Jika Hari Esok Datang

Jika Hari Esok Datang
Ch 64-Dimana tangganya?


__ADS_3

Kali ini, aku harus apa?


Sudah lewat beberapa hari, ini hari minggu.


Aku menjemput Kuki di asramanya bersama Rion, lalu membawanya kerumah sakit sesuai dengan janjiku


:"Ayo, katanya mau liat kak Shahiro"


:"Iya kak, ayo berangkat" jawabnya


Aku menumpang lagi. Rion siap mengantarku selalu, kemanapun itu. Katanya


Kemarin aku sempatkan untuk coba bermain lagi bersama teman-teman. Memang tak ada masalah, tapi aku takut mereka akan terkena masalah jika aku terus bermain bersama mereka


Aku berusaha mencari jalan aman untuk keselamatan mereka.


Tak peduli bagaimanapun, sekarang yang kuinginkan hanyalah mereka aman dari berbagai macam masalah yang pernah menimpaku. Apapun itu


.


.


Di dalam kamar pasien, Kuki melihat kak Shahiro dengan raut wajah yang sangat sedih.


Rion mencoba menghibur Kuki yang menyedihkan itu.


:"Hei, nanti abangmu akan segera bangun! karena dia rindu padamu!" Ucap Rion mencoba menghiburnya


:"Bener kak Rion?"


:"Bener! tapi mungkin gak sekarang. Pasti bakal langsung bangun!"


:"WAHH, Kuki seneng. Kak Shahiro bakal bangun" Jawab Kuki dengan senyuman


Aku melihat mereka yang mulai akrab perlahan-lahan. Rasanya ingin menangis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari rabu. Datang seseorang ke rumah sakit. Melihat kakak ku yang masih terbaring tak sadar diri


:"Kamu siapa?" Tanyaku saat baru masuk ke kamar pasien


:"Oh, kamu adiknya ya? salam kenal. Aku Daniel, teman sebelah kamar kakakmu"


:"Terimakasih karena telah mengunjungi kakak ku, apa kau mau kubuatkan sesuatu?"


:"Tidak perlu, aku hanya ingin melihatnya. Semoga dia cepat sadar"


:"Terimakasih banyak"


:"Ngomong-ngomong, aku dengar berita. Apa itu ayahmu? hal itu sudah tersebar luas di sekolah"


:"Iya, tolong jangan anggap dia sebagai ayah. Dia tak begitu pantas"


:"Aku mengerti, semoga kau juga selalu diberikan keselamatan, dan terhindar dari orang-orang seperti itu"


:"Terimakasih banyak atas doa nya, kakak"


:"Iya, kalau begitu, kakak pergi dulu ya. Jaga baik-baik keluargamu, jika kau butuh bantuan. Datanglah ke sekolah, kami menyambut mu dengan tulus"


:"Terimakasih sekali lagi"


:"Sampai jumpa"


:"Hati-hati diperjalanan mu kak"


.


.


Siapa dia? teman beda kamar? mungkin mereka sekelas


Aku tak pernah melihatnya. Walau aku pernah menginap semalam dulu. Apa dia anak baru?


Atau mungkin dia memang sedang sibuk saat itu. Jadi aku tak tau sama sekali tentangnya


Terkadang, aku terlalu waspada kepada banyak hal. Walaupun hal itu tak ada hubungannya denganku, tapi jika itu menyangkut paut orang-orang yang aku sayang atau kenal, rasanya aku harus tau siapa dan kenapa dia ada.

__ADS_1


Karena dulu, aku pernah melihat Ley di bully oleh orang-orang yang didepan kami begitu akrab, tapi ternyata sifatnya busuk. Aku takut itu akan terjadi


.


Tapi dia sudah pergi, aku lupa bertanya dengan jelas.


Kak, belum mau bangun juga?


...****************...


Malam tiba. Keseharian yang tak berubah. Dan aku yang makin tenggelam dalam arus permasalahan.


Tak lagi ada psikolog, tak ada lagi ketenangan.


Setiap hari aku hanya berucap dalam hati. "Hey! aku ingin kembali normal. Bisakah kau bekerja sama?" seaya menangis sesegukan dan berfikir bahwa semuanya sia-sia sekarang


Kehidupan yang memang sedari awal memang sulit diubah, bahkan dikata mustahil. Entah kapan bisa menjadi happy ending.


Malam-malam begini, enaknya nangis sampai ketiduran lagi.


.


.


Pagi tiba.


Sekarang menunjukkan pukul 05.09


Aku terbangun dari tidurku dan pulang kerumah.


.


Sampai aku dirumah, aku melihat ayah yang tertidur di sofa.


