Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 25-Derita bukan hanya untukku.


__ADS_3

hanabi yang sudah berada dalam kamar, dia membuka jendela nya lagi dan melihat keluar Sana


angin sejuk yang berhembusan melewati nya, membuat hanabi tersenyum


:"haha, aku masih merasa bersalah tentang itu" kata hanabi bicara sendiri


:"aku minta maaf jika membuat mu tidak nyaman rion" kata hanabi menyenderkan kepala nya


:"aku harap aku tak akan dijauhi olehnya setelah ini" batin hanabi yang merasa cemas


angin bertiup kencang, hawa disana semakin dingin.


:"hey hey, jangan langsung berhembus begitu cepat, kalau aku sakit kalian mau tanggung jawab tidak" kata hanabi tertawa


aku merasa gil* karena bicara seperti ini, aku ingin membicarakan banyak hal. seperti yang lain nya.. tapi aku masih tidak bisa melakukan itu. aku masih menjadi pendengar setia mereka semua


.


.


disisi lain


rion pov


rasa nya rumah ini terlalu sepi, sejujurnya. aku lebih baik berada di luar sana.


suara apa lagi itu?


:JANGAN MEMBUAT ULAH SAAT MALAM BEGINI! DASAR PEMABUK!!" seseorang berteriak di ruang tamu


:"KENAPA KAU SELALU MEMARAHIKU SAAT AKU PULANG HAH?! ISTRI TIDAK BERGUNA!!" seseorang yang lain ikut berteriak.


.


:"mulai lagi..." batin rion tersenyum


aku menangis.


pov end


disisi hanabi


:"aku merasa ada yang tidak beres.." kata hanabi yang merasa gelisah lebih dari biasanya


tubuhku bergerak tanpa perintah?


aku langsung berlari keluar kamar tidak lupa membawa hp ku, membuka pintu rumah dan langsung menelepon kenzo.


:"kenzo?" hanabi di telepon


:"disini kenzo, ada masalah apa telepon malam-malam begini?" tanya kenzo di telepon


:"maaf mengganggu, boleh kau kirim kan alamat rion?" tanya hanabi di telepon


:"tentu, aku akan kirim kan, kau lihat chat saja" jawab kenzo di telepon


:"terimakasih banyak" kata hanabi di telepon


:"sama-sama" jawab kenzo di telepon


*hanabi mematikan telepon nya dan mendapat pesan dari kenzo

__ADS_1


chat pov


:"rumah rion gak terlalu jauh dari rumah mu, nih ku sharelock" kenzo


:"terimakasih kenzo" hanabi


*kenzo mengirim lokasi


pov end


hanabi langsung berlari ke arah yang maps itu tunjukkan, dan benar, itu tidak terlalu jauh. hanabi sampai dalam 15 menit.


hanabi mendengar suara orang tua yang sedang berkelahi, dengan para tetangga yang mengomentari mereka di luar sana.


:"nak, kamu abaikan saja rumah itu, mereka tidak pernah akur bahkan untuk satu hari pun" kata seorang ibu-ibu disana (tetangga)


:"jika tidak saling mencintai seharusnya jangan menikah, kasihan anak mereka itu" lanjut ibu-ibu yang lain mulai bergosip


hanabi hanya terdiam, menunduk melihat jalan aspal.


:"itu lah sebabnya aku benci orang yang suka bergosip." batin hanabi merasa kesal


.


.


:"RION!! TURUN SEKARANG ANAK SAMPAH!!"teriak seseorang di dalam rumah rion


:"apa?!" batin hanabi yang langsung menoleh ke arah rumah itu


:"lihat, mereka mulai menyalahi anak mereka lagi"


:"pasti anak itu akan disiksa lagi"


hanabi mendengar semua pembicaraan itu.


:"ibu-ibu sekalian... jika tidak berniat membantu maka masuk lah ke dalam rumah.." kata hanabi dengan raut wajah yang menyeramkan


:"untuk apa kau peduli mereka? mereka ini hanya tau mengganggu saja" kata ibu-ibu komplek itu (tetangga)


:"KARENA RION ADALAH SAHABAT KU, APA ANDA PUAS WANITA TUA??!!" teriak hanabi tiba-tiba


semua orang yang mendengar itu langsung terdiam. begitu juga dengan keributan di dalam rumah.


