
aku dan kak shahiro kembali lagi kedalam, sementara rion dan kuki merasa heran dengan apa yang terjadi diluar
kami hanya menjawab tak ada apa-apa.
1 jam berlalu, waktu sudah menunjukkan jam 21:27, ini sudah jam setengah 10 malam
disaat kak shahiro dan kuki sibuk menonton film di tv, rion membacakan apa yang ia baca dibuku itu, aku menyimak nya dan benar-benar fokus terhadap hal itu.
.
.
tak lama, aku mendengar seseorang memberontak diluar. aku menoleh dan mencoba berjalan kearah nya
melihat kearah jendela.
sontak aku kaget dan langsung membuka kunci rumah, membuka pintu dan langsung menghajar pak tua itu
:"MASIH BERANI KAU TETAP DISINI?! DASAR TAK PUNYA MALU!!!"
aku terus memukulnya, sementara ibu menangis ketakutan.
aku tak peduli para tetangga memperhatikan hal itu, aku tak malu. karena yang salah disini adalah dia, pak tua itu. bukan aku.
:"ibu! kau tidak apa-apa?"
aku melihat kak shahiro yang memeluk erat ibu.
:"ibu!"
rion dan kuki datang menghampiri ibu, sementara pak tua itu membalas pukulanku dan membuatku terkejut.
:"ah.. apa dia anakmu?"
jelas aku tau apa yang dia katakan, dia membicarakan rion
:"dia tampan ya, melebihi shahiro"
aku hanya melihat rion yang terdiam. aku mencoba berdiri dan menyuruh nya untuk diam saja didalam rumah
:"apa? kenapa? apa aku tak bisa membantumu?"
ekspresi rion itu, membuatku mengingat masa kecil ku yang kelam.
:"aaa... sudahlah!"
:"KAU PERGI DARI SINI ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU" teriak ku.
:"kau ingin membunuh ayahmu sendiri?"
:"pak tua, dengarkan ini, kau.. BUKAN AYAHKU, KAU PRIA TUA BRENGSEK YANG MENUMPANG TINGGAL DIRUMAH"
:"kau!!!"
jelas aku tau bahwa dia marah, aku tak segan memukulnya terus menerus. tak peduli banyak orang yang berteriak hentikan. aku tetap akan memukulnya. sampai ia memohon untuk tidak memukulnya lagi.
:"aku.. benci semua orang" gumamku setelahnya
aku menyeret pak tua itu dan melemparnya
setelah itu aku menyuruh semua orang untuk kembali kedalam rumah nya masing-masing
sementara aku kembali ke kantor polisi untuk meminta..
:"tahan aku"
:"apa kau.. melakukan itu lagi?"
:"pak tua itu kembali, jadi aku menghajarnya"
__ADS_1
:"pulang lah nak, kau itu orang baik. ok??"
aku menggeleng-gelengkan kepala
:"kalau begitu.. hukuman saja ya?"
aku menganggukan kepala
aku di suruh lari 10 putaran malam itu. dan aku menerimanya
besok nya
sabtu telah datang, kini waktu nya memutuskan apa yang akan ditunjukkan di atas panggung bukan?
ya, aku menghampiri kak asara di ruang osis untuk menentukan pilihan masing-masing
sejujurnya, aku yakin kak asara sudah memilih, sementara aku masih belum tau apa yang harus ku tampilkan
aku mendekati kak asara yang sedang terduduk diam di jendela yang terbuka, angin berhembusan di ruangan ini
:"kau sudah menentukannya? atau belum?"
sontak aku kaget dengan kak asara yang tiba-tiba berbicara dan menghadapku. Aku menggeleng-gelengkan kepala mengartikan kalau aku belum memutuskan apapun
:"kalau begitu, kita pakai cara vote saja ok?"
:"baik"
sesuai dengan kesepakatan yang kami buat, kami membuat beberapa lembar yang akan kami bagi kan kepada semua guru di sekolah nanti.
aku tak mau ambil repot jadi cara ini akan lebih baik
:"jika ada hasil yang seri, kau tinggal putuskan mau menunjukkan yang mana diantara pilihan seri itu. kau mengerti?"
