benar-benar terasa sakit, ia benar-benar merasa bersalah.


:"aku tidak berguna.." batin rion yang berjalan di koridor


.


.


sementara hanabi sendiri sedang diobati oleh pak hiru


:"kau baik-baik saja? sudah mendingan?" tanya pak hiru membantu hanabi duduk


:"ya" jawab hanabi tanpa menoleh sama sekali


:"asara dan aku jauh berbeda.. beda" kata hanabi dan langsung mengeluarkan air matanya itu


:"jangan berfikiran seperti itu, asara memiliki trauma, sementara masalah mu terus berlanjut sampai sekarang. kau hebat" jawab pak hiru mengelus punggung hanabi berusaha menenangkan


:"tetap saja, dia dipedulikan" kata hanabi yang masih menangis


:"kau juga dipedulikan, banyak yang peduli padamu" kata pak hiru mencoba menenangkan


hanabi hanya terdiam, menangis dan pasrah dengan apapun.


.


sore hari, dirumah hanabi


:"hah.." hanabi yang menghela nafas

__ADS_1


:"kau pergi lah mandi, aku akan buat kan makanan" kata hanabi yang menuju dapur


:"biar aku saja! sebagai tanda minta maaf.." kata rion langsung berdiri dari duduk nya


hanabi menoleh ke arah nya, tersenyum seakan mengatakan terimakasih


:"kalau begitu bantu aku masak" kata hanabi yang lanjut berjalan ke dapur


:"iya!" jawab rion berlari mengikuti hanabi


di dapur


:"kau ambil kan telur di kulkas" kata hanabi menunjuk kulkas


:"baik" jawab rion


mereka memasak bersama, dan tidak lupa mereka membuatkan makanan juga untuk ibu hanabi


malam tiba, mereka banyak berbincang diruang tamu. sampai akhirnya hanabi memutuskan untuk tidur


:"aku tidur ya, selamat malam" kata hanabi bangun dari duduk nya


:"iya, selamat malam juga, mimpi indah hanabi" jawab rion tersenyum


hanabi pun berjalan ke arah tangga dan menaiki nya, dia pergi ke kamar nya dan masuk, menutup pintu.


...


yang pantas bahagia, adalah mereka yang mau bertahan untuk menyaksikan masa depan.


hanabi menunduk, berharap bahwa dia juga akan bahagia nanti nya.


.


.


aku melihat begitu banyak film atau pun komik, mereka yang awalnya terluka, akan bahagia juga karena Ada tokoh pasangan nya.


aku menginginkan nya juga, tapi aku tetap tak mau berharap banyak.


aku hanya menginginkan apa yang Ada di film itu, walau pun aku tau itu hanya fiksi yang mungkin tidak nyata.


hanabi berjalan ke arah jendela, membuka jendela nya dan menangis disana.


harapan yang berkali-kali di jatuhkan oleh kenyataan.


khayalan di sayangi semua orang dan di kenal.


imajinasi belaka yang membuatku merasa hebat.


pada akhirnya akan hancur juga semua itu.


harapan yang gagal, imajinasi yang menipu, khayalan palsu. sementara kenyataan itu benar apa Ada nya, karena mereka memperlihatkan apa yang benar-benar terjadi di setiap hari nya. itu lah realita pahit bagi seseorang yang hanya terus berharap tanpa Ada niat untuk berjalan.


:"aku selalu berusaha.. untuk terus melihat kedepan. tapi pada akhirnya.. aku menunduk juga karena mereka yang memperlihatkan realita itu" batin hanabi


pada akhirnya, aku kalah lagi.


dan yang pantas bahagia, adalah kalian yang berani mencoba. kalian yang berani membuka diri yang baru.

__ADS_1


bisa kah aku menjadi seperti kalian? aku kagum karena kalian bisa menghadapi dunia yang kejam.


~ch28 selesai~


__ADS_2