:"hanabi...?" batin rion yang sudah terdampar di lantai penuh dengan darah.


*seseorang membuka pintu rumah rion dari dalam


:"gadis, kau menganggap bocah SAMPAH ini sahabat? kau gila?" tanya ayah rion


hanabi yang melihat nya. hanya diam saja


*hanabi berjalan ke arah ayah rion, memegang leher ayah rion dengan erat dan menjatuhkannya.


:"kau tau aku tidak akan segan-segan membun*h sampah sepertimu, tuan? aku mengalaminya juga, itu lah sebabnya aku tidak takut. sadar lah.. dia akan membenci kalian dan tidak akan menganggap kalian sebagai orang tua" kata hanabi panjang lebar


:"kalian ini sampah yang tak layak untuk di kagumi. aku benar-benar benci semua orang.. BRENGSEK MANA LAGI YANG MAU MENGORBANKAN MENTAL DAN RAGA KELUARGANYA SENDIRI HANYA KARENA HAL BODOH YANG TIDAK BERGUNA???!!!" hanabi yang marah besar.


aku sudah muak, karena sedari kecil sampai sekarang. aku tidak pernah bisa berkembang.


aku marah, karena orang lain juga harus merasakan apa yang ku rasakan dimasa lampau.

__ADS_1


aku kecewa, karena para bajing*n sampah seperti mereka tidak pernah mau berhenti.


yang ku harapkan, mereka yang sudah aku percaya, mereka yang sudah aku sayangi. akan selalu bahagia.


aku selalu seperti itu. aku akan mengambil tindakan tanpa berfikir, dan bahkan bisa saja membun*h mereka tanpa alasan.. hanya karena mereka melukai teman-teman ku.


rion.. maaf karena aku kasar kepada kedua orang tua mu. maaf karena aku menjadi anak sampah lagi.


aku akan menyesalinya setelah membereskan ini. aku berjanji, aku akan melakukan apapun agar kau bahagia.


.


.


rion melihat itu. menangis deras dan langsung berlari ke hanabi walau badannya sudah sangat sakit untuk di gerakkan.


memeluk hanabi dan menangis di bahu nya, membuka topeng palsunya, dan menangis deras.


:"aku tau itu berat, jadi jangan menyerah" kata hanabi kepada rion


ayah ibu rion yang melihat itu, juga para tetangga. tercengang dan tak bisa ber kata apa-apa lagi


:"aku bisa melaporkan ini kepada polisi kapan pun aku mau loh" kata hanabi tersenyum


:"jangan panggil polisi! tolong jangan panggil polisi!!" kata ibu rion menghampiri hanabi


:"aku akan menjaganya dengan baik mulai sekarang, tolong jangan panggil polisi" kata ibu rion memegang tangan hanabi


:"haha, memang tidak pantas untuk mempercayai seseorang yang tidak punya hati nurani" jawab hanabi menepis tangan ibu rion.


:"tolong.." kata ibu rion yang gemetaran


:"diam kau bocah tengik" jawab hanabi dengan ekspresi menyeramkan.


:"rion, apa aku boleh melaporkan ini?" tanya hanabi


:"jangan!! jangan!! rion kau anak ku, kau tidak mungkin melakukan itu kan?!" kata ibu hanabi panik


:"KAU BANTU LAH BODOH!" kata ibu hanabi berteriak kepada suaminya


sementara ayah rion hanya diam saja.


:"rion?" hanabi yang melihat rion terdiam


:"tolong.. bawa aku.. pergi" kata rion tidak terlalu terdengar


hanabi paham apa yang rion katakan, hanabi mengancam orang-orang disana dan membawa rion bersama nya


:"cengeng" kata hanabi yang berjalan


:"terserah kamu" kata rion yang mengikuti hanabi sambil menghapus air matanya.


:"bagaimana dengan lukamu?" tanya hanabi


:"tidak perlu khawatir, ini sudah tidak sakit lagi" jawab rion menunduk


:"jangan menunduk, lihat terus kedepan. jika kau tidak ingin menjadi diri ku, maka lihat lah terus kedepan" kata hanabi memegang tangan rion


rion tersipu malu saat itu, dan dia juga tersenyum.


:"aku disini, jangan takut lagi" kata hanabi mengelus kepala rion

__ADS_1


*rion mengangguk-angguk dan tersenyum


~ch25 selesai~


__ADS_2