
aku diam dibangku ku, tak bisa melakukan apapun. aku menjadi kaku dan mencoba menahan tangis.
aku mengingat kejadian tadi, disaat lily bercanda tawa dengan teman-teman nya. yah.. aku tau itu tak masalah. tapi... aku yakin itu akan menjadi awal dari kehancuran.
aku ingin pulang.. aku ingin berada dikamar.. aku benar-benar takut melihat orang-orang.. entah mereka akan mengerti atau tidak.
aku takut memulai.. aku tak bisa mencoba.. walaupun aku bisa. mereka sudah lebih awal membenciku. tak ada harapan..
.
aku terdiam. menggigit ibu jariku dan mengepalkan satu tanganku yang tersender diatas meja itu
aku menunduk dan diam disana cukup lama.
pikiranku menjadi liar. membuatku semakin ketakutan. halusinasi itu kembali lagi. semuanya menjadi warna hitam putih lagi, sunyi dan tak terdengar apapun sekarang. bahkan suara angin. perlahan semuanya menjadi sangat gelap. padahal mataku terbuka
aku tersadar dan kaget.
untungnya semua berada di luar.
itu sangat menyeramkan. aku tak mau itu benar-benar terjadi.. bagaimana ini? bagaimana jika itu benar-benar terjadi? lily akan meninggalkan ku? sungguh?
oh, aku masih punya kenzo dan rion. temanku ada banyak. tak perlu khawatir.. bagaimana.. aku ketakutan untuk mengatakan hal positif. setiap kali aku mencoba untuk mengatakan "aku memiliki banyak orang disekitar ku. jadi tak masalah jika aku ditinggal 1-10 orang". itu semua nyata, aku tau tak ada satupun dari mereka yang benar-benar mengerti. dan berakhir hanya pergi setelahnya.
biasanya saat aku ketakutan, aku hanya akan berdiam diri ditempat dan tak bergerak. aku akan melihat sekitarku tanpa menggerakkan kepala. aku juga tak memikirkan apapun, aku hanya memfokuskan segalanya kepada apa yang kulihat dari mataku. mengosongkan pikiran dan tenang secara perlahan.
tapi kali ini aku benar-benar tak bisa mengendalikan pikiranku sendiri.
akhh.. ini menyakitkan.. aku tak mau melihat nya.. kumohon hentikan...
.
.
.
jam pulang sekolah
Jam sekolah selesai, aku buru-buru pulang. tidak, aku tidak pulang kerumah. aku pergi ke tempat yang sangat jauh dari rumah
ini seperti aku sedang kabur dari monster yang sangat besar, menyeramkan, dan jahat
aku menghindari bertemu dengan orang rumah, itu membuatku tertekan hanya dengan melihat mereka sekilas. aku tau tak baik melarikan diri. tapi aku juga benci mengatakan bahwa aku bermasalah. rasanya seperti aku adalah orang gila yang terlihat normal dimata orang-orang
aku berada di tempat yang tidak aku kenali. berjalan di sana seakan seperti anak kecil yang tersesat.
aku terus berjalan sampai aku menemukan sebuah taman besar yang sangat sepi. aku berlari ke taman itu dan melepas tas ku, mengeluarkan HP dari sana dan mulai memainkan HP itu.
__ADS_1
tas itu ku jadikan sebagai bantal, aku tiduran diatas rerumputan dan memainkan HP ku sambil mendengarkan musik kesukaanku. itu saja sudah cukup menenangkan.
aku melihat jam di HP ku, itu menunjukkan jam 18:57. bisa dibilang, ini sudah malam
.
.
jam 19:58, Tiba-tiba ada telfon masuk.
terlihat jelas nama yang tertera disana "kakak"
aku mengangkat telfon itu dan terdengar kak shahiro yang bertanya dengan nada khawatir serta cemas.
