Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 50-Hal nyata


__ADS_3

Di pagi hari selanjutnya, aku bangun seperti biasa. Namun, aku merasa ada yang berbeda


:"Ini bukan kamarku"


Menoleh kesana kesini, diam di tempat tidur berukuran besar itu sampai seorang gadis memasuki kamar.


Gadis yang hampa, terlihat jelas di wajahnya. Mukanya pucat dan tatapan matanya sangat kosong. Seperti enggan menerima hidup.


Gadis itu membawa sebuah tali yang sangat panjang, dan tebal. pergi ke jendelanya dan membuka jendela itu


Aku berfikir mungkin ia ingin bun*h diri, tapi aku tak akan mencegahnya. Toh karena itu pilihan nya sendiri


Ia mengikat tali itu di sisi tengah jendela, lalu gant*ng diri.


...----------------...


Tak tersadar baru dibangunkan, mimpi itu menghilang. Entah apa, tapi itu seperti ia sedang menunjukkan cara yang lebih mudah tanpa ada suara


Aku bangun dari kasurku seperti biasa, memutuskan untuk mengambil kesempatan


Aku pergi mandi dan mengganti baju ku dengan hoodie yang nyaman, dengan celana kasual yang biasa tapi terlihat modis


Pergi ke bawah dan mengatakan kepada kakak ku, bahwa aku ingin pergi ke psikolog sendiri. "Aku sudah hafal" Ucapku padanya


Kakak memberiku uang lumayan banyak, dan memastikan bahwa aku membawa handphone untuk meneleponnya disaat sulit.


Ia mempercayaiku apa adanya, jadi tak heran ia mengizinkan ku pergi sendiri


.


.


Jarak dari rumah ke rumah sakit terdekat masih terbilang jauh, seperti jarak rumahku dari sekolah yang berada di sebrang kota, sementara rumah sakit lebih dekat setidaknya sedikit lebih dekat dibanding sekolah


.


Menunggu bus di halte seperti biasa, sambil memikirkan banyak hal.


"Pergi atau tidak?" "Aku harus jawab apa?" "Apa yang harus kuceritakan?" Dan lain sebagainya


Rasa canggung ada dalam diriku sendiri, cemas dan bingung harus apa. Aku hanya coba menghentikan semua pemikiran itu, karena jika terus terjadi, maka bisa jadi aku akan kambuh lagi.


Sepanjang perjalanan dengan bus, aku hanya menatap kaca nya. Tak menoleh kemana pun lagi. Sampai saat bus itu turun di tempat tujuanku


.


Aku turun dari bus dan langsung masuk ke rumah sakit, menanyakan bagian psikolog. Aku ditujukan ke satu ruang. Sebenarnya aku ingat. Hanya cek saja. (Tidak, sebenarnya aku lupa. Karena aku kehilangan ingatan beberapa tahun terakhir entah karena apa)


Aku memasuki ruang dan disambut ramah, mungkin oleh dokter yang biasa menangani ku?


:"Halo dek hanabi, sendirian aja?"

__ADS_1


:"Iya"


Ah, ternyata benar


.


:"Sudah berapa lama ini.. Kau merasa baik kan selama beberapa tahun lalu?"


:"Semoga begitu, setiap tahun hanya dihantui rasa hampa dan mimpi aneh berkali-kali. Mungkin mimpi itu menyarankan ku untuk mengakhiri hidup"


:"Jangan berkata seperti itu. Kamu gak boleh bicara kayak gitu"


:"Benar, tapi salah juga. Dengan bukti bahwa artinya aku kambuh lagi tanpa kesiapan apapun. Lihatlah siapa yang paling menjengkelkan diantara raga ku dan dokter. Perbedaan terlihat jelas dimata"


Mengkritik orang lain dan diriku sendiri, sementara ia hanya mendengarkan tanpa memberi komentar apapun. Aku er us mencaci maki, terus-menerus tanpa memikirkan apa-apa. Hampa melanda di saat aku sedang konsultasi


.


.


