
Mungkin kau seharusnya sudah mengerti apa yang akan terjadi di penjara.
Baiklah, aku ingin mempercepat waktu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1 tahun berlalu, tinggal menunggu 1 tahun lagi untuk aku keluar dari sini
Teman-teman, keluarga. Sering datang menjenguk. Dan makin lama aku makin muak. Entah karena rasa malu dan bersalah, atau karena aku terganggu dengan suara tangisan mereka yang terus berkata "cepat keluar dari sini"
Seakan mereka lupa, bahwa dunia luar lah yang selalu membuatku terluka. Aku nyaman berada disini, hanya saja terlalu membosankan
Lagipula pak tua itu yang sudah terbukti bersalah atas tindakan kekerasan dulu kala. Jadi aku tak peduli apa-apa. Yang penting bagi ku adalah aku bisa bebas dari tekanan dunia selama 2 tahun.
Yah, walau terkadang aku memberontak ingin bun*h diri juga disini. Tapi itu lebih baik dibanding terus-terusan bertahan di dunia luar
Apakah ada yang berfikir sama? lebih baik terkurunh dibanding pergi berkeliaran? lebih baik diam di satu tempat dibanding harus melihat hal yang membuat hati ketakutan. Benar-benar gil*
Pernah kah kau katakan pada dirimu sendiri bahwa kau nanti bisa berkembang tanpa orang lain? harusnya tidak, karena itu tidak mungkin. Karena kau bukan makhluk individu..
.
:"Pak, ayo main game lagi"
:"Kau bosan lagi?"
:"Kalau tidak mau tidak papa, asal jangan ganggu aku tidur."
:"Tidurlah, kau harus istirahat"
:"Terimakasih, sampai jumpa"
Aku melambaikan tangan dan kembali ke sel ku
"Kegiatan ini sudah biasa ku lakukan semenjak aku datang"
...----------------...
Terus menerus sampai waktu kunjungan itu datang lagi
Aku membuat kesepakatan dengan pak polisi, jika mereka datang, bilang kepada mereka bahwa aku sedang piket.
Aku hanya berharap mereka pergi nantinya, walau setelah 1 jam berlalu, saat aku datang mereka masih menunggu dengan sabar. "Ah menyebalkan." dan dengan terpaksa juga aku harus mendengar kan tangisan mereka yang tidak berguna
.
.
Waktu terus berlalu dan berlalu
Terus berputar, berputar. Sampai aku hafal kapan kegiatan-kegiatan yang tak ku suka itu akan datang.
Kapan aku bebas? masih lama tentunya. Kapan cerita ku akan berjalan lagi? bukankah itu sudah berjalan sejak kau lahir? kapan aku bisa menghela nafas lega lagi? tak usah tanya, aku saja tidak pernah ingin tau soal itu.
Ahhh bosan, malam ini sangat sangat sangat bosan
Terlalu membosankan. Bagaimana kalau kalian mendengarkan cerita buatanku? "Seorang gadis yang sudah mat*"
.
Kemarin, entah kenapa sosok gadis terlihat di mimpi ku. memperlihatkan dirinya yang bisa berjalan walau tubuhnya di penuhi darah. Yang jelas, dia diikuti oleh orang asing dibelakangnya. Seperti, "kau harus tunjukkan luka mu ke orang-orang"
Oke itu menyeramkan bagiku, tapi jujur saja. Menurut ku warna darahnya sangat bersih dan bagus. Sangat menyukainya
__ADS_1
Lalu, apa kau percaya apa yang dia katakan? gadis itu bilang "Aku belum mat*, aku hanya sekarat. Toh kalau besok aku tidak ada, orang itu tak akan punya bahan siksaan. Hey, bantu aku. Aku agak lelah, sungguh. Aku butuh istirahat. Tak bisa terus berjalan. Tapi jika aku istirahat di pundak yang salah, yang ada aku akan di hancurkan seperti ini lagi"
Ahhh, kedengaran seperti kata-kata mutiara. Sayangnya kata-kata itu terlalu padat.
Aku tidak tau siapa gadis itu, dan kenapa dia bisa muncul di mimpiku, aku tidak tau. Tapi aku percaya bahwa gadis itu sangat kuat.
.