:"aku tidak tau, aku hanya jauh dari rumah. aku sedang berada di taman yang sangat besar sekarang, sedang tiduran" jawabku
Tiba-tiba terdengar suara kuki yang merengek meminta telefon itu
aku hanya mendengarkan mereka dan diam tak mengeluarkan suara
:"kakak sama rion bakal jemput kamu, kamu tunggu disana ya?" kak shahiro dalam telepon
:"gak usah kak, aku bakal pulang sendiri"
:"ini udah malem! bahaya.." sahutnya lagi
:"gak papa, kan kakak tau sendiri. aku jago berantem"
:"terserah"
aku langsung mematikan telepon karena kesal.
tak beberapa lama aku diam disana, ada bunyi klakson yang membuatku menoleh. ternyata benar dugaanku, itu kak shahiro dan rion
aku merapihkan tas ku, dan pergi dari taman itu. jelas sambil memainkan HP ku
:"bahaya kalau jalan sambil main HP" kata rion mengambil HP ku
:"iya tau, balikin!"
rion memberikan HP ku kembali dan aku pun ikut mereka pulang
.
.
yah, aku tau tak baik melarikan diri. aku juga sudah sangat lelah dengan hal ini. rasanya seperti aku akan kehilangan kesadaran ditengah jalannya
__ADS_1
pikiranku sedang sangat buntu. aku berfikir, aku terlalu mengandalkan orang lain sampai mereka sendiri menganggapku tak bisa berbuat apa-apa tanpa mereka. itu memang benar, tapi juga salah.
yang kuharapkan adalah mereka mengerti bahwa aku juga tertekan hidup seperti ini. aku sudah biasa ditinggalkan, tapi setiap kali aku ditinggal oleh orang yang kusayang, pasti aku akan hancur. bahkan jika itu hanya beberapa hari
aku tau tak ada salahnya mencoba, memulai kembali apa yang gagal dimasa lalu. tapi tetap saja rasanya aneh
hanya karena menganggap orang itu sudah tak peduli lagi denganku, aku langsung cemas akan kehilangan segalanya yang terbaik. dan pasti akan mengatakan "Lagi-lagi hal yang sama terulang".
aku lelah dengan apa yang terus memutar, ini seperti dejavu dan terus seperti itu?
yah, berakhir maka berakhir. menyesal tidak menyesal itulah resiko yang harus diambil. aku percaya bahwa dia masih bisa bahagia walau aku tak selalu bersamanya, bahkan jika tak pernah lagi bersamanya. mungkin
aku hanya berharap dia bisa tersenyum lebar, bersama dengan orang-orang yang ia sayang. aku harap dia bisa bahagia dengan mereka. jika dia menangis maka aku juga yang tersakiti.
aku hanya ingin seseorang bahagia, tidak peduli dengan diriku sendiri. setidaknya aku bisa bahagia saat melihat mereka tersenyum cerah. itulah impian ku pada masa lampau
tapi tak mungkin jika aku mengatakan bahwa aku tak peduli apapun kecuali kebahagiaan orang lain. disaat seperti ini, aku justru ingin semua orang hancur. agar aku tak perlu memikirkan apapun lagi
setelahnya, pasti aku akan kesepian juga akhirnya.
.
.
.
dirumah
:" hanabi kamu kemana aja?!" ucap Ibu yang langsung memelukku
:"hanabi cuma ke taman aja bu" jawabku tak membalas pelukannya
:"taman kok jauh banget" kata kak shahiro
:"kakakkkkk kuki kangennn"
kuki langsung lompat kearahku, dan aku menangkapnya
:"awas ntar jatoh" kataku datar
:"selamat datangggg" ucapnya
:"kakak pulang" aku tersenyum
malam itu, aku habiskan seluruh waktuku didalam kamar, mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal buruk itu. aku menggambar bintang-bintang seperti biasanya, melihat langit dan mulai bicara sendiri.
terus berulang sampai aku benar-benar bosan dengan apa yang terjadi, menginginkan kehidupan yang setidaknya memiliki hari yang berbeda. hari yang menyenangkan tanpa kesedihan, kekhawatiran, segalanya. hanya ada bahagia. walau sedetik saja, aku ingin itu walau sedetik saja.
__ADS_1
~ch36 selesai~
sankyuu!