:"Kenapa kau marah tanpa perasaan? bahkan ekspresi mu sangat kosong. Mau ulangi lagi setelah memulihkan hampa?" Ucapnya paham


:"Tidak, tolong beri aku tips atau apapun agar aku masih bisa hidup besok. Dengan bukti coretan di tangan seharusnya anda sudah mengerti kenapa bukan"


Aku menunjukkan tangan kiri dan kanan ku. Menunjukkan bekas-bekas sayatan dan ansaplas (?) yang sudah hampir copot karena ku gosok dengan keras saat mandi. Walau itu menimbulkan luka


:"Kamu..kenapa?... Kamu gak kasian sama tangan mu ini?"


Aku menggerutu lagi


......................


Hari ini cukup sampai disini. Dokter memintaku untuk datang lagi minggu depan


.


Ini sudah sore, tapi aku masih ingin berada di luar rumah. Dengan sisa uang yang diberikan, aku pergi berkeliling mencari makanan untukku bawa pulang


Dengan berjalan kaki, mampir kesana kesini membeli apapun yang ku suka dan bisa ku makan. Dari cemilan biasa, sampai cemilan khas jejepangan yang ku suka.


Kebab, burger gerobakan, kentang goreng, Fried chicken dan masih banyak lagi


Aku menemukan banyak jajanan khas di beberapa wilayah, karena ini malam minggu, maka ramai pengunjung disana sini


Aku membeli takoyaki ukuran besar, beberapa seafood bakar yang selalu kalian lihat di pasar malam, dan es teh


.


Setelah ku pikir cukup lama aku diluar, malam hari datang


Aku memutuskan untuk menelepon orang rumah untuk minta jemputan. Lalu kakak lah yang akan menjemput ku

__ADS_1


...****************...


Sampainya dirumah, kakak menanyakan ku tentang bagaimana hasil konsultasi ku


Aku hanya menyerahkan selembaran kertas berisi data tentang keluhan/penyakit apa yang ku alami


Yah, hasilnya sama seperti dulu. Setidaknya yang ini berkurang 1


Ingatan yang selalu hilang tanpa sebab bisa kembali lagi tanpa sebab juga. Jika aku search di g**gle, kebanyakan penyebab nya karena otak


Aku sering memukuli kepalaku dan membenturkannya dsembarang tempat, jadi untuk apa panik. Lagipula itu ulahku sendiri


.


.


Malam hari tiba, selayaknya orang biasa. Aku kembali ke kamar ku dan tidur. Kali ini tak membuka jendela, sungguh. Aku tak mau mencari gara-gara


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 minggu ku lalui dengan self harm yang selalu menutupi hari. Dan hari minggu tiba lagi


Kali ini, aku diantar oleh kakak ku kerumah sakit, setelahnya ia hanya memberikan ku uang seperti kemarin hari dan pamit untuk pergi kerja. Tak lupa ia menyuruhku untuk mengaktifkan handphone ku


.


.


.


Selang beberapa waktu berlalu, konsultasi berjalan lancar dengan caci makian yang ku berikan untuk dokter dan diriku sendiri


Dokter masih menyarankan ku untuk kembali, dengan tawaran aku akan dibelikan satu mainan yang tak bisa ku miliki sedari kecil


Walau aku lupa apa itu, tapi aku hanya mengiyakan dokter dan pergi dari rumah sakit itu. Pergi mencari makanan


Kali ini aku tak mau jajanan pinggir jalan, aku memutuskan untuk ke mall dan mencari resto jejepangan


Hanya untuk makan malam. Aku memesan nasi daging dan ramen nya tentu saja, di tambahkan dengan teh ocha yang dingin


.


Setelah selesai makan, aku berkeliling mengitari mall itu. Membeli beberapa barang kecil dan pulang kerumah dengan bus


.


2 minggu ini berjalan lancar bukan? tapi mungkin keesokan hari tidak akan lagi sepemikiranku


Dengan hasil konsultasi yang tidak memuaskan, aku kembali menjadi anak kecil yang dulu menangis karena tak dilepas dari pelukan. Dan hanya menginginkan mat* sebagai tujuan hidup


~ch50 selesai~

__ADS_1


Sankyuu!


__ADS_2