Baik, sebelum masuk jam tidur, aku punya cerita lain untuk ku beritahu. Cerita ini pasti nya seru
Percayalah
Suatu hari, di sebuah rumah kecil di tengah kota ramai. Terdengar deras suara hujan dengan langitnya yang abu-abu pucat
:"Aihhh hujan lagii"
:"Yah gak bisa main dehh"
Anak-anak yang tadi nya berencana main di lapangan, sekarang harus meneduh di halte bus sampai hujan reda
Waktu terus berlalu, mereka terus mengobrol sampai hujan itu benar-benar berhenti. Setelahnya mereka memutuskan mau pulang atau lanjut bermain, karena itu juga masih siang hari
:"Kalau main di lapangan becek, main dirumah ku aja yuk"
:"Yaudah, ayo langsung kerumah kamu"
:"Oke ayo"
Mereka pergi kerumah anak itu
.
Bermain sampai sore, temannya berpamitan ingin pulang agar tidak membuat orang tua nya khawatir
:"Yaa!! besok kalau main aku bakal samper kamuu!!" Jawab temannya itu
Lalu hari itu selesai
...----------------...
:"Sudah waktunya tidur. Kembali lah ke sel kalian masing-masing, cepat!"
:"Menjengkelkan."
.
.
Selesai sudah hari itu. Bagaimana cerita-cerita yang aku buat? apakah itu bagus?
Karena saking bosannya, aku sampai membuat imajinasi ku lagi sampai berkali-kali. Mencari sesuatu yang lebih dari ekspetasi tapi aku tak bisa membuatnya di dunia nyata
.
.
Pagi datang
Selamat datang di pagi hari dalam penjara
Apa yang kau harapkan? bahkan aku muak melihat sel ini
Butuh proses, butuh usaha. Entah kenapa aku ingin sekali membahas nya. Hanya saja aku sedang gil* pagi ini, jadi tak mungkin
__ADS_1
Kegiatan dilakukan seperti biasa, terus dan terus sampai malam nanti datang
Terus... Terus... berlanjut terus sampai bahan cerita ini habis. Benar-benar tak ada yang menarik. Kau ingin aku menceritakan apa lagi hari ini? Kekacauan? Kegelisahan? atau kematian?
Ah aku muak. Ayo cari pak polisi lagi
.
.
:"Pak, apa kabar?"
:"Apa kau bosan?"
:"Tidak, aku muak. Tidak punya bahan cerita. Disini membosankan. Apa kau tidak berencana membuat kegiatan baru yang menyenangkan?"
:"Disini bukan saya yang memimpin"
:"Sayang sekali, kau pasti dipandang lemah karena tak memiliki potensi apa-apa"
:"Tidak kok, saya justru di hargai"
:"Ck menyebalkan. Lalu kenapa aku tidak? malah makin di caci maki."
:"Siapa yang mencaci maki mu? biar aku beri pelajaran anak-anak itu"
:"Bukan siapa-siapa, hanya sampah yang jatuh di dunia"
:"Pak polisi, ayo mengobrol"
:"Tentu, mau ngobrol apa?"
.
.
Pak polisi yang baik hati, setahun ini aku tak pernah benar-benar bosan karena dia selalu memperhatikan ku. Bersedia bicara panjang lebar dan menghabiskan waktunya hanya agar aku betah di penjara ini
:"Pak, kapan saya akan bebas?"
:"Tahun depan. Saya yakin kau bisa bebas tahun depan, karena kau juga sebenarnya tidak bersalah"
:"Pak tua itu dipenjara juga kan?"
:"Iya, kau tidak akan dalam bahaya lagi. Dia dipenjara seumur hidup"
:"Tapi trauma nya tak akan pernah hilang." Ucapku pelan
:"Gimana kalau kita main catur? kalau kamu menang besok kamu boleh main sepuasnya di sini"
:"Haha, hadiah yang menarik. Ayo, aku tidak takut"
Dengan spontan aku langsung meng iyakan nya. Sampai tidak sadar kalau tahanan lain sedang memperhatikan kami dengan tatapan yang menakutkan
:"Kita mulai?" Pak polisi itu berucap.
:"Ya"
Dan permainan catur itu, dimulai.
~ch 43 selesai~
Sankyuu!
__ADS_1