:"aku mengerti" jawabku
setelah semua selesai, kami berkeliling mencari para guru di sekolah dan meminta mereka untuk membulatkan Satu pilihan yang mereka suka
.
.
akhirnya semua lembaran sudah terisi, kami berkumpul lagi diruang osis dan merapihkan hasilnya.
dan hasil yang kami dapatkan, aku akan menunjukkan seni lukis ku di panggung nanti, dan aku meng iyakannya karena itu lah yang menjadi pilihan utama
waktu jam sekolah terus berputar, jam belajar, istirahat, jam belajar lagi, dan seterusnya. sampai pada saat kami akan pulang
sekarang sudah sekitar jam 16:56, ini sudah jadi hal wajar jika kami pulang cukup lambat
aku kembali ke rumah dengan berjalan kaki, walau memang jauh, tapi aku tak peduli
setelah kejadian malam itu, aku tak mungkin ingin berada dirumah secepat itu kan? aku muak mengingat pak tua yang datang ke rumah layaknya sedang meminta sumbangan.
.
.
.
18:04
aku sampai dirumah, aah.. ini sudah malam
cklek
:"hanabi! kau baik-baik saja?!"
rion langsung menghampiri ku, mengecek ku seakan aku habis di serang sesuatu
__ADS_1
aku memegang kedua tangan rion, mencoba menenangkannya
:"santai saja, aku sengaja jalan kaki sampai rumah kok. aku baik-baik saja"
:"apa kau tidak lelah? ayo masuk! aku akan buat kan sesuatu untuk kau minum" ucapnya
dia menarik tanganku untuk masuk kedalam, aku hanya mengikutinya di belakang
didalam rumah
:"hanabi?! kau dari mana saja?! ibu khawatir pada mu!!"
:"aah.. maaf bu, tak akan aku ulangi lagi"
:"kau harus hati-hati, diluar banyak orang jahat!"
:"kak shahiro.. mereka akan takut padaku kau tau? karena aku kuat" jawabku memamerkan otot tangan
:"terserah kau saja lah, tapi kau harus tetap hati-hati kau mengerti?"
:"siap di mengerti" aku hormat
.
.
.
dikamar
aku selesai mandi dan mengganti bajuku seperti biasa, aku tak langsung keluar dari kamarku. aku membuka jendela yang ada dikamar dan merenungkan apa yang terjadi hari ini
.
akan ada sebuah lelucon singkat yang akan membuat tanda perpisahan semakin terbuka.
lihat lah langit malam itu, masih selalu bercahaya seperti biasanya. entah siapa yang menyinari nya sampai jadi se indah itu
aku tak ingin bertemu orang-orang..
aku pernah beberapa kali mencoba bun*h diri, masih bisa di hitung dengan jari
tapi kau tau? aku takut akan kematian. aku akan berfikir.. apakah akan ada orang yang datang kepemakaman ku? apakah aku akan makin kesepian? banyak pertanyaan yang muncul dalam kepala ku.
lagi pula, orang yang kuat masih akan bertahan. dan orang yang hebat sudah cukup berjuang
manusia memiliki pilihannya sendiri, tak pantas jika kau menilai seseorang tanpa tau banyak tentang nya. itu kacau namanya
Mari ketopik selanjutnya.
aku ingin membahas tentang super hero yang ku tonton di tv akhir-akhir ini
mereka penyelamat.
beritahu aku tentang makna menyelamatkan. aku benar-benar ingin menjadi hero seperti yang kulihat. yah aku tau, mereka mungkin tidak benar-benar ada di kehidupan nyata.
tapi aku yakin, mereka adalah orang-orang baik yang sama-sama menyelamatkan banyak orang
orang, orang, dan orang. semua nya. aaahh... aku membenci mereka.. begitu juga diriku sendiri.
haha, ini waktu nya turun kebawah dan menikmati keharmonisan dalam topeng. baik lah, aku akan keluar dari kamarku yang sunyi ini, seperti hatiku yang tak pernah mau mengerti arti kesepian
"jangan, jangan gunakan topeng itu"
seseorang membisik!
aku yang terkejut, langsung menoleh ke belakang. tak ada siapapun!
apa-apaan itu..
__ADS_1
~ch32 selesai~
sankyuu!