:"Ayah, bangun. Nanti kedinginan" Ucapku menggoyang-goyangkan tubuhnya


:"Hmm?"


Setelah itu, aku memberikan air putih dan heheraa cemilan untuknya. Menikmati pagi abu ini dengan obrolan ringan


:"Ngomong-ngomong, tadi ibu keluar dari kamar nya. Itu bukan jam makan, dia bertanya kemana kau pergi?"


:"Hanabi masih dirumah sakit sepertinya. Jika kau ingin bicara aku akan meneleponnya untukmu"


:"Lalu?"


:"Lalu ibu jawab, tidak perlu. Cukup sampaikan kau harus lebih semangat menjalani kehidupan kita yang sekarang. Jangan menyerah."


:"Kata-kata seperti itu, harusnya diucapkan secara langsung."


:"Sudahlah, ibumu butuh waktu untuk tenang"


:"Tak perlu membuatku sabar, sedari kecil inilah rutinitas kami. Aku hanya senang karena saat aku pulang, ayah ada disini. Terimakasih banyak atas jasamu"


:"Aku menyayangimu setulus hati. Keluarga ini akan kujaga"


:"Terimakasih banyak"


Setelah itu kami berpelukan. Mengobrol lagi sebentar lalu pergi ke kamar masing-masing


...****************...


Datang pagi hari.


Hari ini, aku memutuskan untuk berjalan-jalan setelah membereskan rumah dan menyiapkan sarapan.


.


Tok tok tok


:"Ibu, ibu tak mau keluar? aku buatkan pasta. Dulu ibu bilang ibu menyukai nya kan? aku membuatkan banyak, berbagai macam pasta untuk ibu. Aku mau pergi keluar sebentar, nanti malam aku beri kabar soal kakak. Jangan lupa makan nya ya bu. Hanabi pergi" Ucap ku panjang lebar


Setelah semua itu, aku pergi keluar rumah.


Ayah ku sudah berangkat bekerja saat aku sedang menyiapkan sarapan. Jadi aku membawakan bekal untuknya


Aku menelepon Rion seperti biasa. Entah kenapa dia sepertinya sedang menganggur akhir-akhir ini.

__ADS_1


...----------------...


Aku pergi ke kantor polisi tempat ayah bertugas, memberikan bekalnya lalu pergi kerumah sakit bersama Rion


Di luar kantor


.


.


:"Kau jadi sering mengantarku, maaf jika itu merepotkan mu"


:"Tak perlu khawatir soal itu, sudah siap?"


:"iya, siap"


:"Kalau begitu kita berangkat"


...----------------...


Dirumah sakit, aku turun dan mengajak Rion untuk masuk bersama


Mengunjungi kakak lagi seperti biasa.


.


:"Kakak, aku datang"


:"Hanabi?"


Aku merasa bermimpi. Begitu terkejut dengan suara kakak yang serak


:"KAK?!"


:"Akhirnya bang Shahiro sudah siuman!!" Kata Rion dibelakang


Aku berlari menghampiri kakak dan langsung memeluknya


Menangis di dalam pelukan yang hangat dan membahagiakan ini


:"Terimakasih Rion, sudah menemaninya selalu"


:"Tak apa bang, aku tak keberatan"


Aku melepas pelukan, duduk di ranjang kakak dan memulai obrolan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku sudah memberitahu nya kepada ibu, bahwa kakak sudah siuman. Dan akan kembali akhir minggu ini


Ibu keluar dari kamarnya setelah lewat hampir sebulan. Memelukku dan menangis di pundakku


Ayah juga kuberitahu. Bahagia dia


Begitu juga Kuki, dia antusias untuk melihat kakak pertamanya lagi


:"YEYY AKU BISA MAIN SAMA KAK SHAHIRO LAGII" Ucapnya kencang, sambil melompat-lompat kesenangan


Kabar bahagia datang kepada kami yang sudah masuk ke jurang ini.


Sehingga kami berfikir, tak semuanya akan selesai. Tapi pasti akan ada waktu membahagiakan


Semua kecemasanku perlahan hilang. Entah kemana


Walau mungkin saja, aku lalai terhadap menyembuhkan mentalku. Sehingga mungkin aku tak akan bahagia secepat itu..


.


.


:"Teman-teman, besok kita main. Mau tidak?" ucapku di telepon


:"Ayo! kita ke festival dream academy aja! festival nya besok juga loh!" Jawab Lily di telepon


:"Oh ya?" Tanyaku


:"YA!" Mereka serempak menjawab

__ADS_1


~Ch 64 selesai~


Sankyuu!


__ADS_2