
Pelajaran yang terus diulang dan dipelajari
Tiada henti semua orang mengejar prestasi. Hanya untuk sebuah piala atau piagam yang hanya akan menjadi pajangan
Jika Aku penasaran, maka akan kucari. Itulah kata kuncinya
Masa depan biasanya mereka ukur lewat pengalaman dan seberapa banyak mereka meraih sesuatu yang luar biasa
.
Di jam pelajaran pertama saja Aku sudah merasa bosan. Mencatat yang dijelaskan oleh guru, lalu diberikan tugas yang harus dikerjakan
Hal yang akan terus diulang oleh semua pelajar bahkan sampai mereka dewasa.
Entah sudah berapa kali aku mengatakan bahwa tak ada yang menarik dari bersekolah.
Mungkin semua orang akan berfikiran sama. Soal sekolah. Yang dinikmati dari itu hanyalah pengalaman dan teman
Mereka hanya mendapatkan obrolan dan pengetahuan yang mungkin akan mereka lupakan.
Semua yang diajarkan tak benar-benar mereka serap. Karena bagi mereka itu tak berguna
Mungkin mereka berfikir "gak butuh, lagian gak akan mungkin butuh itu di masa depan"
Ahh.. kapan bel istirahat dibunyikan?
Waktu terus berlalu, jam istirahat itu tiba
Aku pergi ke kantin untuk membeli banyak makanan. Banyak makanan pedas yang aku beli.
Untuk menghilangkan tekanan. Setidaknya Aku bisa makan sampai stress ku mereda
.
Kembali ke kelas ku dan menyantap semua. Hei, aku selalu merasa ingin menangis setiap waktu
Merepotkan bukan? aku berusaha menghentikan itu dengan berbagai cara.
Makan dengan cepat sampai mulutku penuh. Tubuh ku gemetar menahan tangis yang entah apa penyebabnya
Mencoba tenang dan terus makan dengan lahap.
.
Aku ingin menanyakan satu hal, apa yang kalian lakukan disaat terburuk? sungguh. Aku ingin tau
Bagus jika kalian membuka suara dan bercerita padaku, aku akan dengan senang mendengarnya. Melihatmu melepas semua keluh kesah
Itu hal yang selama ini aku dambakan.
Dan itu juga hal yang selama ini membuatku penasaran.
.
Tak terasa, semua makanan itu habis olehku. Dan tepat pada waktu itu, bel jam pelajaran ke 2 berbunyi.
Kini kembali dimulai. Rutinitas pelajar
****************
Sore tiba. Aku pulang lebih dulu, sementara Rion sedang mengerjakan tugasnya di perpustakaan
Rajin sekali bukan? ku rasa orang seperti dia pantas di cintai
.
Baru saja aku ingin pulang kerumah, aku ingat bahwa aku akan menemui Kuki di asramanya
__ADS_1
Asrama itu jauh jika Aku berjalan kaki. Tapi karena ini masih di lingkungan sekolah, maka tak masalah selagi punya alasan
Jadi, aku langsung pergi ke asrama itu. Memang, aku tak begitu ingat jalan mana yang menuju asrama, jadi beberapa kali aku bertanya kepada petugas yang ada disekolah
:"Perpustakaan jauh lebih mudah dicapai ya." Gumamku
.
Sekarang waktu sudah malam. Lihat warna langit yang berubah menjadi warna hitam ini
Aku berlari agar lebih cepat sampai. Dan berdoa semoga Kuki belum tidur
:"Hah!!!... sampai juga.. berlari seperti ini.. pantas saja Aku merasa tak enak badan, berlari saja sudah buat lelah"
:"Kakak?"
Aku melihat sekitar, mencari sumber suara
Kuki!
Aku berlari kepadanya dan memeluknya
:"Kakak telat datang ya? gak sama kak Rion?"
:"Dia banyak tugas. Jadi kakak datang kesini sendiri"
:"Padahal asrama jauh dari sekolah. Jangan paksain kakak ya, nanti kakak capek kayak sekarang gimana"
:"Iya iya, kakak gak ulangi lagi"
:"Kamu sendiri gimana? mau ikut kakak pulang atau disini?"
:"Kuki tunggu kak Shahiro sembuh total"
Ah, benar. Kak Shahiro belum membaik sama sekali.
:"Iya.Makasih kakakkk"
Kuki memelukku. Dan aku membalasnya
Dia berpamitan dan kembali ke asrama. Sementara aku berdiam di tempat
Kesadaranku menipis. Aku hanya melakukan yang biasa ku lakukan. Dan melupakan orang yang selama ini masih terbaring di ranjang rumah sakit
Tin Tin!!!
Bunyi klakson motor membuatku terkejut. Aku menoleh ke belakang dan melihat Rion yang diam di atas motornya
:"Aku menelepon mu. Tapi gak dijawab. Jadi Aku dateng sendiri kesini"
:"Kamu tau darimana kalau Aku ke asrama anak?"
:"Tanya petugas dong"
:"Ini sudah jam setengah 8 malam. Kenapa gak pulang aja?" tanyaku
:"Gak papa dong. Aku kan mau anter kamu pulang, baru Aku mau pulang. Nih helm! ayo naik"
Dia melempar helm nya dan membuatku menangkap itu
:"Tapi terimakasih, Aku kira Aku akan pulang tengah malam tadi"
:"Hahaha, mau berkunjung dulu?"
:"Kerumah sakit. Tempat kak Shahiro dirawat"
:"Oke, Aku juga mau mengunjungi nya"
__ADS_1
:"Kita berangkat ya"
:"Ok"
****************
Sampai dirumah sakit, aku mengunjungi kakak ku yang ternyata sudah siuman.
:"Terakhir berkunjung dia koma. Syukurlah jika memang sudah siuman"
:"Aku yakin itu akan bejalan baik mulai sekarang. Kamu jangan erlalu banyak berfikir"
:"Haha, Aku tau. Ayo tanya dokter soal kondisinya. Rasanya tak bisa tenang walau melihat nya tidur lelap"
:"Tentu, aku ikut"
Dan inilah akhirnya. Kak Shahiro dinyatakan membaik dan memang sudah siuman
Ia bisa pulang setelah beberapa minggu penyembuhan
Siapa yang tidak senang mendengarnya? aku sangat senang sampai tak bisa berkata-kata lagi selain kata terimakasih yang keluar dari mulutku
................
Kami kembali kerumah masing-masing setelah itu. Dan aku langsung tertidur lelap di kasur empukku.
.
Jika segala kata diucapkan untuk hal yang memang tak masuk akal. Maka kau akan dianggap gila
Renungkan diri dan coba untuk menahan segala keburukan. Begitu?
Itu akan membuatmu semakin lelah. Jika kau tak tahan, maka katakan segala hal yang kau inginkan. Bukan berarti kau harus membatasinya
Teriak sekeras apa yang kau inginkan. Menangis sederas apa yang kau inginkan.
Semua nya jelas dan itu akan lebih baik dari sebelumnya
Bahkan kau bisa melakukan apapun jika kau bebas. Benar?
Tapi sungguh. Aku muak dengan segalanya. Mengapa masalah selalu datang, mengapa itu ada? itu hanya membuat semua orang kerepotan
Siapa dan apa yang harus disalahkan untuk semua orang yang menangis pas waktu itu?
Pikiran tak bisa dikontrol sebagai mana harusnya. Dan otak membuat skenario seakan semua itu tak bisa kembali lagi
Menakutkan.
****************
Pagi datang. Entah kenapa suara burung yang berkicau sekarang terdengar jelas.
Tak ada pohon di dekat rumahku, mungkin kicauan itu terdengar dari beberapa tiang listrik
Aku mencoba untuk benar-benar sadar sekarang.
Selamat pagi dunia. Setelah semua mimpi buruk yang didapat
Bahkan belum bersiap-siap sekolah. Panik itu kembali menyapa
Tak bisa berbuat apa-apa selain berusaha tenang dengan terduduk diam. Mencoba membuat pemikiran bahwa itu semua adalah kebohongan
Anggap saja aku melamun. Melamun sambil menangis dan memukul kepala hingga aku merasa sangat pusing dan frustasi
Aku harus izin sekolah lagi hari ini. Aku harus coba untuk menjadi normal lagi kali ini.
Rasanya Aku menjadi orang gila sekarang.
~Ch 69 selesai~
__ADS_1
Sankyuu!